Kasus Malaria Turun, Pemkab Gorontalo Tak Mau Lengah, Tracking Terus Diperluas

Azis Manansang • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 01:08 WIB

 

Rapat yang berlangsung dari Ruang Dulohupa tersebut melibatkan camat, kepala puskesmas serta pemerintah desa untuk mengevaluasi perkembangan penanganan malaria dipimpin langsung Bupati Sofyan Puhi.(F:Diskominfo)
Rapat yang berlangsung dari Ruang Dulohupa tersebut melibatkan camat, kepala puskesmas serta pemerintah desa untuk mengevaluasi perkembangan penanganan malaria dipimpin langsung Bupati Sofyan Puhi.(F:Diskominfo)

Gorontaliopost, LIMBOTO — Penurunan kasus malaria di Kabupaten Gorontalo mulai membawa angin positif. 

Namun, pemerintah daerah mengingatkan bahwa berkurangnya angka kasus bukan berarti ancaman telah sepenuhnya berakhir.

Bagi Pemerintah Kabupaten Gorontalo, keberhasilan penanganan malaria tidak cukup hanya dilihat dari angka penurunan kasus. 

Yang lebih penting adalah memastikan warga di tingkat desa terlindungi dan tidak ada penderita maupun kontak yang luput dari deteksi.

Baca Juga: Bukan Sekadar Desa Wisata, Kabila Bone Disiapkan Jadi Mesin Baru Ekonomi Bone Bolango

Pesan itu menjadi salah satu fokus dalam rapat koordinasi virtual kedua yang dipimpin Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Jumat (2/10/2026). 

Rapat yang berlangsung dari Ruang Dulohupa tersebut melibatkan camat, kepala puskesmas serta pemerintah desa untuk mengevaluasi perkembangan penanganan malaria.

Salah satu hasil evaluasi menunjukkan bahwa penambahan tracking oleh tim lapangan mulai memperlihatkan hasil. 

Tren kasus secara umum mulai melandai dan beberapa wilayah bahkan dilaporkan telah berada pada angka nol kasus.

“Perkembangan di lapangan cukup menggembirakan karena kasus mulai menurun. Ada pula sejumlah wilayah yang berdasarkan laporan sudah mencapai nol kasus,” kata Sofyan.

Kendati demikian, Bupati meminta jajaran terkait tidak terlena dengan kondisi tersebut. 

Baca Juga: Bantuan BBM Gratis Berlanjut, 971 Pengemudi Bentor dan Ojek di Kabupaten Gorontalo Jadi Sasaran

Menurutnya, penurunan angka harus dipastikan berasal dari kondisi lapangan yang sebenarnya, bukan akibat berkurangnya aktivitas pelacakan.

Karena itu, Sofyan menginstruksikan agar tracking terus ditingkatkan sehingga setiap potensi kasus dapat segera diketahui. 

Semakin aktif pelacakan dilakukan, semakin akurat pula data yang menjadi dasar pemerintah dalam mengambil langkah penanganan.

“Kita justru harus memperluas pelacakan ketika kasus mulai turun. Dengan begitu, seluruh kondisi di lapangan bisa terbaca dan tidak ada kasus yang tertinggal dari pemantauan,” tegasnya.

Pemkab Gorontalo memastikan penanganan malaria akan tetap dikawal secara intensif. 

Evaluasi berkala akan dilakukan, termasuk melalui rapat koordinasi virtual berikutnya yang dijadwalkan pada 9 Oktober 2026, 

untuk memastikan persoalan malaria dapat ditangani sampai benar-benar selesai.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
PEMKAB GORONTALO Tracking KABUPATEN GORONTALO malaria Sofyan Puhi