Gorontalopost, LIMBOTO – Keterbatasan buku dan panduan pembelajaran menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam memperkuat pembelajaran Bahasa Gorontalo di sekolah dasar.
Pemkab Gorontalo kini menyiapkan perangkat pembelajaran Muatan Lokal (Mulok)
Bahasa Gorontalo, mulai dari buku pelajaran hingga perangkat pendukung lainnya.
Baca Juga: Delapan Jabatan Berganti, Kapolres Bone Bolango Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
Rencana tersebut mengemuka dalam rapat awal kerja sama Pemkab Gorontalo dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa RI di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo,kemarin.
Asisten I Sekda Kabupaten Gorontalo Doni Lahatie menjelaskan, kerja sama tersebut
diarahkan untuk memperkuat pengembangan, pembinaan dan pelindungan bahasa serta sastra di Kabupaten Gorontalo.
Ia mengatakan, kebutuhan bahan ajar menjadi salah satu alasan penting kerja sama
tersebut perlu dilakukan. Selama ini, sekolah masih menghadapi keterbatasan buku dan panduan yang dapat menjadi rujukan dalam mengajarkan bahasa daerah.
“Karena bahan ajar yang tersedia masih terbatas, kerja sama ini akan diarahkan pada
penyusunan perangkat pembelajaran yang bisa menjadi acuan bagi sekolah,” kata Doni.
Tidak hanya buku, pembahasan juga mencakup penyusunan kurikulum, alur tujuan
pembelajaran dan bahan ajar Mulok Bahasa Gorontalo. Dengan demikian, pembelajaran bahasa daerah diharapkan memiliki arah dan perangkat yang lebih jelas.
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo bersama staf.
Sementara dari Pemkab Gorontalo hadir Asisten I Sekda, Kabag Tapem,
Kepala Dinas Perpustakaan bersama kepala bidang, Kepala Baperida dan sejumlah perwakilan perangkat daerah terkait.
Kerja sama ini selanjutnya akan dituangkan dalam nota kesepakatan. Pemkab Gorontalo merencanakan penandatanganan dilakukan Bupati Gorontalo bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa RI pada Kamis (15/10/2026).
Pemerintah daerah berharap kesepakatan tersebut menjadi pijakan untuk menghadirkan bahan pembelajaran Bahasa Gorontalo yang lebih sistematis bagi peserta didik sekolah dasar.
Baca Juga: Hadapi Ancaman Siber, Pemkab Gorontalo Resmi Miliki Tim Tanggap Insiden
Langkah ini sekaligus diharapkan dapat memperkuat posisi bahasa daerah dalam proses pendidikan,
sehingga Bahasa Gorontalo tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga terus dipelajari oleh generasi muda melalui lingkungan sekolah.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang