Sofyan Puhi Ingatkan Camat, Turun ke Lapangan, Jangan Tunggu Masalah Meledak

Azis Manansang • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:49 WIB

 

Bupati Sofyan Puhi  ketika membekali para camat se-Kabupaten Gorontalo dalam Diklat Kepamongprajaan di Hotel Almadera, Makassar.(F: Diskominfo)
Bupati Sofyan Puhi ketika membekali para camat se-Kabupaten Gorontalo dalam Diklat Kepamongprajaan di Hotel Almadera, Makassar.(F: Diskominfo)

Gorontalopost, MAKASSAR – Persoalan di tengah masyarakat tidak selalu bermula dari masalah besar. 

Keluhan yang diabaikan, komunikasi yang tersumbat, atau respons pemerintah yang lambat dapat membuat persoalan sederhana berkembang menjadi konflik. 

Karena itu, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi meminta para camat lebih dekat dengan warga dan sigap membaca persoalan sebelum terlambat.

Baca Juga: SERUNI Sasar Tiga Wilayah di Gorontalo, Salurkan Sembako hingga Paket Perlengkapan Sekolah

Arahan tersebut disampaikan Sofyan ketika membekali para camat se-Kabupaten Gorontalo dalam Diklat Kepamongprajaan di Hotel Almadera, Makassar, Senin (12/10/2026). 

Pelatihan yang berlangsung hingga 17 Oktober 2026 itu diselenggarakan oleh BPSDM Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat kapasitas aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Bagi Sofyan, kepemimpinan di tingkat kecamatan tidak boleh berhenti pada urusan administrasi. 

Camat harus hadir di tengah masyarakat, mengetahui langsung kebutuhan dan persoalan warga, serta menggunakan data yang akurat agar keputusan yang diambil tidak sekadar berdasarkan perkiraan. 

Ia menekankan bahwa kedekatan dengan masyarakat perlu dibarengi kemampuan menentukan prioritas dan menyelesaikan masalah secara nyata.

Sofyan juga mendorong camat memperkuat komunikasi dengan pemerintah desa, perangkat kecamatan, Forkopimcam, dan berbagai elemen masyarakat. 

Setiap pengaduan, katanya, harus memiliki kejelasan tindak lanjut, siapa yang bertanggung jawab, dan kapan penyelesaiannya ditargetkan. 

Baca Juga: Antrean BBM Mengular di Gorontalo, Sehan Landjar Desak Gubernur Turun Tangan, Satgas Berikan Klari

Dengan mekanisme tersebut, warga tidak dibiarkan menunggu tanpa kepastian, sementara pemerintah dapat mengantisipasi persoalan sebelum meluas.

Ia meminta para camat meninggalkan pola kepemimpinan yang berorientasi pada keinginan untuk dilayani dan beralih menjadi pemimpin yang mengutamakan pelayanan. 

Caranya dimulai dengan membaca situasi, mendengar warga melalui dialog, menghubungi pihak yang berkaitan, kemudian mengambil tindakan konkret. 

Sofyan berharap pendekatan ini menjadikan camat sebagai garda terdepan pemerintah yang mampu mendeteksi persoalan lebih awal 

sekaligus memastikan setiap masalah ditangani hingga tuntas, bukan sekadar dibahas dalam rapat.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo PEMKAB GORONTALO DIKLAT Camat Limboto Sofyan Puhi