Dedikasi Guru Pelosok Jadi Perhatian, 38 GTK Gorontalo Raih Apresiasi Transformatif 2026

Azis Manansang • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:41 WIB

 

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi didampingi Sekda Sugondo Makmur dan Kadis  Dikbud  Jurni Biahimo saat menyerahkan penghargaan pada puncak Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Transformatif Kabupaten Gorontalo 2026 (F:Diskominfo)
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi didampingi Sekda Sugondo Makmur dan Kadis Dikbud Jurni Biahimo saat menyerahkan penghargaan pada puncak Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Transformatif Kabupaten Gorontalo 2026 (F:Diskominfo)

Gorontalopost, LIMBOTO – Penghargaan bagi guru bukan sekadar pengakuan atas prestasi, melainkan juga dorongan agar ruang kelas menjadi tempat lahirnya perubahan. 

Pesan itu mengemuka dalam puncak Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Transformatif Kabupaten Gorontalo 2026, 

ketika dedikasi pendidik, termasuk mereka yang bertugas di wilayah pelosok, mendapat perhatian pemerintah daerah.

Baca Juga: Ingin Cepat Dapat Modal Warga Boalemo Terancam Beban Bunga Tinggi, Rum Pagau Minta Perbankan Turun

Sebanyak 38 guru dan tenaga kependidikan menerima penghargaan dalam kegiatan yang  digelar di Ballroom ASTON Gorontalo, Rabu (14/10/2026). 

Mereka terpilih dari 237 peserta yang mengikuti seleksi, sementara jumlah GTK di Kabupaten Gorontalo tercatat mencapai 4.367 orang. 

Sebanyak 13 kategori diperlombakan untuk memberikan ruang apresiasi terhadap beragam kontribusi dan inovasi di lingkungan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Jurni Biahimo, 
menyampaikan bahwa penerima penghargaan ditentukan melalui proses berjenjang. 

Tahapannya mencakup sosialisasi, seleksi administrasi dan substansi, presentasi, 
bimbingan teknis, serta penilaian akhir. 

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong budaya berinovasi di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan.

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menilai, kualitas pendidikan tidak cukup ditentukan oleh pelaksanaan kurikulum semata. 

Baca Juga: Asap Kiriman Papua Selatan Capai Gorontalo, Gusnar Ismail Minta Semua Pihak Tingkatkan Kewaspadaan

Guru perlu terus mencari cara agar materi pelajaran lebih mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. 

Ia secara khusus menyoroti para guru di wilayah pelosok yang tetap berupaya mengembangkan media pembelajaran 

dan memberikan pendampingan agar anak-anak memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Bagi Sofyan, penghargaan akan memiliki arti lebih besar apabila pengalaman para 
penerima dapat ditularkan kepada guru lainnya. 

Inovasi yang telah dilakukan diharapkan tidak berhenti sebagai capaian dalam sebuah kompetisi, tetapi diterapkan secara konsisten dalam kegiatan belajar mengajar. 

Dengan begitu, manfaat penghargaan dapat dirasakan langsung oleh peserta didik melalui pembelajaran yang lebih menarik dan peningkatan semangat belajar.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap para penerima apresiasi mampu melanjutkan  perjuangan ke tingkat Provinsi Gorontalo hingga nasional. 

Namun, capaian terpenting tetap terletak pada keberlanjutan inovasi di sekolah masing-masing. 

Melalui semangat berbagi pengalaman, kreativitas, dan dedikasi para pendidik, ajang GTK Transformatif 2026 

diharapkan menjadi pemantik bagi peningkatan mutu pendidikan yang menjangkau seluruh peserta didik, termasuk mereka yang berada jauh dari pusat perkotaan.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo Pendidikan guru berprestasi desa terpencil Sofyan Puhi