Gorontalopost, LIMBOTO – Tantangan pengembangan Pisang Gapi di Kabupaten Gorontalo tidak berhenti ketika Program UPLAND berakhir.
Justru setelah dukungan program yang berlangsung pada 2021–2025 itu selesai, keberlanjutan produksi, pendampingan petani,
dan pemanfaatan fasilitas pertanian menjadi pekerjaan penting agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Buka Jalan Anak Berprestasi ke SNT 6, Bone Bolango Bidik Sekolah Unggulan di Tiap Kecamatan
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengangkat persoalan tersebut saat membuka Rapat Evaluasi Capaian Pelaksanaan Program UPLAND Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 di Hotel Aston Gorontalo, Jumat (16/10/2026).
Ia mengingatkan bahwa berakhirnya program tidak semestinya membuat pembinaan petani maupun pengembangan komoditas unggulan ikut terhenti.
Menurut Sofyan, infrastruktur pertanian, peralatan pengolahan, dan fasilitas yang telah dibangun harus terus digunakan untuk mendukung aktivitas produksi.
Pemerintah daerah bersama penyuluh, fasilitator, dan pemerintah desa diharapkan memastikan seluruh hasil investasi tersebut tetap produktif dan memberi nilai tambah bagi petani.
Pisang Gapi yang dikembangkan di kawasan Dulamayo Selatan, Telaga Puncak, hingga Pulubala dinilai memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Komoditas ini berpotensi memenuhi kebutuhan program gizi, memasok industri, serta menjadi bahan baku aneka olahan pangan UMKM.
Namun, potensi pasar tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan produksi yang terencana, rantai pasok yang terintegrasi, dan pendampingan yang tidak terputus.
Baca Juga: Polda Gelar Sholat Istisqo, Doa untuk Keselamatan dan Kebutuhan Air Warga
Karena itu, evaluasi program menjadi momentum untuk melihat sejauh mana hasil kegiatan dapat dipertahankan sekaligus dikembangkan setelah masa pelaksanaan berakhir.
Pertemuan tersebut melibatkan Wakil Bupati Gorontalo, Sekretaris Daerah, jajaran organisasi perangkat daerah,
pemerintah desa pengampu program, penyuluh pertanian, fasilitator, akademisi, serta pakar pertanian.
Pemerintah daerah berharap sinergi seluruh pihak dapat menjaga keberlanjutan Pisang Gapi
sehingga fasilitas yang telah tersedia tidak sekadar menjadi peninggalan program, tetapi terus mendukung produktivitas dan peluang ekonomi petani.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang