Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Tak Perlu Ragu, Angka Kegagalan Operasi Bypass Jantung Kecil di Indonesia

Administrator • Senin, 3 April 2023 | 04:44 WIB
OPERASI LANCAR: Dokter Yan Efrata Sembiring (kanan) memimpin operasi Yasin Ari Setyawan di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu RSUD dr Soetomo, Surabaya (1/4). Operasi tersebut memakan waktu sekitar lima jam. (ROBERTUS RISKY/JAWA POS)
OPERASI LANCAR: Dokter Yan Efrata Sembiring (kanan) memimpin operasi Yasin Ari Setyawan di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu RSUD dr Soetomo, Surabaya (1/4). Operasi tersebut memakan waktu sekitar lima jam. (ROBERTUS RISKY/JAWA POS)
GORONTALOPOST.ID - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia. Data dari Global Burden of Desease dan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) tahun 2014-2019 menyatakan penyakit jantung sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Dari banyak gangguan jantung, penyakit jantung  koroner menjadi salah satu kasus yang tak jarang ditemukan di Tanah Air. Beruntungnya, pengobatan penyakit yang menyumbat pembuluh darah koroner itu dapat diobati dengan operasi bypass jantung. Operasi bypass jantung adalah tindakan untuk mengatasi penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah arteri koroner pada pasien penyakit jantung  koroner. Prosedur ini dilakukan untuk mengalihkan fungsi arteri koroner yang rusak, menggunakan cangkokan pembuluh darah baru dari organ tubuh lain. Dengan teknologi yang semakin maju, Dokter Spesialis Konsultan Bedah Toraks Kardiovaskular Rumah Sakit Mayapada dr. Yan Efrata Sembiring,sp. BTKV (K) menyatakan bahwa tingkat kegagalan operasi ini sudah sangat kecil. "Dengan angka kegagalannya kecil sekali, kita cuma di angka 1-2 persen. Jadi gak usah takut. Pulihnya juga cepat," ujar dr. Yan kepada JawaPos.com, Jumat (31/3). "Kami tekankan kepada masyarakat bahwa operasi jantung bypass, saat ini adalah operasi yang sudah rutin," imbuhnya. Dengan operasi bypass  yang rata-rata berlangsung selama 4-6 jam dan dengan teknologi yang mumpuni itu, ia mengatakan bahwa pasien bisa pulih dalam waktu paling lama satu minggu. "Hanya satu-dua hari di ICU, kemudian 5-7 hari di ruangan paling lama, itu pasti udah bisa kembali ke rumah," tegas dr. Yan. Setelah melalui serangkaian operasi bypass  jantung tersebut, alumni Universitas Airlangga itu menyebut bahwa pasien akan merasa lega di bagian dada. Pasien juga tak akan lagi merasa sesak seperti sebelum operasi. "Dia terbebas dari serangan jantung mendadak yang bisa mengakibatkan kematian," ungkapnya. Dalam proses operasinya sendiri, dr. Yan mengatakan bahwa dokter akan melakukan cangkok pembuluh darah yang diambil dari bagian tubuh lain pasien, bisa dari pembuluh darah di kaki, di tangan, maupun di bawah tulang dada. "Yang itu yang dijadikan bahan untuk membypass tadi," urainya. Lantas, saat kondisi seperti seseorang dapat melakukan operasi bypass  jantung ini? dr. Yan mengatakan bahwa operasi ini akan dilakukan tentu dengan rekomendasi dari dokter. "Biasanya orang dengan penyakit jantung  memiliki ciri sejumlah keluhan, seperti nyeri di dada dan berbagai keluhan lainnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap pasien," jelasnya. Setelah melalui berbagai pemeriksaan, jika memang dibutuhkan untuk melakukan operasi bypass  jantung, tentu katanya, dokter yang bersangkutan akan menyarankan untuk melakukan operasi tersebut. Di Rumah Sakit Mayapada sendiri, dr. Yan menyebut bahwa semua alat-alat kesehatan untuk melakukan operasi bypass  jantung sudah memadai lantaran tergolong canggih. "Tentu dengan rumah sakit yang baru, alat-alatnya tergolong canggih, teknologi terbaru memungkinkan pasien segera pulih," pungkasnya.(Jawapos) Editor : Administrator
#jantung koroner #penyakit jantung #Operasi Bypass #gangguan jantung