GORONTALOPOST - Anggota Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Paulus Januar, memperingatkan bahwa descending necrotizing mediastinitis (DNM) dapat menjadi faktor pemicu kematian pada kasus gigi berlubang.
Menurut Paulus Januar, DNM dapat berasal dari tenggorokan atau rongga mulut serta jaringan sekitar tenggorokan. Bakteri Streptokokus dan Staphylococcus menjadi penyebab utama penyakit ini, yang menjalar ke daerah mediastinum, ruang di antara organ paru-paru. Bakteri ini memiliki potensi merusak jaringan mediastinum yang dapat berujung pada kematian.
Paulus juga mengklarifikasi bahwa DNM tidak selalu berasal dari infeksi jaringan gigi dan mulut. Lebih sering, DNM terjadi karena infeksi yang berasal dari tenggorokan dan kemudian menyebar ke daerah mediastinum, menginfeksi dan merusak jaringan di sana.
Jika DNM berasal dari jaringan gigi dan mulut, ini disebut sebagai infeksi fokal, yaitu infeksi di satu bagian tubuh seperti tenggorokan atau jaringan gigi dan mulut yang dapat berdampak pada bagian tubuh lain. Namun, konsep infeksi fokal tetap menjadi subjek perdebatan dan penelitian yang berkelanjutan.
Paulus Januar juga menjelaskan gejala yang muncul sebagai tanda bahaya DNM, yang melibatkan masalah gigi dan mulut, demam, pembengkakan, kesulitan bernapas, dan nyeri parah di daerah dada. Keadaan ini dapat memburuk seiring berjalannya waktu dan berpotensi berakhir dengan kematian.
Meskipun penyakit DNM jarang terjadi, Paulus mendorong masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka. Bila mengalami masalah gigi dan mulut, segera konsultasikan dengan dokter untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
"Ini adalah informasi yang saya sampaikan sesuai dengan pengetahuan saya dalam bidang kesehatan gigi masyarakat, di mana salah satu peran saya adalah memberikan informasi kesehatan gigi kepada masyarakat," ujarnya.
Sebelumnya, cerita tentang DNM menjadi perbincangan di media sosial berdasarkan kisah seorang penderita gigi berlubang yang mengabaikan perawatan medis. Kisah itu dibagikan melalui akun Twitter @TrinityTraveler pada tanggal 31 Agustus.
Beberapa minggu sebelumnya, seorang penderita gigi berlubang di bagian geraham memilih untuk mengonsumsi obat pereda nyeri dan obat kumur tanpa berkonsultasi dengan dokter. Awalnya, kondisi pasien nampak baik, tetapi kemudian muncul pembengkakan di pipi dan leher yang mirip dengan penyakit gondongan.
Kondisi pasien semakin memburuk, ditandai dengan munculnya nanah di area pembengkakan, hingga akhirnya pasien kehilangan kesadaran dan harus dirawat di unit perawatan intensif Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Tim medis setempat mendiagnosis pasien menderita penyakit DNM. Meskipun menjalani perawatan selama 28 hari, pasien akhirnya meninggal dunia akibat keparahan penyakit yang dideritanya. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey