GORONTALOPOST - Pernahkah Anda mengalami ketindihan saat tidur? Sensasi seperti ada yang menekan Anda mungkin membuat Anda merasa ada makhluk halus di dekat Anda.
Mitos tentang ketindihan saat tidur telah berkembang dan dipercayai oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia, seringkali dihubungkan dengan elemen mistis.
Namun, dalam dunia medis, ketindihan ini dikenal sebagai sleep paralysis, yaitu gangguan tidur yang membuat seseorang kesulitan menggerakkan tubuhnya, bahkan saat ia sadar.
Gangguan ini sering terjadi saat seseorang berada di fase peralihan antara tertidur dan terbangun.
Dikutip dari laman Siloam Hospitals pada Selasa (7/11), sleep paralysis dibagi menjadi dua jenis, yaitu hypnopompic sleep paralysis dan hypnagogic sleep paralysis. Berikut penjelasannya.
1. Hypnopompic Sleep Paralysis
Fenomena ini terjadi ketika seseorang terbangun secara tiba-tiba saat otak belum siap mengirimkan sinyal bangun pada otot. Akibatnya, tubuh tidak dapat digerakkan sekalipun sudah dalam keadaan sadar.
2. Hypnagogic Sleep Paralysis
Pada saat orang baru saja tidur, tubuh akan memasuki fase NREM (non-rapid eye movement) atau dikenal dengan sebutan tidur ayam dan mengalami relaksasi otot.
Pada fase, seseorang yang tiba-tiba tersadar saat tidur akan menimbulkan sensasi seakan tidak dapat bergerak.
Adapun beberapa penyebab terjadinya fase tindihan saat tidur, diantaranya:
- Waktu tidur yang tidak cukup.
- Mengalami stres berat.
- Adanya gangguan mental, seperti depresi, bipolar, atauanxiety disorder.
- Mengonsumsi obat-obatan tertentu.
- Kebiasaan merokok.
- Perubahan pola tidur atau tidur di tempat yang tidak nyaman.
- Konsumsi kafein dan minuman beralkohol secara berlebihan.
Tanda seseorang dikatakan mengalami sleep paralysis adalah tidak dapat berbicara dan menggerakkan tubuh saat sedang tertidur atau hendak bangun tidur.
Gejala ini dapat berlangsung selama beberapa detik atau menit dan kerap dibarengi dengan halusinasi, seperti:
1. Intruder Hallucination
Halusinasi akan adanya penyusup, seperti ada sesuatu yang masuk ke dalam kamar.
2. Incubus Hallucination
Halusinasi adanya penindih atau pencekik, seperti ada seseorang yang mencekik tubuh.
3. Vestibular Motor Hallucination
Merasa tubuh seakan melayang atau terbang.
Sleep paralysis juga merupakan kondisi yang tidak memerlukan penanganan medis dan dapat membaik seiring dengan berjalannya waktu.
Cara menghindari fenomena ini dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan tidur yang baik, di antaranya yaitu:
1. Tidur cukup
Tidak memiliki waktu yang cukup untuk tidur bisa memicu terjadinya tindihan. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu mencukupi waktu tidur selama 7-9 jam per hari.
Serta hindari empat kegiatan berikut untuk membantu memperoleh kualitas tidur yang baik.
- Minum kopi saat menjelang tidur.
- Bermain ponsel saat menjelang tidur.
- Olahraga berat pada malam hari
- Makan terlalu banyak sebelum tidur dapat meningkatkan risiko asam lambung naik
2. Biasakan tidur dan bangun di jam yang sama
Cara lain untuk mengatasi sleep paralysis adalah dengan membiasakan diri tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, sekalipun saat sedang kondisi libur.
Kebiasaan ini akan mendukung jam biologis tubuh dan keseluruhan fungsi pada tubuh untuk bekerja secara optimal.
3. Melakukan perawatan lanjutan
Langkah terakhir ini tidak wajib untuk dilakukan, dengan meningkatkan kualitas pola tidur yang baik sudah cukup membantu dalam mengatasi fenomena tindihan ini.
Tetapi, tak jarang pula ada penderita yang membutuhkan perawatan lebih lanjut bersama dokter yang disebabkan oleh kondisinya tak kunjung membaik. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey