Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Vape Lebih Aman Ketimbang Rokok Ternyata Hoaks !

Azis Manansang • Minggu, 26 November 2023 | 00:00 WIB

 

ILUSTRASI: Vape (Pixabay)
ILUSTRASI: Vape (Pixabay)


Gorontalopost.Id – Informasi yang menyatakan bahwa rokok elektrik alias vape lebih aman atau lebih sehat dari rokok.

Dibantah Guru Besar Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. Elisna Syahrudin, PhD, SpP(K).

“Vape dikatakan lebih baik dari rokok adalah suatu hoaks. Ini adalah informasi yang sangat keliru,” ungkapnya pada gelar wicara bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) di Jakarta, kemarin (24/11/23).

Baca Juga: Enam Cara Meredakan Perut Kembung

Sejak beberapa tahun terakhir, industri rokok elektrik semakin meluas dan diminati oleh banyak orang. Maraknya opsi varian rasa dengan bentuk yang unik pun membuatnya semakin menarik.

Bahkan, tak sedikit merk rokok elektrik yang berani klaim produknya ‘lebih aman’ dari rokok tradisional dan mengajak perokok untuk berpindah menggunakan vape.

Dikutip dari Antara, Elisna menyatakan bahwa hal tersebut membuat kalangan dokter semakin khawatir.

Sebab, berdasarkan penelitian, unsur-unsur karsinogen atau zat yang berpotensi menyebabkan kanker dengan jelas ditemukan pada asap atau uap yang dihasilkan oleh vape.

Baca Juga: Gibran Rakabuming Hadir, Peserta Jalan Sehat di Makassar Sulawesi Selatan Membludak

Klaim bahwa vape lebih aman dari segi kesehatan muncul salah satunya karena rokok elektrik tidak memiliki kandungan total aerosol residue (TAR) seperti pada rokok tradisional.

Namun, Elisna dengan tegas mengatakan bahwa penyebab kanker, utamanya pada paru bukan hanya disebabkan oleh kandungan TAR.

“Penyebab kanker bukan TAR saja, ada 40 jenis zat penyebab kanker yang terkandung di dalam asap rokok dan asap vape. Tidak ada vape yang terbebas dari unsur itu, sampai sekarang tidak ada,” ungkap Elisna.

Lebih lanjut, Elisna juga menjelaskan bahwa saat merokok, berbagai bahan kimia berbahaya, seperti nikotin, tar, benzena, karbon monoksida.

Baca Juga: Dua Penambang Kabilasa Gorontalo Tewas Tertimpa Pohon di Tambang Ilegal Taluditi

Dan puluhan zat karsinogen lainnya masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan hingga kerusakan pada DNA sel paru-paru.

Proses inilah yang dapat menyebabkan pertumbuhan pada sel-sel kanker yang menjadi tidak terkendali.

Ia menyarankan pada masyarakat untuk tidak termakan oleh klaim-klaim menyesatkan yang dinyatakan oleh produk rokok elektronik apapun.

Meski demikian menghindari segala jenis rokok adalah pilihan yang terbaik untuk kesehatan.(jpc)

Editor : Azis Manansang
#ROKOK #vape #hoaks #kesehatan