GORONTALOPOST - Dalam dunia kesehatan mata, mitos-mitos seputar perawatan dan kondisi mata sering kali menjadi perdebatan. Namun, Prof. Diany Yogiantoro, seorang pakar kesehatan mata dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata RSUD dr. Soetomo – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, membawa fakta-fakta yang penting untuk diluruskan.
Mitos Pertama: Membaca dalam Kondisi Remang-remang Merusak Mata
Banyak yang percaya bahwa membaca dalam cahaya yang redup dapat merusak mata. Namun menurut konsensus para ahli mata, hal ini tidak benar. Menurut penelitian dari British Medical Journal, membaca dalam cahaya rendah hanya menyebabkan ketegangan mata, bukan kerusakan permanen.
Mitos Kedua: Membaca Sambil Tiduran Menyebabkan Rabun Jauh
Ternyata, posisi tiduran saat membaca tidak memicu rabun jauh (mata minus). Rabun jauh disebabkan oleh faktor-faktor lain seperti perubahan pada kornea atau lensa mata. Namun, membaca dalam posisi tiduran bisa menyebabkan ketegangan mata yang sementara, seperti mata perih atau sakit kepala.
Mitos Ketiga: Terlalu Sering di Depan Komputer atau TV Merusak Mata
Seringnya berada di depan komputer atau televisi bisa membuat mata lebih jarang berkedip, menyebabkan mata menjadi kering dan lelah. Untuk mengurangi ketegangan mata, disarankan untuk beristirahat sejenak dan mengalihkan fokus penglihatan setiap 15-30 menit.
Mitos Keempat: Makan Banyak Wortel Dapat Menyembuhkan Rabun Jauh
Wortel memang kaya akan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata, namun tidak bisa menyembuhkan rabun jauh. Rabun jauh disebabkan oleh perubahan pada mata itu sendiri, bukan karena kekurangan vitamin A. Konsumsi wortel bisa membantu dalam mencegah gangguan mata akibat kekurangan vitamin A, namun tidak akan menyembuhkan rabun jauh.
Mitos Kelima: Kacamata Harus Dipakai Terus agar Mata Tidak Semakin Parah
Meskipun kacamata adalah alat bantu penglihatan yang penting, pemakaiannya tidak memengaruhi kesehatan mata. Tidak menggunakan kacamata tidak akan merusak mata secara permanen, namun bisa membuat mata menjadi tidak nyaman sementara waktu. Penggunaan kacamata membantu mata untuk melihat dengan lebih jelas tanpa membuat mata bekerja terlalu keras.
Dengan demikian, melalui penjelasan yang diberikan oleh Prof. Diany Yogiantoro, kita dapat memahami bahwa banyak mitos seputar kesehatan mata yang sebaiknya diluruskan dengan fakta-fakta yang benar. Dengan pengetahuan yang tepat, kita dapat menjaga kesehatan mata dengan lebih baik dan menghindari pemahaman yang keliru. (***)
Editor : Tesalonika Pontororing