Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Ternyata Suhu Panas Berpotensi Mengancam Penglihatan Mata

Tesalonika Pontororing • Rabu, 20 Maret 2024 | 14:59 WIB

Ilustrasi Panas Mata
Ilustrasi Panas Mata
GORONTALOPOST - Sebuah penelitian terbaru dari para peneliti Kanada telah mengungkapkan implikasi tambahan dari pemanasan global yang terus terjadi akibat perubahan iklim. Studi ini menemukan bahwa suhu yang lebih tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan, terutama pada orang dewasa di Amerika yang berusia 65 tahun ke atas.

Dilansir dari CTV News pada Minggu (29/10/2023), penelitian ini, yang merupakan studi berskala besar pertama dalam bidangnya, meneliti korelasi antara suhu tinggi dan masalah penglihatan. Para peneliti memantau suhu rata-rata di berbagai wilayah Amerika Serikat dan menemukan bahwa kemungkinan mengalami gangguan penglihatan serius meningkat sebanyak 44 persen bagi mereka yang tinggal di daerah dengan suhu rata-rata lebih dari 15,5 derajat Celcius dibandingkan dengan daerah yang lebih dingin.

Esme Fuller-Thomson, direktur Institute of Life Course and Aging di University of Toronto, menyatakan bahwa temuan ini sangat mengkhawatirkan, terutama dengan adanya prediksi peningkatan suhu global akibat perubahan iklim. Dia menekankan pentingnya untuk memantau apakah prevalensi gangguan penglihatan di kalangan lansia akan meningkat di masa depan.

Studi ini melibatkan lebih dari 1,7 juta orang Amerika dewasa berusia 65 tahun ke atas dan telah dipublikasikan di jurnal Ophthalmic Epidemiology. Para peneliti menemukan bahwa korelasi antara suhu dan gangguan penglihatan tetap ada, bahkan setelah mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, dan tingkat pendidikan partisipan.

Baca Juga: Mengucek Mata Bisa Membahayakan, Kenali Gejala dan Pencegahan

Menariknya, hubungan ini konsisten pada berbagai faktor demografis, termasuk pendapatan. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami secara lebih rinci bagaimana panas yang tinggi memengaruhi kesehatan mata manusia.

Para peneliti berspekulasi bahwa peningkatan paparan sinar ultraviolet, tingkat polusi udara yang lebih tinggi, atau penurunan kualitas asam folat akibat suhu yang lebih tinggi mungkin menjadi penyebabnya. Namun, perlu diingat bahwa studi ini dirancang hanya untuk menetapkan adanya hubungan, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengungkapkan mekanisme yang lebih detail.

Temuan ini memberikan wawasan penting tentang dampak perubahan iklim pada kesehatan manusia, terutama pada populasi rentan seperti lansia. Langkah-langkah lebih lanjut diperlukan untuk memahami dan mengatasi risiko gangguan penglihatan yang mungkin dihadapi oleh populasi ini di masa depan. (***)

Editor : Tesalonika Pontororing
#kesehatan mata #suhu tinggi #Penglihatan