Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Sering Dianggap Sama, Ternyata Beras Shirataki dan Beras Porang Punya Perbedaan Penting!

Nur Fadilah • Selasa, 27 Agustus 2024 | 11:00 WIB

Ilustrasi: Beras porang dan beras Shirataki
Ilustrasi: Beras porang dan beras Shirataki

GORONTALOPOST
-Beras shirataki dan beras porang belakangan ini semakin populer, terutama di kalangan mereka yang sedang menjalani pola hidup sehat atau diet rendah kalori.

Keduanya dikenal sebagai alternatif yang lebih sehat dibandingkan dengan beras putih biasa.

Meski demikian, masih banyak yang salah kaprah dan mengira bahwa beras shirataki dan beras porang adalah satu produk yang sama. Padahal, meskipun keduanya memiliki tampilan yang mirip, mereka berasal dari tanaman yang berbeda dan memiliki karakteristik yang berbeda pula.

1. Asal Usul Tanaman

Beras shirataki terbuat dari umbi tanaman konjak (Amorphophallus konjac) yang berasal dari Asia Timur, terutama Jepang dan Tiongkok.

Tanaman konjak telah lama digunakan dalam berbagai masakan tradisional di Jepang, terutama dalam bentuk mi shirataki yang terkenal rendah kalori.

Sementara itu, beras porang berasal dari umbi tanaman porang (Amorphophallus muelleri), yang banyak ditemukan di Indonesia.

Tanaman ini juga dikenal dengan nama iles-iles dan telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan serta bahan baku industri.

2. Proses Produksi

Meskipun keduanya berasal dari umbi tanaman, proses produksi beras shirataki dan beras porang sedikit berbeda. Beras shirataki diproduksi dengan cara mengekstraksi glukomanan, serat alami yang terkandung dalam umbi konjak, kemudian dibentuk menjadi butiran menyerupai nasi.

Hasilnya adalah produk dengan tekstur kenyal dan transparan, yang hampir tidak mengandung kalori.

Beras porang, di sisi lain, diproses dari umbi porang yang dikeringkan dan dihaluskan menjadi tepung.

Tepung ini kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan butiran beras dengan tekstur yang lebih padat dibandingkan shirataki, namun tetap lebih rendah kalori daripada beras putih biasa.

3. Kandungan Nutrisi

Salah satu alasan mengapa beras shirataki dan beras porang banyak diminati adalah kandungan kalorinya yang sangat rendah. Beras shirataki hampir tidak mengandung kalori sama sekali, dengan sebagian besar komposisinya terdiri dari air dan serat glukomanan.

Kandungan serat ini membantu membuat perut kenyang lebih lama, sehingga cocok untuk mereka yang sedang berusaha menurunkan berat badan.

Beras porang juga memiliki kalori yang rendah, namun sedikit lebih tinggi dibandingkan beras shirataki karena masih mengandung sedikit karbohidrat.

Meski demikian, beras porang tetap jauh lebih rendah kalori dibandingkan beras putih, sehingga tetap menjadi pilihan yang baik bagi mereka yang ingin menjaga asupan kalori.

4. Manfaat Kesehatan

Baik beras shirataki maupun beras porang memiliki manfaat kesehatan yang signifikan. Kandungan serat glukomanan pada beras shirataki dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan kolesterol, serta meningkatkan kesehatan pencernaan.

Ini menjadikan beras shirataki pilihan yang baik untuk penderita diabetes atau mereka yang ingin mengontrol berat badan.

Beras porang, meskipun juga bermanfaat untuk kesehatan pencernaan, memiliki tambahan manfaat sebagai sumber prebiotik yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus.

Selain itu, umbi porang diketahui mengandung senyawa yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

5. Tekstur dan Rasa

Dalam hal tekstur, beras shirataki cenderung lebih kenyal dan sedikit lebih licin dibandingkan beras porang. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan air dalam beras shirataki.

Rasanya sendiri netral, sehingga mudah menyerap rasa dari bumbu atau lauk yang disajikan bersama.

Beras porang, di sisi lain, memiliki tekstur yang lebih mirip dengan beras biasa, meski sedikit lebih lembut. Rasanya juga cukup netral, sehingga cocok untuk berbagai jenis hidangan.

"Meskipun beras shirataki dan beras porang sering dikira sama, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dari segi asal tanaman, proses produksi, hingga kandungan nutrisi dan manfaat kesehatannya.

Kedua jenis beras ini menawarkan alternatif yang lebih sehat bagi mereka yang ingin mengurangi asupan kalori, namun dengan karakteristik yang berbeda.

Jadi, pilihan antara beras shirataki dan beras porang bisa disesuaikan dengan preferensi tekstur, rasa, serta kebutuhan diet masing-masing.(alodokter)

Editor : Nur Fadilah
#beras porang #Beras Shirataki