GORONTALOPOST - Memar sering kali muncul akibat cedera atau benturan pada tubuh yang menyebabkan pembuluh darah pecah. Warna gelap yang timbul, seperti biru, merah, atau ungu, sering kali membuat kita merasa khawatir.
Meskipun memar umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu dua minggu, penggunaan obat memar dapat membantu mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi rasa sakit yang menyertainya.
Memar terbentuk ketika pembuluh darah di bawah kulit pecah akibat benturan keras.
Darah yang merembes keluar ini akan membeku di sekitar pembuluh yang rusak, menghasilkan warna kebiruan atau keunguan pada area yang terluka.
Meskipun tubuh dapat menyembuhkan memar secara alami, proses ini memakan waktu. Oleh karena itu, mengobati memar dengan obat yang tepat dapat mempercepat pemulihan dan mengurangi ketidaknyamanan.
Melansir dari Alodokter, berikut adalah beberapa obat memar yang efektif, yang bisa Anda temukan di apotek tanpa resep dokter:
1. Thrombophob Gel
Thrombophob Gel merupakan pilihan utama untuk mengatasi memar akibat cedera, terutama bagi mereka yang aktif berolahraga.
Obat ini mengandung heparin sodium, yang berfungsi sebagai pengencer darah. Dengan memperlancar aliran darah, Thrombophob Gel membantu mempercepat penyembuhan memar.
Penggunaannya cukup mudah, cukup oleskan 2–3 kali sehari pada area yang memar, kecuali jika terdapat luka terbuka.
2. Thrombophob Salep
Jika Anda mencari salep yang lebih lengkap, Thrombophob Salep bisa menjadi pilihan yang baik.
Selain mengandung heparin untuk mencegah penggumpalan darah, salep ini juga mengandung benzyl nicotinate, yang membantu melebarkan pembuluh darah.
Hal ini meningkatkan aliran darah dan mengurangi peradangan yang sering menyertai memar. Gunakan salep ini 2–3 kali sehari pada area yang cedera.
3. Thrombogel
Serupa dengan Thrombophob, Thrombogel juga mengandung heparin sodium, yang mencegah pembekuan darah dan membantu mengurangi pembengkakan di area memar.
Obat ini mudah ditemukan di apotek dan bisa digunakan 2–3 kali sehari.
4. Panadol
Jika memar disertai dengan rasa nyeri, Panadol bisa menjadi pilihan yang tepat. Obat ini mengandung paracetamol, yang bekerja mengurangi rasa sakit dengan mempengaruhi pusat pengaturan nyeri di otak.
Panadol bisa dikonsumsi 3 kali sehari untuk meredakan nyeri akibat memar.
5. Farsifen
Jika selain nyeri, memar juga menyebabkan pembengkakan, Anda bisa mengandalkan Farsifen. Obat ini mengandung ibuprofen, yang efektif mengurangi peradangan, nyeri, dan pembengkakan. Farsifen bisa dikonsumsi 1–2 kaplet 3–4 kali sehari untuk mengatasi gejala tersebut.
Tips Perawatan Memar Agar Tidak Makin Parah
Selain menggunakan obat-obatan, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk membantu memar sembuh lebih cepat:
- Kompres dengan Es: Segera kompres area yang memar dengan es untuk mengurangi pembengkakan. Lakukan kompres es dalam 20 menit per sesi, beberapa kali sehari.
- Tinggikan Area yang Memar: Cobalah untuk mengangkat area tubuh yang memar agar posisinya lebih tinggi dari jantung. Ini akan membantu melancarkan aliran darah ke area tersebut dan mengurangi pembengkakan.
- Kompres Hangat: Setelah 48 jam, Anda bisa mengompres area memar dengan handuk hangat selama 10 menit, 2–3 kali sehari, untuk membantu memperlancar peredaran darah dan mempercepat proses penyembuhan.
Memar umumnya bisa sembuh dengan obat-obatan dan perawatan rumahan seperti yang disebutkan di atas. Namun, jika Anda mengalami gejala berikut, segera konsultasikan dengan dokter:
- Memar semakin besar dan tidak membaik setelah beberapa hari.
- Nyeri yang intens dan terus-menerus.
- Memar muncul tanpa alasan jelas atau tanpa adanya cedera yang jelas.
Dokter akan memberikan penanganan yang lebih tepat jika diperlukan, seperti perawatan medis untuk mencegah komplikasi atau cedera internal. (*)
Editor : Tina Mamangkey