Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Enak Tapi Berisiko, Makanan Dibakar Mengandung Zat Pemicu Kanker

Nur Fadilah • Jumat, 9 Mei 2025 | 10:18 WIB

 

ilustrasi Hati-Hati! Makanan yang Dibakar Bisa Picu Kanker, Begini Penjelasannya / freepik
ilustrasi Hati-Hati! Makanan yang Dibakar Bisa Picu Kanker, Begini Penjelasannya / freepik

GORONTALOPOST
-Makanan yang dibakar memang menggoda selera. Aroma asap yang khas dan cita rasa gurih membuat sajian seperti sate, ikan bakar, hingga ayam panggang menjadi favorit banyak orang.

Namun di balik kenikmatannya, ada risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Salah satunya adalah potensi memicu kanker. Lho, kok bisa?

Proses Pembakaran dan Zat Berbahaya

Saat makanan dibakar, terutama daging merah atau unggas, suhu tinggi menyebabkan lemak menetes ke bara api.

Proses ini menghasilkan asap yang mengandung senyawa kimia berbahaya seperti polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH). Asap ini kemudian menempel pada permukaan makanan yang dibakar.

Tak hanya itu, proses pembakaran juga dapat menghasilkan heterosiklik amina (HCA), senyawa yang terbentuk saat asam amino, gula, dan kreatin dalam daging bereaksi akibat suhu tinggi.

Baik PAH maupun HCA diketahui bersifat karsinogenik, yaitu dapat memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

Penelitian yang Mendukung

Badan penelitian kanker internasional (IARC), bagian dari WHO, mengklasifikasikan PAH dan HCA sebagai zat yang mungkin bersifat karsinogenik bagi manusia.

Studi menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang dimasak dengan suhu sangat tinggi, termasuk dibakar, dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, pankreas, dan prostat.

Bukan Berarti Harus Pantang

Meski terdengar menakutkan, bukan berarti Anda harus langsung menghindari semua makanan yang dibakar. Yang perlu dilakukan adalah mengurangi frekuensinya dan memperhatikan cara memasaknya. Berikut beberapa tips aman:

Gunakan api kecil hingga sedang untuk menghindari gosong berlebih.
Balik makanan secara rutin agar tidak terbakar pada satu sisi.


Gunakan bumbu marinasi seperti bawang putih, lemon, atau cuka yang terbukti dapat mengurangi pembentukan HCA.


Hindari bagian yang gosong karena bagian ini mengandung konsentrasi zat berbahaya tertinggi.


Lengkapi dengan sayuran, karena serat dan antioksidan dalam sayuran membantu tubuh menangkal efek negatif dari zat karsinogenik.

Bijak Menikmati, Sehat Tetap Terjaga

Makanan bakar bukan musuh, tapi cara kita mengolah dan mengonsumsinya yang perlu diperhatikan.

Sesekali menikmati sate atau ikan bakar tentu tak jadi masalah, asalkan tetap seimbang dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.(jpg)

 

Editor : Nur Fadilah
#makanan #kanker #kesehatan