Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Diet Garam, Langkah Sederhana Turunkan Risiko Hipertensi dan Serangan Jantung

Nur Fadilah • Rabu, 26 November 2025 | 13:34 WIB


Ilustrasi seseorang yang sedang menaburkan garam. (freepik)
Ilustrasi seseorang yang sedang menaburkan garam. (freepik)

 

GORONTALOPOST -Asupan garam sering kali terasa sepele, padahal pengaruhnya terhadap kesehatan sangat besar. Konsumsi garam berlebih menjadi salah satu pemicu utama hipertensi, yang kemudian meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Di Indonesia, tingkat konsumsi garam rata-rata masyarakat masih jauh di atas batas aman yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Maka dari itu, menjalankan diet rendah garam bukan sekadar tren, tetapi langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Berikut beberapa tips praktis yang mudah diterapkan dalam keseharian.

1. Kenali Batas Aman Konsumsi Garam

WHO merekomendasikan konsumsi garam tidak lebih dari 5 gram per hari atau setara satu sendok teh. Batas ini termasuk garam yang sudah ada dalam makanan olahan dan camilan. Dengan memahami batas ini, Anda bisa lebih bijak mengatur pola makan.

2. Kurangi Makanan Olahan dan Kemasan

Makanan seperti sosis, nugget, mi instan, keripik, dan camilan kemasan mengandung natrium tinggi yang menjadi penyumbang terbesar asupan garam. Batasi konsumsinya dan pilih makanan segar seperti sayur, buah, ikan, dan daging tanpa pengawet.

3. Periksa Label Nutrisi

Saat berbelanja, biasakan membaca label nutrisi. Pilih produk dengan kandungan natrium rendah atau bertanda “low sodium”. Produk yang terlihat kecil dan sederhana pun sering mengandung garam tinggi, jadi jangan abaikan informasi ini.

4. Gunakan Bumbu Alami sebagai Pengganti Garam

Tidak perlu khawatir makanan jadi hambar. Anda bisa menggunakan bawang putih, bawang merah, jahe, lada, kunyit, daun jeruk, daun salam, hingga rempah lainnya untuk menambah cita rasa. Bumbu alami tidak hanya membuat makanan lebih lezat, tetapi juga menambah manfaat kesehatan.

5. Hindari Kebiasaan Menambah Garam di Meja Makan

Tanpa disadari, kebiasaan menambahkan garam setelah makanan disajikan membuat konsumsi natrium melonjak. Cobalah hilangkan kebiasaan ini dan rasakan cita rasa asli makanan.

6. Batasi Konsumsi Saus dan Kecap

Saus sambal, saus tomat, kecap, dan bumbu siap pakai biasanya mengandung garam tinggi. Gunakan secukupnya atau pilih versi rendah garam jika tersedia.

7. Perbanyak Makanan Kaya Kalium

Kalium membantu menurunkan tekanan darah dengan menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh. Konsumsilah makanan seperti pisang, alpukat, tomat, bayam, dan kacang-kacangan untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

8. Perbanyak Minum Air Putih

Minum cukup air membantu tubuh membuang natrium berlebih melalui urine. Selain itu, air putih mencegah tubuh salah menafsirkan rasa haus sebagai rasa lapar.

9. Masak Sendiri Lebih Sering

Makanan restoran atau warung biasanya menggunakan garam lebih banyak agar rasa lebih kuat. Dengan memasak sendiri, Anda bisa mengontrol seluruh bahan, termasuk jumlah garam yang digunakan.

10. Lakukan Pengurangan Garam Secara Bertahap

Jika langsung mengurangi garam terasa sulit, lakukan secara perlahan. Lidah akan beradaptasi dalam beberapa minggu, dan Anda akan mulai merasakan bahwa makanan dengan garam berlebih justru terasa terlalu asin.

Manfaat Nyata Diet Rendah Garam

Melakukan diet garam secara konsisten dapat memberikan berbagai manfaat, antara lain:

Diet garam bukan berarti makan tanpa rasa. Dengan strategi yang tepat, Anda tetap bisa menikmati makanan lezat sekaligus menjaga kesehatan. Mulai sekarang, kendalikan asupan garam Anda dan rasakan manfaatnya bagi tubuh dalam jangka panjang.(jpg)

 

Editor : Nur Fadilah
#diet garam #hipertensi #Resiko