GORONTALOPOST - Museum kontroversial di Swedia, yang baru saja diresmikan, kini tengah menjadi sorotan di dunia maya berkat pendekatan yang benar-benar uniknya dalam memajang makanan menjijikkan.
Walaupun ide untuk memamerkan hidangan yang kontroversial mungkin mengundang tawa bagi beberapa orang, respon terhadap Museum Makanan Menjijikkan ini sangat beragam.
Museum ini bahkan menyediakan kantong muntah untuk setiap pengunjung sebagai langkah antisipasi, mengingat ragam hidangan aneh yang dipamerkan, mulai dari hidangan dengan serangga hingga tahu yang sudah basi.
Bahkan, jus asing pun ikut bersaing untuk mencuri perhatian para pengunjung.
Terletak di Malmö, Swedia, museum ini menampilkan makanan yang dianggap menjijikkan oleh sebagian orang, sementara juga menawarkan pengalaman yang unik bagi para pengunjung yang ingin menjelajahi dunia makanan yang tidak biasa.
Dilansir dari timestravel pada Kamis (9/11), berikut adalah deskripsi tentang beberapa makanan menjijikkan yang dipamerkan di Disgusting Foods Museum.
Namun, sebaiknya pengunjung tidak mengunjungi museum ini jika sedang makan atau berencana untuk makan di restoran dalam waktu dekat.
Konon, museum ini berlokasi di sebuah bangunan tua yang dulunya digunakan sebagai rumah pemotongan hewan di Malmo, sebuah kota di selatan Swedia.
Pameran ini merupakan hasil karya Samuel West, seorang mantan staf Museum of Failure. Beberapa pameran makanan yang dipajang melibatkan rasa yang ekstrem:
Hiu fermentasi Islandia
Gambaran rasa dari barang pameran ini disamakan dengan perasaan mengunyah kasur yang telah terkena air kencing, dan orang-orang yang telah mencobanya menggambarkannya sebagai makanan paling menjijikkan yang pernah mereka rasakan.
Babi guinea panggang dari Peru
Dibutuhkan keberanian yang luar biasa untuk mencicipi hidangan panggang Cuy ini, yakni resep babi guinea, meskipun hidangan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi kuliner Andean di Peru selama ribuan tahun.
Keju belatung dari Sardinia
Orang-orang di Sardinia, pulau terbesar kedua di Italia memiliki tradisi unik dalam merayakan makanan Casu marzu.
Tradisi ini adalah bagian penting dari warisan budaya mereka, yang melibatkan pengolahan keju yang terbuat dari susu domba dengan cara membiarkan larva atau belatung mengonsumsinya, mencernanya, dan menghilangkan asam yang memecahkan keju keras itu, sehingga mengubahnya menjadi tekstur krim.
Hiu tua atau beumur dari Islandia
Dikenal dengan nama Hákarl, hiu Greenland diolah dengan cara difermentasi dan dijemur hingga lima bulan untuk menghilangkan asam dari dagingnya, dan menjadi hidangan nasional Islandia.
Museum juga memajang hidangan-hidangan lain seperti kepala kelinci pedas, jus mata domba, sup buah kelelawar, dan jantung kobra.
Staf museum memastikan bahwa setiap pengunjung mencicipi setidaknya satu dari delapan puluh hidangan yang dipamerkan.
Pendiri museum, Andreas Ahrens, ingin memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk menjelajahi berbagai kuliner dunia dan melihat makanan dari sudut pandang yang unik.
Setelah berhasil di Swedia, Ahrens berencana membawa museum unik ini ke Eropa dan negara-negara lain di seluruh dunia.
Oleh karena itu, pengunjung harus siap menanggung risiko sendiri saat menjelajahi pameran tersebut.
Ternyata selain Museum Makanan Menjijikkan di Swedia, terdapat restoran dengan konsep serupa, dengan menyajikan makanan menjijikkan. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Restoran Tikus di China, yang memanggang tikus hidup-hidup di atas panggangan dan menyajikannya kepada pelanggan.
2. Restoran Makanan Sisa di Singapura, yang membungkus makanan sisa dari piring keluarga mereka dan menjualnya sebagai makanan baru.
3. Restoran Pizza di Amerika Serikat, yang meludahi makanan pelanggan sebelum disajikan.
4. Restoran Ojol di Indonesia, yang menuangkan kembali makanan pelanggan yang tumpah di perjalanan.
Restoran ini menawarkan pengalaman kuliner yang unik dengan hidangan-hidangan yang mungkin tidak semua orang berani coba. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey