GORONTALOPOST - Dalam era digital yang semakin canggih seperti sekarang, pengetahuan tentang hacking atau peretasan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Hal ini sangat relevan terutama bagi mereka yang aktif menggunakan perangkat digital, seperti smartphone, atau terlibat dalam rutinitas sehari-hari dengan laptop dan PC kantor. Menghadapi upaya peretasan memang bisa menjadi pengalaman yang menegangkan, tetapi firma riset dan keamanan siber, Kaspersky, memberikan panduan yang sangat berharga untuk membantu kita tetap tenang dan mengatasi situasi tersebut dengan bijak.
Kaspersky menyoroti bahwa situasi peretasan dapat bervariasi, dan sebagai respons, penting untuk tetap waspada tanpa harus panik.
Apa yang harus Anda lakukan untuk mencegah peretasan?
Jangan berikan informasi lebih jauhIni adalah aturan pertama dan paling mendasar yang bisa Anda terapkan tanpa ragu. Jika Anda mendapat kesan buruk dari situs web yang menanyakan nama, email, telepon, atau informasi kartu bank, segera tutup.
"Jika Anda sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon, meskipun mereka mengaku berasal dari bank atau dukungan teknis dan percakapan tersebut tampak sedikit aneh, segera tutup telepon dan jangan jawab jika mereka menelepon kembali," jelas Kaspersky melalui keterangannya.
Penipu sering kali menggunakan skema yang rumit, mereka mungkin menelepon dari nomor lain atau menghubungi Anda melalui pesan instan, atau mungkin berpura-pura menjadi orang lain atau dari organisasi lain.
Abaikan mereka. Jika Anda berkomunikasi melalui alat konferensi video seperti Zoom, akhiri diskusi dan tutup aplikasi. Atau langkah paling ekstrem adalah memutuskan sambungan perangkat dari internet.
Ini adalah poin penting jika Anda menginstal aplikasi apa pun atas permintaan seseorang, atau seseorang melakukan sesuatu di komputer Anda menggunakan alat kendali jarak jauh — termasuk Zoom, Skype, MS Teams, atau Google Meet.
Jika ini masalahnya, kemungkinan besar malware telah terpasang di komputer atau ponsel cerdas Anda. Untuk mencegah penjahat siber mengendalikan perangkat Anda dari jarak jauh, segera putuskan sambungan komputer/ponsel dari internet dengan mematikan WiFi dan data seluler.
Cara termudah dan tercepat untuk melakukannya adalah dengan mengaktifkan Mode Pesawat di ponsel, atau mencabut kabel Ethernet jika komputer Anda terhubung ke internet melalui salah satunya.
Selanjutnya, jika Anda mengunjungi situs web yang mencurigakan atau berbicara melalui telepon, cobalah mengingat informasi yang telah dimasukkan di situs tersebut atau bagikan dengan penelepon, seperti alamat dan nama, nomor telepon, nomor kartu bank, hingga mungkin kata sandi.
Jika Anda hanya membagikan nama, alamat, dan nomor telepon, tidak diperlukan tindakan lebih lanjut, namun tetap waspada, kemungkinan besar penipu akan mencoba menyerang kembali berdasarkan data Anda, mungkin menggunakan penipuan lain.
Situasinya menjadi lebih buruk jika Anda membagikan informasi yang lebih sensitif, seperti kata sandi, foto dokumen pribadi, atau informasi perbankan: dalam hal ini, ikuti saran di dua bagian berikutnya.
Selanjutnya, nasuk dengan cepat ke semua layanan yang menggunakan kata sandi yang telah dibobol dan ubah ke yang baru dan bersifat unik untuk setiap layanan.
Jika Anda memutuskan sambungan perangkat dari internet, gunakan perangkat lain dari pada mencolokkan perangkat yang berpotensi terinfeksi.
Sementara itu, jika kata sandi yang Anda masukkan adalah untuk platform perbankan online, sistem pembayaran, atau akun apa pun yang berisi uang, mengubah kata sandi saja tidak cukup. Lskukan langkah-langkah lain untuk mencegah uang Anda hilang.
Hubungi bank, biro kredit, atau penyedia layanan Anda. Jika Anda memberikan nomor kartu bank atau informasi keuangan lainnya, segera hubungi bank tersebut.
Anda biasanya dapat memblokir kartu melalui hotline khusus, serta melalui aplikasi seluler dan akun pribadi Anda di situs web.
Untuk jenis data lainnya, seperti rincian rekening bank, konsultasikan dengan spesialis dari bank atau layanan online tentang tindakan perlindungan yang harus diambil.
Jangan menunggu telepon dari bank, mereka bisa jadi penipu, hubungi sendiri nomor yang tertera di website atau aplikasi mobile bank.
Jika sudah aman, periksa secara menyeluruh apakah ada malware atau perangkat lunak yang mungkin tidak aman sebelum menyambung kembali ke jaringan.
Jika Anda sudah menginstal sistem perlindungan komprehensif dan pastikan basis data perlindungan telah diperbarui baru-baru ini dan semua teknologi perlindungan dan pemindaian diaktifkan, lalu jalankan pemindaian penuh.
Sementara kalau berkaitan dengan jejaring sosial, periksa postingan terkini, teman baru, konten album foto, dan sebagainya. Di aplikasi perpesanan, periksa obrolan terbaru untuk memastikan tidak ada pesan penipuan yang dikirim dari akun Anda.
Untuk semua akun, verifikasi informasi kontak, nama, gambar profil, alamat, dan informasi pembayaran Anda. Jika Anda melihat adanya perubahan, itu berarti akun telah disusupi; ubah kata sandi dan, jika memungkinkan, amankan akun dengan otentikasi dua faktor.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Lindungi ponsel cerdas Anda dari potensi pencurian atau kehilangan. Gunakan kata sandi unik dan otentikasi dua faktor untuk setiap akun. Pengelola kata sandi dengan autentikator bawaan akan membantu Anda membuat kata sandi unik baru dan menyimpan kata sandi dan token autentikasi.
Instal sistem keamanan komprehensif di semua komputer dan ponsel cerdas Anda. Hal ini akan mencegah sebagian besar upaya phishing dan penipuan melalui email dan tautan berbahaya.(jpg)