GORONTALOPOST - Haid atau menstruasi telah menjadi pengalaman bulanan yang umum bagi setiap wanita di dunia.
Saat memasuki masa remaja, banyak nasihat dan larangan yang diberikan oleh para ibu terkait perilaku yang seharusnya dilakukan saat menstruasi.
Namun, seiring dengan perubahan fisik dan psikis selama menstruasi, berbagai mitos mengenai haid muncul di kalangan remaja.
Mitos-mitos ini, yang sering diyakini oleh wanita, terutama remaja, kadang-kadang menyebabkan kekhawatiran dan menghambat aktivitas yang sebenarnya diperbolehkan.
Melalui informasi dari laman Siloam Hospitals yang dilansir oleh JawaPos.com pada Jumat (10/11), berikut adalah beberapa mitos seputar haid yang perlu dipecahkan:
1. Tidak boleh keramas saat sedang haid
Mitos popular ini kerap dipercaya oleh sebagian besar wanita hingga remaja saat sedang haid, karena bisa menghambat aliran darah sehingga berbahaya untuk kesehatan.
Hal ini perlu diluruskan, bahwa tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa keramas saat datang bulan dapat mempengaruhi kesehatan tubuh.
Alih-alih berbahaya bagi kesehatan, keramas dengan air hangat justru dapat membuat tubuh kamu menjadi lebih rileks serta membantu meringankan sakit kepala yang sering dialami oleh wanita dan remaja selama periode menstruasi.
2. Mengkonsumsi mentimun dapat membuat haid lebih lama
Mengkonsumsi mentimun sering dianggap dapat menghambat aliran darah haid sehingga berisiko membuat haid berlangsung lebih lama.
Nyatanya, lama menstruasi pada wanita tidak dipengaruhi oleh makanan, melainkan dipengaruhi oleh faktor hormon estrogen dan progesteron, stres, indeks massa tubuh, dan lain-lain.
3. Darah haid merupakan darah kotor
Sebagian orang awam menganggap bahwa darah yang keluar selama haid merupakan darah kotor atau hasil pembersihan racun dan kotoran di dalam tubuh.
Namun, hal tersebut hanyalah mitos belaka. Pada dasarnya, darah haid merupakan hasil peluruhan dinding rahim dan selaput lendir karena tidak terjadi proses pembuahan sel telur oleh sperma.
4. Haid tidak teratur tanda kurang subur
Mitos lainnya yang sering dipercayai para wanita adalah haid tidak teratur merupakan tanda kemandulan atau infertilitas.
Faktanya, ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan kamu menjadi tidak teratur, mulai dari pola hidup tidak sehat, stres, ketidakseimbangan hormonal, hingga mengidap kondisi medis tertentu.
Siklus menstruasi yang tidak teratur juga dapat membuat penentuan masa subur pada wanita menjadi tidak pasti sehingga bisa menyebabkan sulit hamil.
5. Minuman Bersoda dapat Melancarkan Haid
Minuman bersoda dapat melancarkan haid hanyalah sebuah mitos, saat kamu mengkonsumsi minuman bersoda yang mengandung gula dan kafein tinggi selama haid, justru tidak disarankan karena dapat mempengaruhi suasana hati serta memicu gangguan pada sistem pencernaan.
6. Tidak Boleh Berenang saat Sedang Haid
Mitos satu ini sering dipercayai oleh semua orang terutama kalangan muda, yaitu dilarang berenang saat sedang menstruasi karena bisa mencemari air kolam renang.
Tetapi kenyataannya, wanita atau remaja yang sedang menstruasi tetap bisa berenang dengan nyaman tanpa perlu takut mencemari air kolam renang.
Hal ini terjadi karena adanya tekanan air dari dalam kolam renang yang bisa menghambat darah keluar selama berada di dalam air.
Namun, jika kamu masih khawatir akan mencemari air kolam, kamu bisa menggunakan tampon, menstrual cup, atau mengganti pembalut terlebih dahulu guna menghindari risiko bocornya darah dari dalam pembalut selama berada di dalam air.
7. Tidak boleh minum air dingin saat haid
Hampir sebagian besar kelompok ibu menganggap bahwa minum air dingin selama haid dapat membekukan darah haid yang membuat aliran darahnya menjadi terhambat.
Menepis mitos tersebut, bahwa tidak ada hubungan antara minum air dingin dengan aliran darah haid karena air tersebut akan masuk ke dalam sistem pencernaan, bukan sistem reproduksi.
Minum air putih, baik bersuhu dingin ataupun hangat, justru sangat dianjurkan untuk menghindari terjadinya dehidrasi serta meringankan sakit kepala yang kerap terjadi selama menstruasi.
8. Memijat perut agar lebih cepat haid
Beredar juga mitos bahwa memijat perut bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah menuju rahim, uterus, dan tuba falopi sehingga dapat merangsang haid agar lebih cepat datang.
Sesungguhnya, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa pijatan pada perut mampu mempengaruhi siklus menstruasi.
Perlu kamu pahami, saat menstruasi terjadi terdapat perubahan hormon progesteron dan estrogen di dalam tubuh. Sementara itu, memijat perut tidak dapat memengaruhi perubahan kadar hormon pada tubuh.
Nah, bagi kamu para ladies yang masih mempercayai mitos-mitos mengenai haid. Faktanya telah dibuktikan secara medis dan kamu dapat melakukan aktivitas apapun dari larangan mitos-mitos di atas. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey