GORONTALOPOST - Pabrikan mobil listrik asal Tiongkok, Neta, membuka lembaran baru di Indonesia dengan memperkenalkan produk terbarunya, Neta V. Pada uji coba oleh JawaPos.com, mobil ini terlihat membawa inovasi yang menarik.
Mobil listrik Neta V pertama kali memasuki pasar Indonesia beberapa bulan lalu dan telah mencuri perhatian dengan klaim positif dari konsumen. PT Neta Auto Indonesia (NAI) bahkan mengumumkan bahwa sekitar 200 unit telah dipesan sejak peluncuran.
Dalam uji coba ini, JawaPos.com menyampaikan pengalaman mengemudi Neta V. Kesan awal menciptakan kenyamanan dengan kabin yang luas dan desain dasbor yang sederhana namun futuristik.
Layar sentuh vertikal berukuran 14,6 inci di tengah dashboard menambah sentuhan modern.
Meskipun proses memulai operasi sedikit memerlukan penyesuaian karena tidak ada tombol fisik, langkah-langkah pengoperasian menjadi lebih sederhana setelah beberapa kali mencobanya.
Dalam pengujian kecepatan, Neta V menunjukkan kekakuan kemudi yang meyakinkan pada kecepatan tinggi. Percepatan instan mencapai 50 km/jam dalam 3,9 detik dengan mode sport, menambahkan elemen kesenangan dalam berkendara.
Namun, tantangan muncul saat melintasi polisi tidur kejut di jalan tol. Suspensi belakang terasa kurang nyaman, memberikan sensasi 'empuk' atau terlalu mengayun, yang bisa mengganggu kenyamanan.
Meskipun memiliki akselerasi yang baik, kecepatan maksimal Neta V terbatas pada 120 km/jam. Hal ini mungkin menjadi pertimbangan bagi pengemudi yang menyukai kecepatan tinggi.
Dengan dimensi panjang 4.070 mm, lebar 1.690 mm, dan tinggi 1.540 mm, Neta V menawarkan kenyamanan dalam berkendara di dalam kota.
Jarak tempuh sekitar 380 km menjadi daya tarik, walaupun perlu mempertimbangkan ketersediaan stasiun pengisian daya di sepanjang perjalanan jarak jauh.
Dengan harga sekitar Rp379 juta, Neta V menawarkan pilihan warna menarik. Meskipun tidak mendukung pengisian rumahan, mobil ini dengan spesifikasi teknis yang baik dan fitur-fitur modern bisa menjadi opsi menarik bagi yang mencari kendaraan ramah lingkungan. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey