GORONTALOPOST - Merek asal Tiongkok, Neta, secara resmi memasuki industri otomotif domestik, khususnya dengan meramaikan segmen kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) di pasar dalam negeri melalui peluncuran mobil listrik entry-level, yakni Neta V.
Setelah peluncuran beberapa waktu lalu, PT Neta Auto Indonesia mengonfirmasi bahwa telah menerima ratusan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk Neta V. JawaPos.com juga telah menguji performa mobil ini secara langsung, melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Semarang menggunakan Neta V.
Saat melakukan pengisian di diler Neta di Tebet, Jakarta Selatan, kekhawatiran muncul ketika baterai Neta V mendekati angka 20 persen di Tol Cipali. Beruntung, fasilitas SPKLU tersedia di sepanjang ruas tol, salah satunya di KM 228.
Pertanyaan mengenai apakah Neta V masih dapat berjalan saat baterainya habis sepenuhnya menjadi sorotan, terutama bagi pemilik Neta V atau pemilik EV yang sering bepergian jarak jauh.
Menurut Januari Eka Sapta, Senior Manager After Sales PT Neta Auto Indonesia, peringatan dini akan muncul pada level 20 persen, 15 persen, dan 10 persen baterai. Jika pengemudi melanjutkan perjalanan, peringatan akan semakin sering muncul, disertai dengan penurunan tenaga mesin.
"Informasi low battery sudah warning di 20 persen. Kalau terus digas, dipaksa jalan sistem akan melakukan warning lagi.
Terus sampai baterai benar-benar habis. Dari sisi speed, kemudian tenaga akan terasa ditahan. Akselerasi akan berbeda, power-nya diturunkan," ungkap Januar kepada JawaPos.com.
Pada level 5 persen, peringatan akan semakin sering, dan pengemudi hanya dapat melaju dengan kecepatan maksimal 60 kilometer per jam. Jika daya baterai habis, mobil akan tetap bisa melaju hingga berhenti.
Namun, pengemudi tidak dapat menyalakan kembali mobil dan harus menggunakan Towing Mode, yang tidak benar-benar membuat mobil bisa berjalan, hanya digunakan untuk proses evakuasi.
"Kalau sudah nol, ada yang namanya Towing Mode. Itu berfungsi untuk memindahkan kendaraan untuk evakuasi. Untuk merilis transmisi dan parking brake untuk kemudian dievakuasi.
Jadi ban dan transmisi tidak terkunci atau tidak masuk posisi gear," jelas Januar.
Towing Mode akan mengaktifkan sisa daya baterai untuk menggerakkan transmisi ke posisi netral dan menonaktifkan rem parkir.
Baca Juga: Rahasia Meredakan Sakit Maag, 8 Bahan Alami yang Ampuh dan Tersedia di Sekitar Kita!
Mobil kemudian bisa didorong atau ditarik menggunakan derek atau metode evakuasi lainnya.
Perlu dicatat bahwa Towing Mode dapat diaktifkan saat baterai berada di level berapa pun. Pengemudi hanya perlu masuk ke menu pengaturan kendaraan dan mengaktifkan Towing Mode.
"Towing mode tidak harus saat baterai nol, bisa juga diaktifkan ketika parkir paralel di mal supaya mobil bisa digeser-geser,” ungkapnya.
Terakhir, berbicara tentang derek, Januar menyatakan bahwa Neta V dilengkapi dengan besi pengait di bagian depan dan belakang sesuai aturan homologasi yang ditetapkan pemerintah.
"Motor ada di bagian depan. Kami sudah pasang hook di belakang sesuai regulasi dan homologasi. Ini aturan homologasi, depan ada, belakang ada," pungkasnya. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey