Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Berani Coba! Mengirim Pesan Melalui Mimpi, Simak Caranya

Tina Mamangkey • Jumat, 22 Maret 2024 | 11:28 WIB
ilustrasi - mengirim pesan melalui mimpi
ilustrasi - mengirim pesan melalui mimpi

GORONTALOPOST - Mimpi, sebuah dunia di mana pikiran terbang bebas tanpa kendali, seringkali dianggap sebagai wilayah yang misterius dan tidak terduga.

Namun, apakah Anda tahu bahwa di balik tirai mimpi, terdapat upaya untuk melakukan komunikasi jarak jauh dengan orang lain?

Praktek ini dikenal sebagai pengiriman pesan melalui mimpi, sebuah fenomena yang mungkin terdengar seperti hal dari film fiksi ilmiah, tetapi sebenarnya merupakan eksplorasi dalam dimensi subyektif pikiran manusia.

Mengapa Komunikasi Subyektif?

Konsep dasar di balik pengiriman pesan melalui mimpi adalah keyakinan bahwa pikiran manusia terhubung melalui gelombang otak dalam dimensi subyektif.

Ini berarti bahwa, tanpa perlu bertemu langsung atau berada di tempat yang sama, kita dapat mempengaruhi pikiran orang lain dan, dalam kasus ini, mengirim pesan kepada mereka.

Komunikasi subyektif adalah proses satu arah di mana kita, sebagai pengirim pesan, memiliki kendali penuh atas apa yang ingin kita sampaikan tanpa adanya respons langsung dari penerima pesan.

Tahapan-tahapan Pengiriman Pesan Melalui Mimpi

1. Mempersiapkan Pikiran Bawah Sadar

Komunikasi subyektif dimulai dengan memprogram pikiran bawah sadar kita untuk menciptakan kontak pikiran dengan target.

Ini dilakukan sesaat sebelum kita tidur, ketika pikiran bawah sadar sedang aktif.

Saat tidur, pikiran manusia melalui siklus gelombang otak, dan pada tahap Alfa, kontak pikiran dengan target terjadi.

2. Kontak pikiran tercipta

Ketika kontak pikiran terjadi, mungkin Anda akan terbangun secara alami tanpa adanya gangguan eksternal.

Ini adalah saat untuk mempertahankan kontak pikiran tanpa harus kembali tidur.

Usahakan agar tetap terjaga selama kurang lebih 15 menit.

3. Mengkomunikasikan Pesan secara Subyektif

Dalam kondisi Alfa, duduklah dengan nyaman dan atur pernapasan Anda.

Bayangkan diri Anda berhadapan dengan target dan sampaikan pesan Anda dengan jelas.

Gunakan pendekatan "Win-win Solution" di mana kedua belah pihak diharapkan mendapat manfaat dari komunikasi ini.

4. Memanfaatkan Imajinasi Kreatif

Setelah komunikasi selesai, latih imajinasi kreatif Anda dengan membayangkan bahwa apa yang Anda inginkan dari pesan tersebut sudah menjadi kenyataan.

Pikiran bawah sadar akan bekerja untuk mewujudkan apa yang Anda yakini.

Setelah melewati semua langkah di atas, tinggalkan pesan Anda dan percayalah bahwa pesan tersebut akan sampai dan direspon dengan baik oleh target.

Ingatlah bahwa setiap kali Anda mengingat atau mengulangi tujuan Anda, bayangkanlah bahwa hasil akhir yang diinginkan telah menjadi kenyataan.

Jadi, siapkah Anda mencoba mengirim pesan melalui mimpi berikutnya? Semoga petualangan ini membawa hasil yang memuaskan.

Editor : Tina Mamangkey
#pikiran manusia #Mimpi #primbon #Subyektif #komunikasi #pesan #pengiriman #Melalui