GORONTALOPOST - Dalam perjalanan pencarian sejarah kuno, terkadang kita menemukan misteri yang memukau.
Salah satu misteri yang masih membingungkan hingga kini adalah keberadaan Atlantis, benua legendaris yang tenggelam dalam samudra.
Dalam penelitian selama tiga dekade, Aryso Santos, seorang ilmuwan Brasil, telah menyimpulkan bahwa Atlantis sebenarnya terletak di Indonesia.
Temuan ini menggugah kembali minat dunia terhadap mitos yang pertama kali dicetuskan oleh Plato, seorang filsuf Yunani kuno, dalam karyanya yang terkenal, Critias dan Timaeus.
Plato, pada abad ke-4 SM, menggambarkan Atlantis sebagai sebuah daratan raksasa di Samudra Atlantik dengan peradaban yang luar biasa.
Istana megah dihiasi dengan tembok emas dan pagar perak, sementara pelabuhan dan kapal dilengkapi dengan teknologi mutakhir.
Legenda juga menyebutkan adanya benda-benda misterius yang dapat membawa manusia terbang.
Namun, kejayaan ini berakhir tragis ketika letusan gunung berapi, gempa bumi, pencairan es, dan banjir menyebabkan sebagian besar benua tenggelam di lautan, meninggalkan jejak legenda yang masih hidup hingga kini.
Plato memperkirakan bahwa tenggelamnya Atlantis terjadi sekitar 11.150 tahun yang lalu, memberikan kita pandangan tentang betapa lama peradaban manusia telah berkembang.
Dan teori Santos menambahkan kedalaman misteri ini dengan menyatakan bahwa Atlantis adalah nenek moyang bagi berbagai peradaban kuno, termasuk sistem terasisasi sawah yang menjadi ciri khas Indonesia.
Melalui penelitian yang mendalam, Santos menemukan bahwa sistem terasisasi sawah, yang telah lama menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat desa di Indonesia, ternyata juga diadopsi oleh bangunan megah seperti candi Borobudur, piramida Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Teori ini menggambarkan kemungkinan besar bahwa Atlantis pernah berkembang di wilayah yang sekarang menjadi Indonesia, membentang dari bagian selatan India hingga ke arah timur, termasuk pulau-pulau seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Kesimpulan Plato dan penelitian Santos menunjukkan adanya kesamaan yang menarik, yaitu keyakinan bahwa Atlantis adalah bagian dari wilayah Indonesia.
Ini membuka pintu untuk mengeksplorasi lebih jauh bagaimana peradaban kuno di Indonesia mungkin telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan manusia.
Jika benar, Indonesia dapat dianggap sebagai ahli waris dari peradaban yang hilang itu, sebuah warisan yang patut disyukuri.
Meskipun demikian, misteri Atlantis masih menyimpan banyak pertanyaan yang belum terjawab.
Teori-teori tentang keberadaannya tetap menjadi spekulasi yang menarik bagi para sejarawan dan peneliti.
Namun demikian, temuan Aryso Santos membawa kita satu langkah lebih dekat untuk memahami sejarah yang mungkin telah hilang dalam gelombang waktu.
Sebagai manusia, kita terus berusaha untuk merangkai kembali potongan-potongan sejarah yang hilang, dan Atlantis tetap menjadi salah satu puzzle terbesar yang menantang untuk dipecahkan.
Dengan terus menggali lebih dalam dan menjaga semangat penelitian, kita mungkin akan mendapatkan jawaban atas misteri ini, dan dengan itu, memperluas pemahaman kita tentang peradaban kuno dan warisan yang mereka tinggalkan bagi dunia modern.
Sumber: Primbon.com
Editor : Tina Mamangkey