GORONTALOPOST- Tarian tradisional Salai Jin dari Ternate, Maluku Utara, memiliki sejarah panjang mulai dari ritual komunikasi dengan leluhur hingga menjadi atraksi pariwisata unggulan di daerah tersebut.
Sebelum kedatangan agama Islam di Ternate, masyarakat setempat mempraktikkan animisme dan dinamisme, yang tercermin dalam ritual-ritual adat mereka yang melibatkan komunikasi dengan leluhur.
Dalam kepercayaan mereka, tarian Salai Jin merupakan sarana untuk berkomunikasi dengan roh halus atau penguasa alam setempat yang disebut jin. Tarian ini awalnya hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu seperti dukun atau orang pintar.
Salah satu ciri khas tarian ini adalah penggunaan kemenyan yang dibakar sebagai bagian dari ritualnya. Namun, seiring berjalannya waktu, penggunaan kemenyan telah digantikan dengan arang dari tempurung kelapa. Meskipun demikian, atmosfir magis tarian ini tetap dipertahankan melalui musik, mimik wajah, dan gerakan para penarinya.
Tarian Salai Jin biasanya dilakukan secara berkelompok, baik oleh pria maupun wanita. Namun, jumlah penari haruslah genap untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Meskipun kehadiran jin dan proses kemasukan roh halus di tubuh para penari sudah jarang terjadi, tarian ini tetap mempertahankan daya tariknya yang magis.
Namun seiring perkembangan zaman, tarian ini mengalami modifikasi menjadi sebuah atraksi pariwisata yang menarik perhatian banyak orang.Tarian Salai Jin juga menjadi salah satu tarian penyambutan utama bagi tamu-tamu kenegaraan yang mengunjungi daerah ini. Dengan memadukan nilai tradisional dan daya tarik modern, tarian ini terus memikat para penonton dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Ternate.
Editor : Priska Watung