GORONTALOPOST - Dunia ini penuh dengan beragam adat istiadat yang unik, beberapa di antaranya begitu aneh dan tak masuk akal bagi orang luar.
Namun, bagi masyarakat yang menjalankannya, tradisi tersebut adalah bagian yang lumrah dan beralasan dari kehidupan mereka.
Salah satu contohnya adalah tradisi yang dilakukan oleh suku di Pegunungan Himalaya, yang mewajibkan wanita untuk tidur dengan 20 pria berbeda dan meminta untuk dilayani sebelum menikah.
Pegunungan Himalaya, yang terletak di Negara Tibet, merupakan daratan tertinggi di planet ini dengan ketinggian rata-rata 4500 meter di atas permukaan laut.
Suku Himalaya, yang tinggal di daerah tersebut, telah mengembangkan adaptasi genetik yang memungkinkan mereka bertahan hidup di medan yang keras dan dengan ketinggian yang ekstrim.
Tetapi, tidak hanya itu yang menjadi daya tarik dari daerah ini. Tradisi unik mereka dalam hal pernikahan telah menarik perhatian dunia.
Bagi masyarakat di Pegunungan Himalaya, keperawanan wanita bukanlah suatu keharusan atau keuntungan bagi keluarga calon suaminya.
Sebaliknya, mereka percaya bahwa seorang wanita harus memiliki pengalaman di atas ranjang sebelum menikah.
Untuk itu, sebelum menikah, wanita harus mencari dan berhubungan seks dengan minimal 20 pria berbeda. Ini adalah bagian dari persiapan yang dianggap penting untuk kehidupan berumah tangga yang sukses.
Meskipun bagi kita tradisi ini mungkin terdengar aneh dan tidak masuk akal, namun bagi suku di Pegunungan Himalaya, hal ini adalah bagian yang lumrah dari budaya mereka.
Mereka percaya bahwa menikah dengan seorang perawan membawa nasib buruk bagi keluarga, dan tujuan utama pernikahan adalah untuk mempertahankan ras.
Oleh karena itu, kepolosan seorang gadis dianggap bukan lagi masalah, dan pengalaman di atas ranjang dianggap penting sebelum menikah.
Baca Juga: Rahasia Tersembunyi Ilmu Kuno, Agar Si Dia Terus Memikirkan Kita
Selain itu, dalam proses perjodohan, calon pengantin wanita seringkali dipilih oleh orang tua calon suaminya, tanpa mempedulikan perasaan atau kesukaan gadis tersebut.
Penolakan terhadap pria yang sudah ditentukan untuk dinikahi dianggap sebagai tabu. Wanita harus menerima ajakan dari orang pertama yang meminta mereka menikah, bahkan jika itu bukanlah orang yang mereka cintai.
Setelah tidur dengan seorang pria, wanita akan meminta bukti yang konkret, seperti tindikan atau gelang murah, untuk membuktikan bahwa hubungan intim telah terjadi.
Ini dianggap sebagai persyaratan untuk melanjutkan ke tahap pernikahan resmi. Setelah itu, wanita dianggap siap untuk menikah dan melayani suaminya di tempat tidur.
Meskipun tradisi ini mungkin tampak aneh, faktanya, itu membawa tekanan yang besar pada remaja putri dan meningkatkan risiko penularan penyakit seksual.
Selain itu, masih ada praktik perjodohan oleh orang tua, yang sulit untuk diberantas karena lokasi geografis yang terpencil dan sulit dijangkau.
Meski demikian, tradisi ini tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari suku di Pegunungan Himalaya.
Bagi mereka, keunikan dan kekhasan budaya mereka adalah bagian tak terpisahkan dari identitas mereka.
Meskipun kadang terasa aneh bagi kita, penting untuk dihormati dan dipahami sebagai bagian dari keragaman budaya yang kaya di dunia ini. (***)
Sumber: Youtube @Cerita Adelisty
Editor : Tina Mamangkey