GORONTALOPOST - Gunung Everest, puncak tertinggi di dunia, tidak hanya menawarkan panorama menakjubkan, tetapi juga menyimpan kisah tragis yang membentang sepanjang pendakiannya.
Di balik keindahannya, Everest menyimpan lebih dari 300 "mayat abadi", pendaki yang gugur dan tertinggal selamanya di ketinggian ekstrem.
Jasad-Jasad Pendaki Sebagai Penanda Jalan
Di sepanjang rute pendakian, para pendaki tidak hanya berhadapan dengan medan terjal dan udara tipis, tetapi juga dengan pemandangan mayat pendaki yang membeku.
Jenazah-jenazah ini, yang dijuluki "mayat abadi", menjadi pengingat nyata akan bahaya yang mengintai di gunung ini.
Salah satu "mayat abadi" paling terkenal adalah "Green Boots", dinamai demikian karena sepatu hijau yang dikenakannya.
Sosok ini menjadi penanda bagi pendaki yang mendekati Camp IV, titik istirahat terakhir sebelum puncak. Keberadaannya menjadi pengingat pahit tentang risiko yang dihadapi para pendaki.
Baca Juga: Penemuan Mengerikan di Puncak Gunung Everest, Temuan Aneh Mengejutkan Ilmuwan
Mengapa Jenazah Tidak Dievakuasi?
Mengevakuasi jenazah dari Everest bukan perkara mudah. Ketinggian ekstrem, medan yang berbahaya, dan iklim yang keras membuat operasi penyelamatan menjadi sangat berisiko dan mahal. Evakuasi satu jenazah bisa memakan biaya hingga puluhan ribu dollar AS.
Di atas ketinggian 8.000 meter, yang dikenal sebagai "zona kematian", oksigen sangat tipis dan manusia tidak dapat bertahan hidup dalam waktu lama tanpa bantuan oksigen. Upaya evakuasi manual di area ini sangat berbahaya dan berisiko tinggi bagi para penyelamat.
Gunung Impian yang Berbahaya
Meskipun dihantui bahaya dan kematian, Everest tetap menjadi impian bagi para pendaki gunung di seluruh dunia.
Menaklukkan puncak tertinggi di dunia menawarkan sensasi pencapaian, adrenalin, dan rasa bangga yang tak tertandingi.
Baca Juga: Jangan Abaikan! Tanda-tanda Anda Disukai oleh Jin
Namun, mendaki Everest bukan untuk semua orang. Biaya pendakian yang fantastis, pelatihan berbulan-bulan, dan risiko kesehatan yang tinggi menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan dengan matang.
Kisah "mayat abadi" Everest adalah pengingat keras tentang bahaya yang mengintai di balik keindahannya. Bagi para pendaki yang berani mendaki gunung ini, penting untuk mempersiapkan diri dengan matang, memahami risikonya, dan mendaki dengan penuh hormat terhadap gunung dan pendaki lainnya. (***)
Sumber: Youtube @Ric snt
Editor : Tina Mamangkey