Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Menari Diatas Api: Tarian Sakral Sanghyang Jaran, Bali

Priska Watung • Jumat, 10 Mei 2024 | 12:56 WIB
Tari Sanghyang Jaran.
Tari Sanghyang Jaran.

GORONTALOPOST- Tari Sanghyang Jaran merupakan salah satu warisan budaya sakral yang sangat penting bagi masyarakat Hindu di Pulau Bali, Indonesia. Tarian ini tidak hanya sekadar pertunjukan seni, melainkan sebuah ritual yang menghubungkan manusia dengan alam gaib, khususnya roh-roh yang dipercaya mewakili kuda tunggangan dewata.

Pada umumnya, tarian Sanghyang Jaran dipentaskan oleh para penari laki-laki yang menunggangi kuda-kudaan yang dianyam.

Puncak dari pementasan Sanghyang Jaran terjadi saat penari tersebut mengalami trance atau kerasukan oleh roh-roh kuda. Penari yang kerasukan roh kuda, melakukan aksi yang mencengangkan, seperti menginjak-injak dan berjalan di atas bara api yang telah dibakar hingga padam. Dalam kondisi ini, penari kehilangan kendali atas dirinya sendiri dan dianggap menjadi perantara antara dunia manusia dan dunia gaib.

Tarian Sanghyang Jaran bukan hanya sekadar pertunjukan seni tradisional, melainkan sebuah pengalaman spiritual yang mendalam bagi masyarakat Hindu di Bali. Melalui tarian ini, mereka percaya dapat memperoleh berkah dan perlindungan dari para dewata. Selain itu, Sanghyang Jaran juga menjadi simbol dari kesetiaan dan ketaatan terhadap ajaran agama Hindu yang mereka anut.

Dengan menjaga kelestarian tarian ini, masyarakat Hindu di Bali juga menjaga kekayaan budaya dan spiritualitas mereka yang telah turun-temurun dari generasi ke generasi. Sanghyang Jaran menjadi salah satu ciri khas dari kebudayaan Bali yang menarik perhatian wisatawan yang berkunjung.

 

Editor : Priska Watung
#Sanghyang Jaran #Bali #seni tradisional #hindu