GORONTALOPOST - Ketika berbicara tentang kesehatan finansial, kita seringkali melihatnya sebagai hal yang semata-mata berdasarkan angka-angka, tetapi sebenarnya ada lebih dari itu.
Psikologi telah membuktikan bahwa perilaku kita dalam mengelola keuangan dapat memiliki dampak langsung pada stabilitas finansial kita.
Banyak dari kita mungkin merbuasa bahwa meskipun penghasilan bulanan kita tetap, tabungan kita tidak pernah bertambah, bahkan mungkin berkurang.
Ini mengungkapkan bahwa keuangan tidak hanya tentang menghasilkan uang, tetapi juga tentang cara kita mengelolanya.
Mari kita lihat beberapa kebiasaan yang mungkin tanpa disadari telah membuat kita terperangkap dalam kesulitan finansial seperti dilansir dari laman The Vessel, diantaranya:
1. Hidup di luar kemampuan Anda
Perilaku pertama yang bisa mempersulit finansial adalah hidup di luar kapasitas dan kemampuan Anda.
Anda mungkin mendapati diri Anda membeli barang-barang yang tidak Anda perlukan atau tidak mampu Anda beli namun Anda memaksakan diri untuk membelinya tanpa pemikiran jelas.
Perilaku finansial ini tidak hanya menguras rekening Anda tetapi juga membuat Anda terjebak dalam lingkaran setan utang dan pengeluaran berlebihan.
Hal ini tentang membuat keputusan keuangan yang cerdas yang berkaitan langsung dengan stabilitas dan dampak jangka panjang.
Tentunya untuk melepaskan diri dari kebiasaan ini membutuhkan kesadaran diri, disiplin dan mindset.
2. Terlalu banyak menabung
Terlalu banyak menabung bisa membuat kondisi finansial Anda stagnan.
Artinya jika Anda menimbun setiap uang dan tidak berinvestasi atau membelanjakannya dengan bijak maka Anda akan kehilangan peluang untuk mengembangkan kekayaan Anda.
Biasanya perilaku ini terdorong karena ada rasa takut akan kehilangan uang.
Dalam ilmu psikologis, hal ini dikenal sebagai keengganan terhadap kerugian.
Intinya sangat penting untuk mencapai keseimbangan antara menabung dan berinvestasi.
3. Pembelian impulsif
Pembelian impulsif biasanya didorong oleh kepuasan instan yaitu keinginan untuk merasakan kesenangan atau kepuasan tanpa tujuan yang jelas.
Saat Anda membeli sesuatu secara impulsif, otak Anda akan melepaskan dopamin yang merupakan neurotransmitter yang berkaitan dengan perasaan bahagia.
Memang tidak masalah jika Anda ingin memanjakan diri namun jika pembelian secara impulsif dapat membebani anggaran Anda menyebabkan ketidakstabilan keuangan.
4. Mengabaikan pengeluaran kecil
Kebiasaan lain yang sering diabaikan padahal bisa berdampak pada kondisi finansial adalah meremehkan pengeluaran kecil.
Mulai dari secangkir kopi setiap hari, sesekali makan di luar atau berlangganan bulanan yang tidak tampak sebagai sesuatu yang besar.
Pengeluaran-pengeluaran kecil tersebut dikenal sebagai pengeluaran ember bocor.
Untuk mengatasi perilaku ini, Anda perlu melacak dan menavigasi pengeluaran Anda. Artinya Anda mengontrol setiap pengeluaran Ana digunakan untuk apa saja.
Baca Juga: Trauma Perselingkuhan, 5 Efek Psikologis yang Menghantui
5. Membayar tagihan terlambat
Keterlambatan pembayaran tagihan mungkin terlihat sepele namun bisa berdampak besar pada kesehatan finansial Anda.
Perilaku ini tidak hanya sering menimbulkan biaya tambahan tetapi juga berdampak negatif pada nilai kredit Anda.
6. Mengabaikan pendidikan keuangan
Mengabaikan pendidikan keuangan bisa menimbulkan finansial tidak sehat dan tidak stabil.
Tanpa memahami cara kerja uang, Anda akan mudah melakukan kesalahan,terlilit hutang atau kehilangan peluang untuk menambah keuangan.(jpg)
Editor : Tina Mamangkey