GORONTALOPOST - Ketika wisatawan asing mengunjungi Indonesia, mereka sering kali terkejut dengan kebiasaan penduduk lokal yang cenderung menggunakan motor bahkan untuk jarak yang sangat dekat.
Hal ini memunculkan pertanyaan: Apakah benar masyarakat Indonesia malas berjalan kaki? Artikel ini akan mengulas secara mendalam fenomena ini dan berbagai faktor yang mempengaruhinya.
Iklim Tropis yang Membuat Ogah Jalan Kaki
Indonesia dikenal dengan iklim tropisnya yang hangat hingga panas sepanjang tahun.
Suhu harian yang tinggi ini sangat dinikmati oleh wisatawan dari negara-negara dengan empat musim.
Namun, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, panas yang menyengat sering kali menjadi alasan untuk menghindari aktivitas berjalan kaki di luar ruangan.
Studi Stanford University: Indonesia Peringkat 1 Paling Malas Jalan Kaki
Rasa terkejut para wisatawan asing tidak berlebihan.
Sebuah studi dari Stanford University, yang dilansir dari laman Indonesia Expat, mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia menempati peringkat pertama sebagai yang paling sedikit berjalan kaki di dunia.
Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature, media publikasi penelitian sains terbesar di dunia, pada tahun 2017.
Studi tersebut melibatkan 717.000 orang di 111 negara, melacak aktivitas mereka melalui data ponsel.
Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata orang Indonesia hanya berjalan kaki 3.513 langkah per hari, jauh di bawah rata-rata global yang mencapai 5.000 langkah per hari.
Bahkan, negara tetangga seperti Malaysia (3.963 langkah) dan Filipina (4.008 langkah) tidak jauh lebih baik.
Sebaliknya, Hong Kong menduduki puncak sebagai negara dengan masyarakat paling rajin berjalan kaki, dengan rata-rata 6.880 langkah per hari.
Alasan di Balik Fenomena Ini
Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab utama di balik fenomena ini adalah:
- Infrastruktur yang Tidak Memadai: Trotoar yang sempit, tidak terawat, atau bahkan tidak ada, membuat pejalan kaki merasa tidak aman. Jalanan yang ramai dengan kendaraan juga menyulitkan pejalan kaki.
- Gaya Hidup Serba Cepat: Ketergantungan pada kendaraan pribadi dan teknologi membuat masyarakat lebih memilih berkendara daripada berjalan kaki.
- Kondisi Cuaca: Iklim tropis dengan cuaca panas sering kali membuat orang enggan untuk berjalan kaki di luar ruangan.
- Kurangnya Kesadaran Kesehatan: Masih banyak orang yang belum menyadari manfaat kesehatan dari berjalan kaki secara rutin.
Dampak Negatif Kurangnya Aktivitas Berjalan Kaki
Kurangnya aktivitas fisik, termasuk berjalan kaki, dapat membawa berbagai dampak negatif bagi kesehatan, antara lain:
- Risiko Obesitas: Tidak aktif secara fisik dapat meningkatkan risiko obesitas.
- Penyakit Jantung dan Diabetes: Kurangnya aktivitas fisik dapat memicu penyakit jantung dan diabetes.
- Menurunnya Kekuatan Otot dan Tulang: Kurang bergerak dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot dan tulang.
- Stres dan Kecemasan: Aktivitas fisik yang rendah dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan.
- Kualitas Tidur yang Buruk: Kurangnya aktivitas fisik dapat mempengaruhi kualitas tidur.
Mengubah Kebiasaan: Mulai Berjalan Kaki
Meskipun Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara dengan masyarakat yang paling malas berjalan kaki, perubahan kebiasaan ini bukan hal yang mustahil.
Berikut beberapa cara untuk mulai membiasakan berjalan kaki dalam kehidupan sehari-hari:
- Mulailah dengan Perlahan: Jika tidak terbiasa berjalan kaki, mulailah dengan 10-15 menit setiap hari.
- Ajak Teman atau Keluarga: Berjalan kaki bersama orang lain akan lebih menyenangkan dan memotivasi.
- Luangkan Waktu: Luangkan waktu untuk berjalan kaki di pagi hari atau sore hari sebelum atau setelah beraktivitas.
- Pilih Tangga: Hindari lift dan eskalator, pilihlah tangga untuk naik dan turun jika memungkinkan.
- Parkir Lebih Jauh: Saat berbelanja atau bepergian, parkirkan kendaraan lebih jauh dari tempat tujuan dan manfaatkan kesempatan untuk berjalan kaki.
Dengan langkah-langkah sederhana ini, masyarakat Indonesia bisa mulai mengubah kebiasaan malas berjalan kaki menjadi gaya hidup yang lebih sehat dan aktif. Mari mulai dari diri sendiri untuk hidup lebih sehat dan bugar! (jpg)
Editor : Tina Mamangkey