Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Emosi Terpendam: Bom Waktu yang Siap Meledak, Kenali 6 Tandanya Sebelum Terlambat!

Tina Mamangkey • Sabtu, 15 Juni 2024 | 13:12 WIB
Ilustrasi - Emosi yang terpendam
Ilustrasi - Emosi yang terpendam

GORONTALOPOST - Pernahkah kamu melihat eksperimen di mana dry ice dimasukkan ke dalam botol dan kemudian botol tersebut mengembang karena tekanan gas CO2 hingga akhirnya meledak? Ini adalah analogi yang pas untuk menggambarkan apa yang terjadi ketika kita memendam emosi.

Ada batas waktu sebelum "botol" dalam diri kita meledak karena tekanan yang terus bertambah.

Langkah pertama untuk memproses emosi dengan sehat adalah menyadari bahwa kita sedang menahan emosi dalam diri.

Dilansir Gorontalopost dari kanal youtube Psych2Go Indonesia - Official, berikut enam tanda bahwa kamu mungkin memiliki emosi yang terpendam:

1. Ledakan Emosi Tak Terduga

Kamu jarang berteriak atau menangis, namun bisa meledak karena masalah kecil.

Contohnya, pasanganmu menjatuhkan cangkir saat mencuci piring dan tiba-tiba kamu merasakan amarah yang luar biasa.

Ledakan emosi atas hal kecil ini bisa menjadi tanda masalah yang lebih besar dalam hubungan atau kehidupan pribadimu.

Penelitian dari University of Texas menunjukkan bahwa orang yang memendam emosi saat menonton film yang menjijikkan menjadi lebih agresif dibandingkan mereka yang diizinkan mengekspresikan diri.

Studi ini menunjukkan bahwa memendam emosi dapat meningkatkan agresivitas.

2. Mengalihkan Perhatian dengan Segala Cara

Setiap kali kamu mulai merasa tidak nyaman, kamu tanpa sadar mencari hiburan di media sosial atau melakukan hal yang menarik.

Tanda ini menunjukkan bahwa kamu mencoba menghindari emosi yang tertekan.

Kamu mungkin terlibat dalam kebiasaan merusak diri seperti merokok, menonton TV berlebihan, atau bermain video game untuk melarikan diri dari perasaanmu.

3. Menjadi Dua Orang yang Berbeda

Kamu merasa berbeda saat bersama orang lain dibandingkan saat sendirian.

Memendam emosi dapat menciptakan perbedaan antara dirimu yang sebenarnya dan bagaimana orang lain melihatmu.

Kamu mungkin merasa lelah, cemas, atau mudah tersinggung saat sendirian, namun teman-temanmu melihatmu sebagai orang yang percaya diri dan tenang.

Kamu bahkan mungkin menjadi badut di dalam pertemanan.

Brian Mac Child, seorang aktivis, mengatakan bahwa "mengenal diri sendiri adalah mencintai diri sendiri." Ini berarti kamu menerima dan mencintai semua emosi yang ada di dalam dirimu.

4. Merasa Tidak Nyaman dengan Orang yang Emosional

Jika kamu menekan emosi diri sendiri, kamu mungkin menganggap bahwa menangis atau menjerit adalah hal yang memalukan atau buruk.

Akibatnya, kamu merasa tidak nyaman di sekitar orang yang mengekspresikan emosi mereka secara terbuka.

Kamu mungkin bingung bagaimana harus bereaksi atau menawarkan dukungan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan.

5. Mengamati Hidup dari Sudut Pandang Orang Ketiga

Bayangkan kamu sedang di mal bersama teman-teman dan semua orang tertawa dan bercanda.

Namun, kamu merasa seperti sedang mengamati kesenangan itu dari luar, bukan terlibat di dalamnya.

Kamu merasa jauh dari orang lain dan mungkin kesulitan mendapatkan kedekatan dan hanya memiliki sedikit teman dekat.

Memendam emosi membuatmu menjauh dari perasaanmu dan tidak hanya membuat kemarahan dan kesedihan lebih sulit untuk diungkapkan, tetapi juga kebahagiaan dan kegembiraan.

6. Menghindari Konflik dan Menyembunyikan Emosimu

Kamu mungkin merasa tidak berdaya atas hidupmu sendiri dan tidak bisa berpikir jernih tentang emosimu.

Kamu juga tidak bisa berbicara dengan orang lain tentang bagaimana mereka membuatmu kesal. Meskipun kamu memendam emosi, kamu tetap bisa merasa marah dan sedih.

Namun, alih-alih mencari akar permasalahan, kamu memilih untuk memendam rasa sakit itu sendirian.

Kamu takut akan segala jenis konflik dan menghindari emosi sama seperti kamu menghindari orang yang emosional.

Psikolog Joe Burgo menjelaskan bahwa "emosi seharusnya tidak menimbulkan rasa takut. Mereka ada karena suatu alasan." Bahkan, emosi sering menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang salah dan perlu diperbaiki.

Emosi yang terpendam bisa sangat merusak jika tidak diakui dan dihadapi. Jika kamu melihat salah satu tanda ini dalam dirimu, penting untuk mulai menyadari dan memahami emosimu. Mencari bantuan dari profesional kesehatan mental bisa menjadi langkah yang baik untuk memulai proses ini. ***

 

Editor : Tina Mamangkey
#Terpendam #memendam emosi #tanda #emosi