GORONTALOPOST - Ketakutan ditinggalkan dan kecemasan akan perpisahan adalah perasaan yang sangat nyata dan bisa dialami oleh siapa saja, tidak hanya anak-anak.
Bahkan, orang dewasa juga dapat merasakan ketakutan ini.
Menurut American Journal of Psychiatry, sekitar 43% orang yang mengalami kecemasan akan perpisahan mengembangkan kondisi ini setelah usia 18 tahun.
Meskipun sering disalahpahami, memahami tanda-tandanya dapat membantu mengatasi kecemasan ini.
1. Takut Sendirian
Orang yang mengalami kecemasan akan perpisahan sering kali membayangkan skenario negatif seperti putus dengan pasangan atau kehilangan teman.
Ketakutan ini bisa sangat mendalam sehingga meskipun memiliki banyak teman, keluarga, dan pasangan yang penuh kasih, mereka tetap merasa cemas akan ditinggalkan.
Ketakutan ini bisa mengganggu tidur, konsentrasi, dan aktivitas sehari-hari.
Sumber ketakutan ini bisa beragam, dari pengalaman masa kecil hingga trauma emosional yang belum terselesaikan.
2. Gejala Depresi
Depresi yang memburuk saat sendirian atau saat orang yang dekat pergi adalah tanda lain dari kecemasan akan perpisahan.
Orang dewasa dengan kecemasan ini sering menunjukkan tingkat depresi yang lebih tinggi, stres yang lebih besar, dan gangguan dalam kehidupan sehari-hari.
Jika gejala depresi muncul terutama saat berpisah dari orang-orang tertentu, mungkin ini adalah tanda bahwa ada masalah kecemasan yang perlu ditangani.
3. Khawatir Orang yang Dicintai Akan Terluka
Kekhawatiran berlebihan terhadap keselamatan orang yang dicintai bisa menjadi indikasi kecemasan akan perpisahan.
Pikiran-pikiran ini mungkin terus mengganggu, membuat sulit untuk fokus pada hal lain.
Ketakutan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi pada orang yang dicintai bisa sangat merusak kualitas hidup sehari-hari dan perlu segera ditangani agar tidak memperburuk keadaan.
4. Mimpi Buruk tentang Perpisahan
Mimpi buruk yang melibatkan perpisahan atau ditinggalkan adalah gejala lain dari kecemasan ini.
Mimpi buruk ini bisa sangat mengganggu, menyebabkan insomnia dan menurunkan kualitas tidur.
Ketakutan-ketakutan ini bisa terus muncul bahkan saat tidur, membuat seseorang merasa cemas bahkan saat beristirahat.
5. Gejala Fisik
Kecemasan akan perpisahan tidak hanya berdampak pada mental, tetapi juga bisa menimbulkan gejala fisik seperti sakit kepala, sakit perut, mual, muntah, dan pusing.
Stres yang dialami saat berpisah dari orang yang dicintai bisa membuat tubuh bereaksi secara negatif, memperburuk kesehatan secara keseluruhan.
Faktor-faktor seperti tekanan hidup, kehilangan orang tercinta, perceraian, pindah rumah atau sekolah, semuanya bisa memicu gejala-gejala ini.
Menghadapi Kecemasan Akan Perpisahan
Kecemasan akan perpisahan bisa sangat mengganggu kehidupan sehari-hari dan hubungan personal.
Namun, dengan bantuan dari ahli kesehatan mental, kecemasan ini bisa dikelola dengan baik. Terapi kognitif, konseling, dan pendekatan lainnya bisa membantu memahami dan mengatasi ketakutan ini.
Penting untuk mengingat bahwa masalah ini tidak akan berlangsung selamanya dan ada banyak cara untuk meredakan kecemasan dan membangun hubungan yang lebih sehat dan kuat.
Jika merasa mengalami salah satu dari tanda-tanda ini, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Menghadapi dan mengatasi kecemasan akan perpisahan adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan emosional.***
Sumber: Psych2Go Indonesia - Official
Editor : Tina Mamangkey