Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Mengapa Pasangan Bahagia Bisa Terjerumus dalam Selingkuh: Analisis 6 Alasan

Tina Mamangkey • Rabu, 3 Juli 2024 | 10:51 WIB
Ilustrasi - Godaan untuk berselingkuh dapat muncul di berbagai situasi
Ilustrasi - Godaan untuk berselingkuh dapat muncul di berbagai situasi

GORONTALOPOST - Pernikahan yang bahagia adalah impian semua pasangan.

Namun, di balik senyum kebahagiaan, terkadang tersembunyi godaan yang dapat menjerumuskan pasangan ke dalam perselingkuhan.

Meskipun perselingkuhan umumnya dikaitkan dengan hubungan yang tidak harmonis, kenyataannya, hal ini juga bisa terjadi pada pasangan yang terlihat bahagia.

Artikel ini akan mengupas beberapa alasan mengapa perselingkuhan bisa terjadi pada pasangan bahagia, berdasarkan dari Psychology Today dan Elevate Counseling:

1. Tidak Tahan Terhadap Godaan

Godaan untuk berselingkuh dapat muncul di berbagai situasi, mulai dari lingkungan kerja hingga saat liburan, bahkan hadirnya teknologi.

Kemajuan teknologi mempermudah terbentuknya hubungan di luar pernikahan melalui media sosial atau aplikasi kencan.

Teknologi juga memperluas jangkauan interaksi antarindividu, meningkatkan risiko godaan untuk memperoleh kepuasan instan.

2. Mengekspresikan Kehilangan

Beberapa orang mungkin berselingkuh tidak untuk mengakhiri hubungan yang ada, tetapi untuk mengatasi perasaan kehilangan dalam hubungan yang masih mereka cintai.

Mereka merindukan sensasi kegembiraan, kebebasan, atau gairah yang telah pudar dari hubungan saat ini.

Perselingkuhan bisa dianggap sebagai cara untuk menghidupkan kembali perasaan yang terkikis oleh rutinitas atau keterbatasan dalam hubungan yang ada.

3. Kurangnya Koneksi Emosional

Meskipun tampak bahagia secara keseluruhan, pasangan bisa mengalami ketidaksempurnaan dalam hal koneksi emosional.

Kekurangan dalam kasih sayang, pengertian, atau keintiman fisik dapat memicu seseorang mencari pengganti emosional di luar hubungan mereka.

Perselingkuhan sering kali menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi dalam hubungan utama.

4. Rasa Bosan 

Kehidupan sehari-hari yang monoton atau rutin dapat memicu kebosanan, bahkan dalam hubungan yang tampak sempurna.

Ketika gairah awal mulai memudar, seseorang mungkin merasa tertarik pada perselingkuhan sebagai cara untuk menghidupkan kembali sensasi kegembiraan atau kebahagiaan yang terasa hilang.

5. Perasaan Rendah Diri

Menurut Elevate Counseling, perasaan rendah diri dapat menjadi pemicu seseorang untuk berselingkuh.

Meskipun sudah merasa dicintai oleh pasangan, mereka mungkin masih merasa tidak memadai atau tidak dihargai.

Perasaan ini bisa berkembang dari pengalaman masa lalu di mana mereka merasa kurang mendapat perhatian.

Perselingkuhan bisa menjadi cara untuk mencari pengakuan atau perhatian yang mereka rindukan.

6. Batasan yang Tidak Ditetapkan dalam Hubungan

Kesalahpahaman mengenai komitmen dan ekspektasi dalam hubungan juga bisa memainkan peran penting dalam perselingkuhan.

Ketidaksesuaian dalam pemahaman tentang seriusnya hubungan dapat menyebabkan salah satu pasangan merasa terbengkalai atau tidak diprioritaskan.

Hal ini bisa menyebabkan seseorang mencari pengakuan atau hubungan yang lebih jelas dengan orang lain di luar hubungan utama.

Penting untuk diingat bahwa perselingkuhan tidak selalu terjadi karena kurangnya cinta atau kebahagiaan dalam hubungan.

Dalam banyak kasus, faktor-faktor seperti godaan, keinginan untuk pengalaman baru, atau kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi dapat mempengaruhi keputusan seseorang untuk berselingkuh.

Oleh karena itu, membangun dan menjaga komunikasi yang terbuka serta memperkuat ikatan emosional dalam hubungan adalah kunci untuk mengatasi risiko perselingkuhan. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#penyebab #pasangan #alasan #selingkuh