GORONTALOPOST - Kita sering kali terjebak dalam pemikiran bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang tidak pantas kita miliki.
Pengalaman masa lalu atau keyakinan yang tertanam dalam diri kita bisa menjadi alasan mengapa kita meyakini hal ini.
Pola pikir ini bisa begitu halus dan tersembunyi, sehingga kita tidak menyadari bahwa kita sedang menghalangi diri sendiri untuk merasa bahagia.
Namun, psikologi mengajarkan kita bahwa ada tanda-tanda yang jelas saat kita secara tidak sadar menahan diri dari merasakan kebahagiaan.
Menariknya, tanda-tanda ini mungkin tidak seperti yang kita bayangkan.
Dilansir dari Ideapod pada Jumat (16/8), berikut adalah sembilan tanda halus yang menunjukkan bahwa Anda mungkin tidak percaya bahwa Anda layak untuk bahagia:
1) Terlalu Sering Mengkritik Diri Sendiri
Kritik diri memang wajar, tetapi jika kritik tersebut terus-menerus dan terlalu keras, ini bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang merusak kebahagiaan Anda sendiri.
Psikologi menunjukkan bahwa kritik diri yang berlebihan dapat merusak harga diri dan membuat Anda merasa tidak layak bahagia.
2) Selalu Mengantisipasi yang Terburuk
Mengantisipasi yang terburuk atau 'katastrofisasi' adalah pola pikir di mana kita selalu yakin bahwa hal buruk akan terjadi.
Pola pikir ini mencegah Anda menikmati kebahagiaan karena Anda terus menunggu kekecewaan.
3) Kesulitan Menerima Pujian
Menolak atau merasa tidak nyaman saat menerima pujian bisa jadi tanda rendahnya harga diri.
Jika Anda merasa tidak layak dipuji, ini bisa mengindikasikan bahwa Anda juga tidak percaya layak bahagia.
4) Merasa Bersalah Saat Menikmati Hidup
Rasa bersalah saat menikmati hidup bisa berasal dari keyakinan bahwa Anda tidak layak menghabiskan waktu atau sumber daya untuk diri sendiri.
Hal ini bisa menghalangi Anda dari merasakan kebahagiaan.
5) Terus Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Membandingkan diri dengan orang lain, terutama di era media sosial, bisa merusak kebahagiaan Anda.
Setiap orang memiliki jalan hidup dan kekuatan yang berbeda, jadi penting untuk fokus pada diri sendiri dan tidak meremehkan kebahagiaan Anda.
6) Sulit Memaafkan Diri Sendiri
Memutar ulang kesalahan masa lalu dalam pikiran bisa menciptakan siklus rasa bersalah dan malu, menghalangi Anda dari pertumbuhan pribadi dan kebahagiaan.
Memaafkan diri sendiri adalah langkah penting menuju kebahagiaan.
7) Selalu Mendahulukan Orang Lain
Terus-menerus mendahulukan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan sendiri bisa menguras energi dan kebahagiaan Anda.
Merawat diri sendiri sama pentingnya dengan merawat orang lain.
8) Puas dengan Kurang dari yang Layak Anda Dapatkan
Jika Anda sering menerima lebih sedikit dari yang Anda layak dapatkan, baik dalam hubungan, karier, atau tujuan pribadi, ini bisa menjadi tanda bahwa Anda tidak percaya diri layak bahagia.
Jangan biarkan rasa takut atau keraguan diri menahan Anda dari mengejar kebahagiaan.
9) Tidak Proaktif dalam Mencari Kebahagiaan
Kebahagiaan tidak datang begitu saja; Anda harus mencarinya. Jika Anda tidak proaktif dalam mengejar kebahagiaan, ini bisa menjadi tanda bahwa Anda tidak percaya layak mendapatkannya.
---
Cinta diri atau "self-compassion," seperti yang dikemukakan oleh psikolog Kristin Neff, adalah kunci dalam memahami dan menerima bahwa kita layak untuk bahagia.
Jika Anda melihat tanda-tanda ini dalam diri Anda, langkah pertama adalah mengakui hambatan-hambatan tersebut dan mulai membuka diri untuk kebahagiaan.
***
Editor : Tina Mamangkey