Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Apa yang Terjadi Saat Seseorang Koma? Fakta dan Penjelasan dari Perspektif Psikologi

Tina Mamangkey • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 07:50 WIB
Ilustrasi - Orang yang koma
Ilustrasi - Orang yang koma

GORONTALOPOST - Ketika melihat seseorang dalam keadaan koma, sering kali muncul pertanyaan besar di benak kita: "Apa sebenarnya yang dirasakan oleh mereka?"

Apakah pengalaman mereka mirip dengan tidur biasa, ataukah mereka berada dalam kondisi yang sama sekali berbeda?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita telusuri lebih dalam tentang apa yang sebenarnya terjadi di dalam pikiran orang yang koma.

Koma: Lebih dari Sekadar Tidur

Koma merupakan kondisi di mana seseorang kehilangan kesadaran dan tidak dapat terbangun, bahkan dengan rangsangan kuat sekalipun.

Hal ini disebabkan oleh gangguan serius pada otak, yang menyebabkan hilangnya fungsi kesadaran.

Namun, berbeda dengan tidur biasa, koma bukanlah keadaan di mana seseorang hanya "tidur" tanpa respons.

Meski tampak seolah-olah otak sepenuhnya tidak aktif, sebenarnya neuron-neuron di dalam otak tetap bekerja.

Aktivitas otak tetap ada, namun dalam bentuk yang sangat berbeda dibandingkan saat seseorang sadar.

Pada kondisi koma, otak masih dapat menerima dan merespons rangsangan, tetapi kemampuan untuk memproses dan merespons informasi tersebut sangat terganggu.

Apa yang Dirasakan Saat Koma?

Menggambarkan pengalaman seseorang yang koma bisa sangat rumit.

Tidak ada satu jawaban pasti, karena pengalaman ini bisa bervariasi tergantung pada kondisi dan seberapa parah kerusakan otak yang terjadi.

Namun, ada beberapa hal umum yang bisa dijelaskan:

 - Aktivitas Otak

Meskipun otak dalam keadaan koma tidak sepenuhnya tidak aktif, fungsinya sangat terbatas.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa neuron di otak tetap aktif, tetapi dalam kapasitas yang sangat berkurang.

Orang yang koma mungkin masih bisa mendengar suara atau merasakan sentuhan, tetapi mereka tidak dapat memproses atau merespons rangsangan ini secara normal.

 - Kesadaran dan Mimpi

Dalam keadaan koma, pengalaman mimpi tidaklah sama dengan tidur normal.

Seseorang yang koma tidak mengalami mimpi seperti saat tidur REM.

Mereka mungkin tidak merasakan apa-apa atau tidak memiliki kesadaran tentang apa yang terjadi di sekitar mereka.

Berbeda dengan dongeng seperti "Putri Tidur" yang bisa terbangun karena ciuman, dalam kenyataannya, rangsangan fisik seperti ciuman tidak akan mempengaruhi keadaan seseorang yang koma secara langsung.

 - Kemampuan Mengingat

Setelah seseorang bangun dari koma, ingatan tentang pengalaman selama koma bisa sangat bervariasi.

Beberapa orang mungkin bisa mengingat beberapa kejadian atau kehadiran orang terdekat, sementara yang lain mungkin tidak memiliki ingatan sama sekali tentang periode koma mereka.

Hal ini tergantung pada sejauh mana gangguan pada jaringan otak yang mengatur kesadaran.

Proses pemulihan dari koma sangat bergantung pada tingkat kerusakan otak dan penyebab koma itu sendiri.

Dalam beberapa kasus, seseorang bisa bangun dari koma setelah beberapa hari, sementara kasus lainnya bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Contohnya, ada kasus langka di mana seorang perempuan terbangun setelah puluhan tahun koma.

Selain itu, ada juga kasus seorang pembalap yang mengalami koma selama enam bulan setelah kecelakaan ski.

Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa durasi koma bisa sangat bervariasi dan kesembuhan tergantung pada banyak faktor, termasuk dukungan medis dan terapi yang diberikan.

Kesimpulan

Walaupun seseorang dalam keadaan koma tidak sepenuhnya tidak merasakan apa-apa, mereka berada dalam kondisi di mana kemampuan untuk memproses dan merespons rangsangan sangat terbatas.

Otak mereka masih aktif dalam beberapa kapasitas, tetapi pengalaman mereka jauh berbeda dari tidur biasa.

Meskipun peluang untuk pemulihan bisa bervariasi, sinyal-sinyal dukungan seperti suara dan sentuhan mungkin memiliki potensi untuk mempengaruhi kondisi mereka.

Namun, setiap kasus koma adalah unik dan memerlukan pendekatan medis dan terapeutik yang disesuaikan untuk membantu proses pemulihan.

***

Sumber: YouTube Kok Bisa?

Editor : Tina Mamangkey
#Terjadi #dalam keadaan koma #seseorang #dirasakan #koma