Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Dibesarkan Ibu yang Mengontrol? Ini 8 Perilaku Pria yang Sulit Dihindari!

Tina Mamangkey • Senin, 19 Agustus 2024 | 07:49 WIB
Ilustrasi - Jika seorang pria dibesarkan oleh ibu yang mengontrol
Ilustrasi - Jika seorang pria dibesarkan oleh ibu yang mengontrol

GORONTALOPOST - Tahukah kamu bahwa cara seorang pria memperlakukan pasangannya bisa terkait dengan pola asuh ibunya?

Jika seorang pria dibesarkan oleh ibu yang mengontrol, ini bisa memengaruhi perilaku hubungan mereka dengan cara yang halus maupun jelas.

Mengutip dari laman Hack Spirit, berikut adalah delapan perilaku umum yang dapat muncul:

1. Terlalu Banyak Berkompromi

Pria yang dibesarkan oleh ibu yang mengontrol sering kali belajar menyisihkan kebutuhan dan keinginan pribadi demi menyenangkan orang lain.

Dalam hubungan dewasa, ini bisa muncul sebagai sikap mengorbankan kebahagiaan sendiri untuk menjaga kedamaian.

Mereka mungkin sering memenuhi keinginan pasangan atau menekan perasaan pribadi untuk menghindari konflik.

Walaupun kompromi penting, berlebihan dapat menyebabkan ketidakpuasan.

Kesadaran tentang pola ini dapat membantu mengubahnya menuju hubungan yang lebih seimbang.

2. Ketakutan Terhadap Konfrontasi

Pria dengan ibu yang mengontrol sering kali mengaitkan konfrontasi dengan bahaya atau ketidakstabilan dan cenderung menghindarinya.

Hal ini bisa mengakibatkan keluhan yang tidak terucapkan dan rasa sakit hati dalam hubungan.

Mengatasi ketakutan ini memerlukan keberanian untuk mengungkapkan perasaan dan mendengarkan pasangan dengan rasa hormat.

Komunikasi terbuka adalah kunci untuk mencegah masalah menjadi tidak terkendali.

3. Codependency (Ketergantungan Emosional)

Codependency, atau ketergantungan emosional, sering terlihat pada pria yang dibesarkan oleh ibu yang mengontrol.

Mereka mungkin terlalu bergantung pada pasangan untuk dukungan emosional, mengorbankan kesejahteraan pribadi.

4. Terlalu Mandiri

Sebagian pria yang dibesarkan oleh ibu yang mengontrol bisa menjadi sangat mandiri sebagai respons terhadap pola asuh tersebut.

Mereka mungkin enggan meminta bantuan, menahan diri dalam membuka diri secara emosional, atau bersikeras melakukan segala sesuatu dengan cara mereka sendiri.

Meskipun kemandirian positif, berlebihan dapat menciptakan jarak emosional dalam hubungan.

Penting untuk mengakui bahwa meminta bantuan dan bergantung pada pasangan adalah bagian dari kemitraan yang sehat.

5. Kesulitan Menyatakan Emosi

Pria yang dibesarkan oleh ibu yang mengontrol sering mengalami kesulitan dalam menyatakan emosi.

Mereka mungkin telah belajar menekan perasaan mereka karena ekspresi emosional dapat menimbulkan konflik.

Ini bisa mengarah pada kesulitan dalam berkomunikasi dengan pasangan dan menyebabkan kesalahpahaman.

Mendorong komunikasi terbuka tentang perasaan dapat membantu memperdalam hubungan dan menciptakan dinamika yang lebih sehat.

6. Ketakutan Terhadap Pengabaian

Ketakutan terhadap pengabaian adalah masalah umum bagi pria yang dibesarkan oleh ibu yang mengontrol.

Mereka mungkin takut bahwa cinta bersifat bersyarat dan bisa ditarik kapan saja, menyebabkan ketakutan akan ditinggalkan dalam hubungan dewasa.

Menghadapi ketakutan ini memerlukan keberanian dan kejujuran, baik dengan diri sendiri maupun dengan pasangan.

Memahami akar ketakutan ini adalah langkah awal menuju penyembuhan.

7. Perfeksionisme

Perfeksionisme sering terlihat pada pria yang dibesarkan oleh ibu yang mengontrol.

Mereka mungkin merasa harus sempurna untuk mendapatkan persetujuan dari ibu mereka, dan membawa pola pikir ini ke dalam hubungan dewasa.

Meskipun perfeksionisme dapat memotivasi, berlebihan dalam hal ini dapat memberikan tekanan yang tidak perlu pada individu dan hubungan.

Menerima ketidaksempurnaan dapat menghasilkan hubungan yang lebih santai dan otentik.

8. Kesulitan dalam Mempercayai

Kesulitan dalam mempercayai adalah perilaku lain yang sering terlihat pada pria yang dibesarkan oleh ibu yang mengontrol.

Pengalaman masa kecil di mana kepercayaan dilanggar dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk mempercayai pasangan secara penuh.

Mengatasi masalah ini memerlukan keberanian dan kesadaran diri.

Mencari bantuan dan bekerja melalui perasaan ini dapat membantu membangun kepercayaan dan menciptakan hubungan yang aman dan penuh kasih.

----

Memahami perilaku-perilaku ini tidak berarti menyalahkan, tetapi lebih untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan pola hubungan yang lebih sehat.

Jika kamu melihat perilaku ini pada dirimu atau pasanganmu, jangan putus asa.

Jangan ragu untuk mencari bantuan dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki komunikasi, kepercayaan, dan rasa hormat dalam hubunganmu.

Semoga kita semua bisa membangun hubungan yang lebih kuat, sehat, dan bahagia!

***

Editor : Tina Mamangkey
#perilaku #dibesarkan #pasangan #ibu yang mengontrol #pria