GORONTALOPOST - Menghadapi orang yang tampaknya santai saja berbuat tidak enak terhadap kita memang bukan hal mudah.
Sering kali, kita merasa terjebak dalam situasi yang tidak menyenangkan karena kita cenderung menerima perlakuan mereka tanpa perlawanan.
Padahal, kita tidak bisa mengontrol tindakan orang lain, tetapi kita bisa sepenuhnya mengontrol bagaimana kita merespons sikap mereka.
Ketika seseorang bersikap buruk atau memandang kita sebelah mata, kita memiliki kendali penuh untuk menentukan apakah kita ingin tetap bertahan, pergi, bersuara, atau diam saja.
Intinya, kita punya kendali atas reaksi kita sendiri.
Mengenali Tanda-Tanda Ketidakhormatan
Ada kalanya, kita terus-menerus merasa tidak dihargai karena kita membiarkan orang tersebut bersikap buruk tanpa adanya konsekuensi.
Salah satu alasan mengapa kita tetap bertahan mungkin adalah karena kita benar-benar menyukai atau menyayangi orang tersebut.
Perasaan khusus ini sering kali membuat kita mencari-cari alasan untuk membela dia, seolah-olah semuanya baik-baik saja.
Namun, masalahnya bisa semakin parah jika harga diri kita rendah, sehingga kita merasa tidak layak mendapatkan yang lebih baik.
Coba bayangkan jika sahabat dekat kamu menghadapi situasi ini, pasti kamu akan langsung menyarankan untuk meninggalkan orang yang tidak menghargainya.
Tetapi ketika ini terjadi pada diri sendiri, tiba-tiba kita tidak mau memberikan nasihat yang sama untuk diri sendiri.
Kita cenderung mencari-cari alasan untuk mempertahankan hubungan, mungkin dengan alasan dia sedang sibuk, memiliki pekerjaan yang penting, atau fokus pada pendidikan.
Bahkan, ada kalanya kita melakukan mental gymnastics, yaitu membolak-balikkan fakta untuk menghindari kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan kita.
Kejujuran Terhadap Diri Sendiri
Sering kali, kita lebih memilih untuk membenarkan situasi daripada jujur pada diri sendiri dan mengakui bahwa kita seharusnya sudah pergi dari hubungan yang tidak sehat ini.
Jika kita menghargai diri sendiri, kita pasti sudah mengambil langkah tegas untuk menjauh atau setidaknya berbicara jujur dengan orang tersebut tentang perasaan kita.
Orang lain cenderung mencontoh cara kita bersikap. Jika kita sendiri tidak merasa berharga, jangan heran jika orang lain juga tidak akan menghargai kita.
Dalam hubungan, komunikasi yang jujur adalah kunci utama.
Jika kita tidak tegas dan jujur tentang hal-hal yang kita anggap penting, orang lain tidak akan punya motivasi untuk berubah.
Mereka mungkin akan terus melakukan hal yang sama atau bahkan lebih buruk, mencoba menguji batas kesabaran kita.
Hubungan biasanya berakhir ketika seseorang melakukan sesuatu yang benar-benar tidak bisa diterima, seperti berbohong, berselingkuh, atau menyakiti kita secara emosional atau fisik.
Menghadapi Rasa Sakit dan Ketakutan
Sering kali, ketika kita memutuskan untuk pergi, rasa sakit dan kesadaran akan betapa lama kita bertahan dalam hubungan yang tidak sehat ini dapat membuat harga diri kita semakin turun.
Kita mungkin merasa bodoh karena tidak pergi sejak awal atau merasa telah membuang-buang waktu.
Terkadang, rasa kesepian dan perasaan tidak penting tanpa kehadiran orang lain di sekitar kita bisa memperburuk keadaan.
Setelah ada jarak, kita mungkin mulai berpikir, "Mungkin dia tidak seburuk itu," atau "Mungkin aku yang kurang baik."
Namun, penting untuk mengingat naluri kita.
Naluri ini sering kali memberi tanda ketika ada sesuatu yang tidak beres, bukan dalam masalah kecil, tetapi dalam momen-momen ketika seseorang tidak memperlakukan kita dengan benar.
Cara sederhana untuk mengecek ini adalah dengan membayangkan pasangan ideal kita—bagaimana mereka memperlakukan kita dan nilai yang mereka berikan.
Apakah itu sesuai dengan yang kita inginkan atau justru sebaliknya?
Menantang Ketakutan untuk Hidup yang Lebih Baik
Untuk meningkatkan kualitas hidup, terkadang kita perlu mengambil langkah yang menakutkan dan melakukan hal-hal yang tidak biasa.
Meskipun sulit, tindakan ini sering kali diperlukan untuk membawa kita ke arah yang lebih baik.
Jika harga diri kita rendah, kita cenderung terus berdebat dengan diri sendiri tanpa benar-benar mengambil langkah yang kita tahu benar.
Jangan takut melangkah keluar dari hubungan yang tidak sehat.
Terkadang, apa yang kita cari sebenarnya berada di seberang ketakutan kita.
Mengambil keputusan yang sulit ini mungkin akan membawa kita pada kehidupan yang lebih baik, di mana kita dihargai dan diperlakukan dengan hormat sebagaimana seharusnya.
***
Sumber: YouTube Pikong
Editor : Tina Mamangkey