Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

5 Ranjau Hubungan yang Sering Meledak, Penyebab Utama Perceraian dan Putusnya Hubungan

Tina Mamangkey • Selasa, 27 Agustus 2024 | 07:53 WIB
Ilustrasi - Penyebab paling umum dari perceraian
Ilustrasi - Penyebab paling umum dari perceraian

GORONTALOPOST - Perceraian dan putusnya hubungan sering kali dianggap sebagai hasil dari permasalahan besar dan dramatis.

Namun, seringkali masalah mendalam yang sebenarnya sudah ada jauh sebelum keputusan akhir diambil.

Kita bisa mengidentifikasi beberapa penyebab utama yang sering kali tersembunyi di balik perpisahan.

Artikel ini membahas lima penyebab paling umum dari perceraian dan putusnya hubungan serta bagaimana cara menghindarinya, sebagaimana melansir dari laman Psychologytoday.com.

1. Pertengkaran yang Tidak Terkendali

Pertengkaran adalah hal yang wajar dalam sebuah hubungan, dan sering kali menjadi cara untuk membersihkan udara atau menangani masalah yang selama ini tersembunyi.

Namun, saat pertengkaran menjadi tidak terkendali—di mana emosi menguasai dan tidak ada yang mampu menenangkan situasi—hal ini dapat menimbulkan dampak yang merusak.

Komentar yang menyakitkan, penghinaan, bahkan kekerasan dapat meninggalkan bekas yang mendalam dan memicu kebencian berkepanjangan.

Ini adalah sinyal bahwa hubungan berada dalam bahaya serius, di mana masalah yang sepele menjadi besar dan merusak.

2. Masalah yang Tidak Terpecahkan

Masalah yang tidak terselesaikan sering kali menyusul pertengkaran yang tak terkendali.

Pasangan mungkin mengabaikan satu sama lain, berpura-pura tidak terjadi apa-apa, atau meminta maaf dengan rendah hati.

Namun, ketakutan untuk memicu pertengkaran lebih lanjut sering kali membuat pasangan enggan membahas kembali masalah tersebut.

Bagi pasangan yang menghindari konflik, menggantikan pertengkaran dengan jarak emosional, masalah-masalah ini tetap tidak terpecahkan dan menjadi ranjau darat.

Akibatnya, hubungan mereka menjadi dingin, sempit, dan tidak memuaskan.

3. Memicu Luka Emosional

Kita semua membawa luka emosional dari masa kecil yang menjadi pemicu masalah dalam hubungan.

Misalnya, Trevor mungkin merasa dikendalikan secara berlebihan, sementara Cami mungkin merasa diabaikan.

Pemicu emosional ini tidak hanya memulai pertengkaran, tetapi juga memperburuk masalah yang ada.

Misalnya, Trevor yang merasa dikendalikan mungkin merespons dengan kemarahan, yang pada gilirannya memicu perasaan Cami yang tidak didengarkan. Ini menciptakan siklus destruktif yang sulit dihentikan.

4. Penumpukan Kebencian

Pertengkaran yang konstan, jarak emosional, dan pemicu luka emosional yang terus-menerus dapat menyebabkan penumpukan kebencian.

Masa lalu yang seharusnya penuh dengan kenangan baik sering kali dipenuhi dengan luka dan sakit hati yang berkala muncul.

Hal ini menciptakan perasaan depresi, keputusasaan, atau kebencian yang membara, di mana setiap hal positif terasa sebagai penyimpangan.

Penumpukan kebencian ini membuat setiap usaha untuk memperbaiki hubungan tampak tidak berarti.

5. Kurangnya Minat dan Koneksi Bersama

Beberapa pasangan mencoba menghindari masalah dengan mengalihkan perhatian mereka dari hubungan.

Mereka menjadi terlalu fokus pada aktivitas anak, pekerjaan, atau hobi lain, meninggalkan sedikit waktu untuk hubungan mereka.

Seiring waktu, ketika anak-anak tumbuh dan pasangan pensiun, lem perekat lama yang menyatukan mereka menghilang.

Akhirnya, pemikiran untuk menghabiskan sisa hidup sebagai teman serumah terasa tidak menarik.

Cara Menghindari Putus atau Perceraian

Untuk menghindari putus atau perceraian, penting untuk menghadapi masalah yang ada dengan cara yang konstruktif:

 - Kurangi Pertengkaran

Kontrol emosi Anda untuk mencegah pertengkaran menjadi tidak terkendali.

Fokus pada diri sendiri, sadari ketika kemarahan meningkat, dan ambil langkah-langkah untuk menenangkan suasana—seperti mengatakan bahwa Anda marah dan pergi untuk sementara waktu, tetapi akan kembali, mendengarkan daripada membalas.

Ini tentang menurunkan suhu, bukan memenangkan argumen.

 - Kembali dan Selesaikan Masalah

Setelah menenangkan suasana, kembalilah ke masalah yang belum terselesaikan.

Tunggu hingga emosi mereda sepenuhnya agar Anda bisa merancang rencana yang bermanfaat bagi keduanya.

Jangan menyapu masalah di bawah karpet.

 - Sembuhkan Luka dengan Tidak Menyentuhnya

Saling memberi tahu tentang sensitivitas masing-masing.

Trevor harus mengungkapkan bagaimana cara berbicara yang tidak memicu kemarahan, sementara Cami harus memberitahu Trevor bagaimana mengekspresikan perasaannya tanpa membuatnya merasa diabaikan.

Ini bukan tentang menahan diri, tetapi tentang sensitif terhadap cara mengangkat masalah.

 - Ganti Kebencian dengan Belas Kasihan dan Apresiasi

Karena masa lalu tidak bisa diubah, fokuslah pada tindakan Anda di masa sekarang.

Tunjukkan belas kasihan dan apresiasi, hindari kembali ke masa lalu saat marah, dan berfokuslah pada solusi masalah sehari-hari.

 - Bangun Koneksi dengan Memfokuskan pada Hubungan

Mulailah dengan membicarakan masalah besar yang ada—yaitu ketidaknyamanan dan distraksi.

Buat pola baru seperti menjadwalkan malam kencan dan kegiatan bersama yang menyenangkan. Pindahkan hubungan dari prioritas sekunder ke prioritas utama.

Dengan memahami penyebab utama perceraian dan putusnya hubungan serta menerapkan langkah-langkah perbaikan yang efektif, pasangan dapat menghindari perpecahan dan membangun hubungan yang lebih sehat dan bahagia.

Fokus pada pengendalian emosi, penyelesaian masalah, dan peningkatan koneksi adalah kunci untuk menjaga hubungan tetap kuat dan harmonis.

***

 

Editor : Tina Mamangkey
#penyebab #penyebab utama #hubungan #paling #UMUM #Perceraian