Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Mengapa Perpisahan Terkadang Adalah Berkah, Ini Alasannya

Tina Mamangkey • Selasa, 3 September 2024 | 07:15 WIB
Ilustrasi, Alasan mengapa Anda seharusnya merasa beruntung telah berpisah dari seseorang
Ilustrasi, Alasan mengapa Anda seharusnya merasa beruntung telah berpisah dari seseorang

GORONTALOPOST - Akhir sebuah hubungan sering kali membawa perubahan besar dalam hidup kita.

Perpisahan, meski sangat menyakitkan, bisa menjadi momen penting untuk mengungkap kenyataan-kenyataan yang sebelumnya tersembunyi.

Memang, perpisahan bukanlah hal yang menyenangkan—itulah sebabnya kita menyebutnya putus dan bukan “manis-manis”. Namun, ketika seseorang meninggalkan kita dengan cara yang kasar atau menyakitkan, ada tiga kata yang mungkin memberikan kenyamanan dan perspektif baru: “selamat, terhindar dari masalah”.

Kenapa “Selamat, Terhindar dari Masalah”?

Frasa ini pada dasarnya menyiratkan bahwa keadaan Anda mungkin akan jauh lebih buruk jika perpisahan yang baru saja Anda alami tidak terjadi.

Jika akhir dari hubungan tersebut mengungkapkan bahwa orang tersebut sebenarnya buruk untuk Anda, maka Anda patut bersyukur karena hal itu terungkap lebih awal daripada terlambat.

Mari kita telaah mengapa perpisahan yang menyakitkan mungkin sebenarnya adalah berkah tersembunyi, dengan melihat beberapa alasan mengapa Anda seharusnya merasa beruntung telah berpisah dari seseorang yang mungkin tidak cocok untuk Anda:

1. Kurangnya Kepedulian Terhadap Anda dan Hubungan

Bayangkan jika Anda terus-menerus membuang waktu dan tenaga pada seseorang yang tidak cukup peduli untuk membalas perhatian Anda.

Selain merasa terabaikan, Anda mungkin berada dalam situasi berbahaya di mana orang tersebut tidak peduli untuk membantu saat Anda mengalami krisis.

Ini adalah bom waktu yang siap meledak—dan tentu saja, bisa menjadi lebih buruk lagi jika krisis datang.

2. Tidak Bisa Diandalkan dan Kurangnya Tanggung Jawab

Bahkan jika orang tersebut peduli pada Anda, ketidakmampuan untuk bergantung pada mereka karena berbagai alasan akan membawa banyak masalah dalam hidup Anda.

Misalnya, bayangkan harus bergantung pada seseorang yang tidak stabil seperti Kramer dari serial TV Seinfeld ketika menghadapi krisis kesehatan. Hal ini tentu akan menambah beban dan stres Anda.

3. Perilaku Manipulatif dan Kontrol

Bayangkan memiliki seseorang dalam hidup Anda yang penuh dengan manipulasi dan kontrol, seperti Cersei Lannister dari Game of Thrones.

Meskipun Anda mungkin bisa mengatasi beberapa masalah, menghadapi toksisitas terus-menerus akan membuat hubungan tersebut menjadi sangat melelahkan.

Bahkan saat segalanya tampak baik-baik saja, Anda tetap akan khawatir tentang kapan ronde berikutnya dari toksisitas akan datang.

4. Upaya Menipu atau Menyesatkan

Jika hubungan berakhir karena Anda mulai mendekati kebenaran, atau jika ternyata orang tersebut adalah serigala berbulu domba, Anda mungkin akan menghadapi banyak rahasia buruk yang mungkin muncul di kemudian hari.

Ini akan mempersulit kepercayaan Anda terhadap orang tersebut di masa depan.

5. Kekerasan Emosional, Mental, atau Fisik

Meskipun jarang terdengar, frasa "Dalam jangka panjang, kekerasan itu sepadan" tidaklah benar. Setelah seseorang merasa bisa lolos dengan menyiksa Anda, perilaku mereka cenderung menjadi lebih buruk.

Maka, jika perpisahan menyelamatkan Anda dari kekerasan semacam ini, itu adalah hal yang patut disyukuri.

6. Membuat Anda Merasa Lebih Lemah atau Menonjolkan Sisi Terburuk Anda

Tidak mungkin Anda akan merasa bersyukur jika seseorang membuat Anda merasa semakin buruk. Ini bukan lirik lagu cinta yang Anda inginkan.

Menghindari orang yang terus-menerus membuat Anda merasa lemah atau buruk adalah langkah positif untuk kesejahteraan Anda.

7. Komitmen Terhadap Orang atau Hal Lain

Jika pasangan Anda lebih berkomitmen pada orang atau hal lain, Anda seharusnya tidak perlu menjadi roda ketiga dalam hubungan tersebut. Menjadi pihak ketiga dalam hubungan adalah resep bencana lainnya.

-----

Meskipun tiga kata "selamat, terhindar dari masalah" mungkin tidak cocok jika pasangan Anda adalah orang yang sangat cocok untuk Anda dan Anda hanya tidak menyadarinya, atau jika hubungan Anda berjalan dengan baik dan keadaan eksternal memisahkan Anda seperti dalam kisah Romeo dan Juliet, kata-kata ini seringkali relevan ketika hubungan berakhir dengan buruk.

Seringkali, hubungan yang gagal tidak jatuh ke dalam kategori “kekurangan pengertian” atau “keadaan eksternal yang tidak terhindarkan”. Sebaliknya, mereka sering termasuk dalam kategori mengapa-saya-tidak-melihat-seperti-apa-orang-tersebut-sebenarnya atau mengapa-saya-membuang-waktu-pada-orang-tersebut.

Sekali lagi, bisa sangat menggoda untuk fokus pada apa yang salah. Namun, orang tersebut mungkin telah melakukan Anda suatu kebaikan dengan tidak bertahan atau menjadi cukup menjengkelkan untuk memaksa Anda menuju pintu keluar.

Jadi, alih-alih terus-menerus merenungkan kesalahan, fokuslah pada apa yang berjalan dengan baik. Salah satu hal yang pasti berjalan dengan baik adalah bahwa Anda keluar dari hubungan tersebut pada waktu yang tepat.

***

Sumber: Psychologytoday

Editor : Tina Mamangkey
#pasangan #alasan #Tersembunyi #buruk #hubungan #perpisahan #berkah