GORONTALOPOST - Pernahkah merasa terjebak dalam hubungan di mana pasangan tidak pernah mengenalkanmu kepada keluarga atau teman-temannya?
Jika iya, hati-hati, kamu mungkin sedang berada dalam pocketing relationship. Istilah ini mulai populer di media sosial, dan bisa jadi merupakan tanda bahwa hubunganmu tidak sehat.
Pocketing relationship adalah kondisi di mana seseorang "mengantongi" atau menyembunyikan pasangannya dari orang-orang di sekitarnya.
Berbeda dengan mereka yang mungkin sedang menunggu waktu yang tepat untuk memperkenalkan pasangan, individu dalam pocketing relationship sengaja memilih untuk tidak membagikan informasi tentang hubungan mereka.
Mereka jarang, jika tidak pernah, mempublikasikan atau menceritakan tentang pasangan mereka di media sosial.
Mengapa ini menjadi masalah? Karena kondisi ini dapat menimbulkan rasa ketidakamanan pada salah satu pihak, yang mungkin mulai meragukan seberapa penting kehadirannya dalam hidup pasangan.
Ini bisa menjadi sumber konflik yang serius dalam hubungan.
Melansir dari Klik Dokter, berikut beberapa alasan mengapa seseorang mungkin terjebak dalam pocketing relationship:
1. Trauma Gagal Karena Masa Lalu
Pengalaman buruk dari hubungan sebelumnya dapat membuat seseorang merasa ragu untuk mengungkapkan hubungannya saat ini. Ketakutan akan kegagalan yang sama membuat mereka lebih memilih untuk menyembunyikan pasangan mereka.
2. Menghindari Penilaian Publik
Ketika semakin banyak orang yang tahu tentang hubungan, semakin banyak pula opini dan penilaian yang muncul. Beberapa orang merasa tidak nyaman dengan penilaian ini, terutama dari orang yang tidak terlalu dekat.
3. Takut Kehilangan Pasangan
Ketakutan bahwa pasangan akan direbut orang lain dapat memicu sikap menyembunyikan hubungan. Rasa rendah diri dan trauma masa lalu seringkali menjadi penyebab ketakutan ini.
4. Selingkuh
Dalam beberapa kasus, pocketing relationship dapat menjadi cara untuk menyembunyikan hubungan ganda. Dengan menyembunyikan pasangan saat ini, individu dapat mempertahankan hubungan lain tanpa terdeteksi.
5. Hambatan Suku, Budaya, Agama, dan Usia
Beberapa orang memilih untuk tidak mempublikasikan hubungan mereka karena perbedaan latar belakang yang dapat memicu konflik. Penting untuk mendiskusikan hal ini agar hubungan tetap sejalan.
6. Menunggu Waktu yang Tepat
Jika seseorang ingin menunggu waktu yang tepat, komunikasi yang jujur dan saling pengertian sangat penting. Memastikan bahwa keduanya memiliki definisi yang sama mengenai kesiapan dapat mencegah kebingungan.
Berikut beberapa ciri yang dapat menunjukkan bahwa kamu berada dalam pocketing relationship:
- Tidak Pernah Membicarakan Keluarga atau Teman
Jika hubunganmu hanya berfokus pada kalian berdua tanpa pernah membahas keluarga atau teman, itu bisa menjadi tanda bahwa pasanganmu menyembunyikan sesuatu.
- Tidak Mempertemukan dengan Keluarga atau Teman
Jika pasanganmu tidak ada niatan untuk memperkenalkanmu kepada keluarga atau teman-temannya, atau bahkan menghalangi jika kamu memintanya, ini patut dicurigai.
- Tidak Mengunggah Foto Bersama
Pilihan untuk tidak membagikan foto berdua bisa dimengerti, tetapi jika alasan di baliknya tidak jelas dan dipenuhi rasa malu atau ketakutan, bisa jadi pasanganmu memang ingin menyembunyikan hubungan kalian.
- Bertemu di Tempat yang Tidak Dikenal Banyak Orang
Jika pertemuan kalian selalu dilakukan di lokasi yang sepi dan jarang orang lain yang tahu, ini adalah tanda bahwa pasanganmu tidak ingin hubungan ini terlihat oleh publik.
- Tidak Menceritakan Hubungan kepada Keluarga atau Teman
Jika pasanganmu tidak pernah membahasmu dengan orang-orang terdekatnya, ini bisa jadi indikasi kuat bahwa kamu sedang mengalami pocketing relationship.
---
Pocketing relationship dapat menimbulkan banyak ketidakpastian dan ketidaknyamanan dalam hubungan.
Jika menemukan dirimu dalam situasi ini, penting untuk berkomunikasi dengan pasangan tentang perasaan dan harapan.
Memahami niat di balik tindakan pasangan adalah langkah awal untuk menentukan apakah hubungan ini layak diperjuangkan atau sebaiknya diakhiri.
Jangan biarkan ketidakjelasan ini merusak kepercayaan dirimu dan kesehatan mentalmu!
***
Editor : Tina Mamangkey