Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Kesalahan Fatal Suami dalam Islam yang Bisa Menggugurkan Ampunan

Tina Mamangkey • Jumat, 11 Oktober 2024 | 08:05 WIB
Ilustrasi, Memahami kesalahan-kesalahan yang tidak dapat dimaafkan dalam rumah tangga sangat penting
Ilustrasi, Memahami kesalahan-kesalahan yang tidak dapat dimaafkan dalam rumah tangga sangat penting

GORONTALOPOST - Dalam kehidupan berumah tangga, kesalahan adalah hal yang tak terhindarkan.

Namun, ada beberapa kesalahan suami yang sangat serius dan tidak bisa dimaafkan dalam ajaran Islam.

Memahami hal ini sangat penting bagi setiap pasangan agar hubungan tetap harmonis dan sesuai dengan nilai-nilai agama.

Menurut buku Jadilah Istri Penghuni Surga Dunia dan Akhirat karya Suroso, dalam sebuah pernikahan, baik suami maupun istri harus saling memberi, menghargai, dan berkorban untuk satu sama lain.

Seorang suami yang baik akan selalu berusaha berkorban demi keluarganya.

Dengan demikian, ia akan dihormati sebagai kepala rumah tangga yang bertanggung jawab.

Manusia memang tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak.

Dalam Islam, Allah SWT mengajarkan umat-Nya untuk saling memaafkan. Hal ini juga berlaku dalam rumah tangga.

Namun, ada beberapa kesalahan yang dianggap terlalu berat untuk dimaafkan, terutama ketika menyangkut kehormatan dan kesucian seseorang.

Sering kali, pertengkaran dalam rumah tangga dipicu oleh kesalahan-kesalahan kecil.

Namun, tidak semua kesalahan dapat dimaafkan, terutama yang berhubungan dengan tuduhan serius.

Salah satu kesalahan suami yang tidak bisa dimaafkan dalam Islam adalah menuduh istri melakukan perbuatan zina dengan pria lain.

Tuduhan semacam ini dapat berakibat fatal, termasuk kemungkinan hukuman rajam bagi istri yang dituduh atau perceraian yang bersifat permanen.

Tuduhan tanpa bukti yang jelas ini adalah haram dan merupakan dosa besar.

Allah SWT berfirman dalam surat An-Nur ayat 4-5 yang berbunyi:

وَالَّذِيْنَ يَرْمُوْنَ الْمُحْصَنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوْا بِاَرْبَعَةِ شُهَدَاۤءَ فَاجْلِدُوْهُمْ ثَمٰنِيْنَ جَلْدَةً وَّلَا تَقْبَلُوْا لَهُمْ شَهَادَةً اَبَدًاۚ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ ۙ(4) اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ وَاَصْلَحُوْاۚ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ (5)

Artinya:

“Orang-orang yang menuduh (berzina terhadap) perempuan yang baik-baik dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (para penuduh itu) delapan puluh kali dan janganlah kamu menerima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik, kecuali mereka yang bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Tuduhan zina sangat berbahaya, terutama jika ternyata istri tidak melakukan perbuatan tersebut dan merupakan wanita yang saleh.

Dalam hal ini, Rasulullah SAW memperingatkan umatnya untuk menjauhi tujuh hal yang membinasakan, salah satunya adalah menuduh zina terhadap wanita suci yang telah menikah.

“Hindarilah oleh kalian tujuh hal yang membinasakan. Ada yang bertanya, ‘Apakah tujuh hal itu wahai Rasulullah SAW?’ beliau menjawab, ‘Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah SWT, kecuali dengan alasan yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, kabur dari medan perang, dan menuduh zina terhadap wanita suci yang sudah menikah dan lengah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi akibat tuduhan tersebut. Pertama, jika tuduhan terbukti benar, maka istri harus menerima hukuman yang berat berupa rajam.

Namun, jika tuduhan itu tidak benar, suami dan istri akan dijatuhi hukuman li’an, yaitu perceraian yang bersifat permanen tanpa kemungkinan untuk rujuk kembali.

Li’an merupakan bentuk perceraian yang disebabkan oleh tuduhan suami terhadap istri tanpa adanya bukti.

Dalam hal ini, istri menolak tuduhan tersebut. Hasil dari perceraiannya adalah pasangan tidak diperbolehkan untuk kembali menikah.

---

Memahami kesalahan-kesalahan yang tidak dapat dimaafkan dalam rumah tangga sangat penting untuk menjaga keharmonisan hubungan suami istri.

Dalam Islam, saling menghargai dan menjaga kehormatan satu sama lain adalah hal yang fundamental. Mari kita bangun keluarga yang bahagia dengan saling memaafkan, berkomitmen, dan menghargai satu sama lain sesuai dengan ajaran agama.

***

Sumber: Hai Bunda

Editor : Tina Mamangkey
#Islam #kesalahan suami #Kesalahan Suami kepada Istri