Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Tanda-Tanda Orang Dewasa yang Tidak Pernah Didengarkan Saat Kecil

Tina Mamangkey • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 11:40 WIB
Ilustrasi, Masa kecil memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana seseorang berkembang menjadi dewasa
Ilustrasi, Masa kecil memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana seseorang berkembang menjadi dewasa

GORONTALOPOST - Apakah Anda pernah merasa berbicara, tetapi tidak ada yang mendengarkan? Bagi sebagian orang, pengalaman ini terjadi terus-menerus saat masa kecil.

Dampaknya bisa sangat besar dan membentuk kepribadian mereka ketika dewasa.

Masa kanak-kanak adalah periode penting di mana seseorang belajar untuk mengekspresikan diri dan merasa didengarkan.

Namun, jika seseorang tidak pernah mendapatkan perhatian tersebut, efeknya dapat terbawa hingga dewasa dan tercermin dalam perilaku mereka.

Berikut adalah tujuh perilaku yang sering ditunjukkan oleh orang dewasa yang tidak pernah merasa didengarkan saat kecil.

1. Berkomunikasi Berlebihan

Orang dewasa yang tidak pernah merasa didengarkan saat kecil sering kali cenderung berkomunikasi secara berlebihan.

Mereka mungkin memberikan detail yang terlalu banyak, mengulang-ulang perkataan, atau berbicara dalam waktu lama.

Ini bukan karena mereka menyukai suara mereka sendiri, tetapi lebih kepada usaha untuk memastikan bahwa apa yang mereka katakan dipahami dan dihargai.

Berkomunikasi secara berlebihan menjadi cara mereka untuk memastikan bahwa pesan yang ingin disampaikan didengar.

Mereka mencoba mengkompensasi perasaan diabaikan di masa kecil dengan terus-menerus mencoba untuk diperhatikan.

2. Mencari Validasi

Banyak dari mereka yang tumbuh tanpa merasa didengarkan akan sering mencari validasi dari orang lain.

Mereka akan terus-menerus meminta pendapat atau persetujuan sebelum membuat keputusan, baik yang sederhana seperti memilih tempat makan atau yang lebih besar seperti pindah pekerjaan.

Ini terjadi karena mereka tumbuh dengan perasaan bahwa suara mereka tidak dihargai.

Jadi, mencari validasi menjadi cara untuk memastikan bahwa kali ini, seseorang memperhatikan dan menghargai pendapat mereka.

3. Kesulitan Mengekspresikan Diri

Orang yang tumbuh tanpa merasa didengarkan juga bisa mengalami kesulitan mengekspresikan diri.

Mereka mungkin merasa sulit untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, atau kebutuhan mereka secara jelas.

Rasa takut untuk didengarkan atau diabaikan sering membuat mereka meragukan kemampuan diri sendiri dalam berkomunikasi.

Akibatnya, mereka menjadi enggan untuk berbicara atau mengekspresikan emosi mereka dengan cara yang sehat dan efektif.

4. Kepekaan Terhadap Penolakan

Orang dewasa yang tumbuh tanpa merasa didengarkan sering kali memiliki kepekaan yang tinggi terhadap penolakan.

Mereka merespons penolakan sosial dengan cara yang sangat emosional, mirip dengan respons terhadap rasa sakit fisik.

Penolakan di masa lalu membuat mereka merasa sangat rentan terhadap kritik atau ketidaksetujuan.

Hal ini sering kali terlihat dalam hubungan atau interaksi sosial mereka, di mana mereka cenderung merasa cemas tentang kemungkinan penolakan atau pengabaian.

5. Menjadi Pendengar yang Baik

Meski terdengar kontradiktif, orang yang tidak merasa didengarkan saat kecil justru sering menjadi pendengar yang baik ketika dewasa.

Mereka tahu bagaimana rasanya diabaikan, sehingga mereka berusaha untuk memberikan perhatian yang tidak pernah mereka dapatkan.

Mereka menjadi pendengar yang sabar, pengertian, dan penuh empati, memastikan bahwa orang lain tidak mengalami hal yang sama seperti mereka.

6. Menghindari Konflik

Orang yang tumbuh tanpa merasa didengarkan sering kali sangat menghindari konflik.

Ketika opini mereka diabaikan di masa kecil, mereka mulai mengaitkan perselisihan atau ketidaksetujuan dengan perasaan tidak didengarkan.

Akibatnya, sebagai orang dewasa, mereka lebih memilih untuk menghindari perdebatan atau konfrontasi.

Mereka lebih suka menjaga kedamaian, meski harus menekan keinginan atau pendapat mereka sendiri, daripada harus menghadapi kemungkinan tidak didengarkan atau diabaikan lagi.

7. Kesulitan dengan Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri sering menjadi tantangan besar bagi orang yang tumbuh dengan perasaan tidak didengarkan.

Mereka mungkin meragukan kemampuan atau nilai diri mereka, karena sepanjang hidup mereka, pendapat dan perasaan mereka sering kali tidak dihargai.

Pengalaman ini meninggalkan bekas yang mendalam dan membuat mereka berjuang untuk membangun kepercayaan diri yang kokoh.

Rasa tidak yakin pada diri sendiri bisa menjadi penghalang dalam kehidupan pribadi maupun profesional mereka.

---

Masa kecil memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana seseorang berkembang menjadi dewasa. Bagi mereka yang tidak pernah merasa didengarkan saat tumbuh dewasa, perilaku yang ditunjukkan di masa dewasa sering kali merupakan cerminan dari pengalaman tersebut.

Meski begitu, menyadari pola-pola ini adalah langkah awal untuk mulai menyembuhkan dan memperbaiki hubungan dengan diri sendiri maupun orang lain. Setiap orang layak didengar dan dihargai, baik di masa lalu maupun sekarang. (pbb)

***

Editor : Tina Mamangkey
#merasa #Didengarkan #orang dewasa #perilaku #tidak pernah #saat kecil