Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Menerima Follow tapi Tak Mem-follow Balik? Ini 9 Sifat yang Mungkin Dimiliki Menurut Ahli Psikologi

Nur Fadilah • Kamis, 7 November 2024 | 13:32 WIB

ilustrasi seseorang menerima permintaan follow tetapi tidak memfollow back/ Sumber foto: Freepik
ilustrasi seseorang menerima permintaan follow tetapi tidak memfollow back/ Sumber foto: Freepik

GORONTALOPOST
-Di era media sosial, interaksi melalui tombol "follow" sering kali dianggap lebih dari sekadar mengklik profil. Banyak orang merasa lebih terhubung saat seseorang mem-follow balik mereka.

Namun, tidak sedikit juga yang menerima permintaan follow tanpa memberikan follow back. Mengapa hal ini terjadi, dan apa yang bisa kita pelajari dari mereka secara psikologis? Berikut adalah 9 sifat yang mungkin dimiliki oleh orang yang kerap tidak follow back, menurut pandangan psikologi.

 1. Mandiri dan Tidak Bergantung pada Orang Lain
Mereka cenderung memiliki tingkat kemandirian yang tinggi. Ketidakpedulian terhadap siapa yang mengikuti mereka atau tidak menunjukkan bahwa mereka tidak menganggap hubungan sosial secara online sebagai sumber utama dukungan atau validasi.

Mereka lebih percaya diri dengan identitas mereka sendiri dan tidak merasa perlu untuk menyamakan interaksi di dunia maya dengan kehidupan sosial di dunia nyata.

 2.Cenderung Selektif dalam Pergaulan
Orang yang tidak mengikuti kembali akun tertentu umumnya lebih selektif terhadap orang-orang yang ingin mereka masukkan ke dalam lingkaran online mereka. Mereka memilih untuk menjaga kualitas koneksi daripada kuantitas.

Dalam psikologi, ini sering kali menunjukkan pribadi yang hati-hati dalam memilih lingkungan sosialnya, dan hanya membuka diri kepada orang yang benar-benar berharga bagi mereka.

3.Percaya Diri Tinggi
Orang yang tidak follow back memiliki tingkat percaya diri yang biasanya cukup tinggi. Mereka tidak membutuhkan konfirmasi atau pengakuan dari orang lain untuk merasa nyaman dengan diri mereka sendiri.

Mereka nyaman dengan eksistensi mereka dan tidak merasa perlu mengikuti orang lain demi memperbanyak followers atau mengesankan orang lain.

4.Ingin Menjaga Privasi
Beberapa orang yang tidak mem-follow back cenderung menjaga kehidupan pribadinya dari sorotan umum. Mereka mungkin merasa bahwa mem-follow seseorang artinya memberikan akses ke kehidupan mereka yang lebih dalam, dan ini bukanlah sesuatu yang ingin mereka berikan kepada semua orang.

Menurut psikologi, orang seperti ini sering kali berusaha menjaga batasan tertentu untuk melindungi privasi dan perasaan aman.

 5.Memiliki Rasa Otoritas atau Posisi yang Kuat
Orang yang memiliki jabatan penting atau berpengaruh sering kali enggan untuk mem-follow back secara sembarangan. Mereka ingin menjaga imej dan batas-batas hubungan.

Dalam psikologi, ini bisa dihubungkan dengan “power distance” atau jarak kekuasaan yang mereka anggap perlu untuk mempertahankan posisi atau otoritas mereka.

 6.Tidak Mudah Dipengaruhi atau Terbawa Tren
Banyak pengguna media sosial yang cenderung ikut-ikutan tren, termasuk dalam hal mengikuti orang lain demi memperluas jaringan. Namun, mereka yang tidak follow back biasanya adalah orang yang tidak mudah terpengaruh oleh tren.

Mereka memiliki pemikiran sendiri dan tidak merasa perlu untuk melakukan sesuatu hanya karena semua orang melakukannya.

 7.Berfokus pada Diri Sendiri dan Tujuan Pribadi
Sifat ego-sentris yang sehat bisa menjadi alasan lain di balik keputusan tidak mem-follow kembali. Mereka cenderung berfokus pada pertumbuhan dan tujuan pribadi mereka sendiri, baik dalam hal karier, pendidikan, atau kehidupan pribadi lainnya.

Mereka tidak ingin terdistraksi dengan mengikuti perkembangan terlalu banyak orang.

 8. Memiliki Sifat Individualis
Menurut penelitian, orang yang cenderung individualis lebih memilih untuk membatasi koneksi sosial mereka hanya kepada orang-orang yang benar-benar dekat atau yang berpengaruh dalam hidup mereka.

Mereka tidak merasa perlu untuk memperluas jaringan secara berlebihan di media sosial, dan ini sering terlihat dalam jumlah orang yang mereka ikuti yang terbatas.

 9.Menjaga Estetika dan Citra Diri di Media Sosial
Beberapa orang memiliki pendekatan visual terhadap media sosial dan ingin menjaga feed mereka tetap terlihat rapi atau "aesthetic". Mereka hanya mengikuti orang atau akun yang sejalan dengan selera atau nilai estetika mereka.

Secara psikologis, mereka biasanya memiliki kecenderungan perfeksionis atau peduli terhadap citra diri yang ingin mereka tunjukkan kepada publik.


Tidak mem-follow back bukanlah cerminan dari ketidakpedulian atau sikap sombong semata, tetapi lebih sering menunjukkan aspek-aspek kepribadian yang kompleks.

Dalam dunia psikologi, keputusan kecil seperti siapa yang kita follow atau tidak bisa menjadi gambaran dari berbagai sifat atau preferensi sosial yang dimiliki seseorang.(jpg)

Editor : Nur Fadilah
#psikologi #media sosial