Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Membawa Bahaya? Mengupas Tuntas Kepercayaan Memotong Kuku di Malam Hari

Priska Watung • Selasa, 12 November 2024 | 15:09 WIB
sedang menggunting kuku tangan
sedang menggunting kuku tangan

GORONTALOPOST - Kepercayaan terhadap larangan leluhur masih kuat di kalangan sebagian masyarakat Indonesia, bahkan hingga kini. Larangan-larangan yang diwariskan dari generasi ke generasi ini seringkali menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, memberikan panduan bagi perilaku dan kebiasaan masyarakat. Bukan hanya di Jawa, namun di berbagai daerah lain di Indonesia, masih banyak masyarakat yang menghormati dan menjaga tradisi leluhur yang dipercayai memiliki makna serta nilai penting.

Salah satu contoh larangan yang banyak dikenal adalah pantangan memotong kuku di malam hari. Menurut kepercayaan Jawa Kuno, memotong kuku pada malam hari dianggap pamali atau dilarang karena dipercaya dapat mengundang hal-hal negatif. Bahkan, terdapat pepatah Jawa yang berbunyi, "Aja motong kuku ing wayah wengi, mundhak umur uripmu luwih cendhak," yang bermakna "Jangan memotong kuku pada malam hari, karena akan membuat usia lebih pendek." Kepercayaan ini hingga kini masih dipegang oleh sebagian masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya leluhur.

Di sisi lain, larangan ini sebenarnya memiliki alasan logis. Pada zaman dahulu, ketika penerangan masih terbatas dan listrik belum ada, memotong kuku di malam hari memang bisa berbahaya karena cahaya yang kurang memadai. Risiko untuk melukai jari akibat minimnya pencahayaan menjadi alasan praktis di balik pantangan ini, selain alasan kepercayaan. Dengan kondisi yang minim cahaya, aktivitas memotong kuku pun dianggap tidak aman dan bisa mengakibatkan luka.

Kepercayaan dan larangan ini menjadi contoh bagaimana nilai tradisional tetap hidup dalam keseharian masyarakat. Meski zaman telah berkembang, tradisi yang diwariskan turun-temurun ini tetap diikuti sebagai wujud penghormatan terhadap leluhur dan kebijaksanaan yang mereka wariskan. (Artha)

Editor : Priska Watung
#kepercayaan #gunting #Negatif #jawa #kuku #malam #pamali #mistis