Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Menurut Psikolog, Orang yang Sering Dimarahi Saat Kecil Biasanya akan Punya 10 Sifat Ini Saat Dewasa

Tina Mamangkey • Selasa, 26 November 2024 | 07:24 WIB
Ilustrasi, Anak yang sering dimarahi
Ilustrasi, Anak yang sering dimarahi

GORONTALOPOST - Masa kecil kita seringkali meninggalkan bekas yang mendalam, memengaruhi cara kita berhubungan dengan orang lain, mengelola stres, bahkan cara kita berbicara pada diri sendiri.

Pengalaman-pengalaman tersebut bisa membentuk sifat-sifat tertentu yang terbawa hingga dewasa, terutama bagi mereka yang sering menerima teguran atau kritik saat masih kecil.

Psikolog menyebutkan bahwa sifat-sifat ini tidak hanya mencerminkan masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana kita beradaptasi dengan tantangan hidup.

Berikut adalah 10 sifat yang sering terlihat pada orang yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan teguran dan kritik.

1) Perfeksionis

Anak-anak yang sering dimarahi cenderung mengembangkan sifat perfeksionis. Mereka mungkin merasa bahwa satu-satunya cara untuk menghindari kritik adalah dengan berusaha melakukan segala sesuatunya dengan sempurna.

Sebagai mekanisme pertahanan, mereka berusaha memastikan tidak ada kesalahan yang bisa dikritik.

Meskipun berusaha untuk menjadi yang terbaik adalah hal positif, perfeksionisme yang berlebihan dapat menyebabkan stres dan kelelahan mental.

2) Hati-Hati Berlebihan

Anak yang sering ditegur karena perilaku gegabah atau impulsif mungkin akan tumbuh menjadi orang yang sangat berhati-hati.

Mereka cenderung menghindari kesalahan sekecil apapun dan selalu berusaha mengikuti aturan dengan ketat.

Meskipun sikap ini menunjukkan kewaspadaan yang baik, terlalu takut untuk membuat kesalahan dapat menghalangi mereka untuk mencoba hal-hal baru dan mengambil peluang.

3) Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain

Salah satu dampak dari sering ditegur adalah berkembangnya keinginan untuk selalu menyenangkan orang lain.

Anak-anak yang sering dikritik cenderung menghindari konfrontasi dengan berusaha menjaga keharmonisan dalam hubungan mereka.

Mereka mungkin terlalu sering mengatakan "ya" meskipun itu bertentangan dengan keinginan atau kebutuhan mereka sendiri.

Meskipun empati dan perhatian terhadap orang lain adalah kualitas yang baik, penting juga untuk tidak melupakan kepentingan diri sendiri.

4) Tingkat Kritik Diri yang Tinggi

Dibandingkan dengan orang lain, mereka yang sering dimarahi saat kecil cenderung menjadi kritikus terbesar bagi diri mereka sendiri.

Kritik yang diterima sejak kecil seringkali tertanam dalam pikiran mereka, membentuk suara kritis yang terus-menerus mengingatkan mereka akan kekurangan dan kesalahan.

Mereka menetapkan standar yang sangat tinggi dan berusaha keras untuk memenuhi harapan tersebut, yang dapat mengarah pada rendahnya harga diri dan rasa tidak mampu.

5) Menghindari Konflik

Bagi beberapa orang, konflik bukan hanya situasi yang tidak nyaman, tetapi juga sesuatu yang menakutkan.

Anak-anak yang sering dimarahi atau dihukum karena ketidaksetujuan atau perilaku yang dianggap tidak sesuai, cenderung menghindari konflik sebagai cara untuk menghindari kritik atau hukuman.

Mereka mungkin kesulitan mengungkapkan pendapat atau kebutuhan mereka karena ketakutan akan konfrontasi.

Namun, penting untuk belajar berbicara dan membela diri dalam situasi yang memerlukan pendirian.

6) Bergumul dengan Harga Diri

Teguran yang terus-menerus di masa kecil dapat menyebabkan perasaan rendah diri yang mendalam.

Anak-anak yang sering dimarahi mungkin tumbuh dengan perasaan bahwa mereka tidak cukup baik atau tidak berharga.

Hal ini bisa terus menghantui mereka hingga dewasa, memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan orang lain dan menjalani kehidupan mereka.

Menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap diri sendiri dan mengenali bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar sangat penting untuk mengatasi perasaan ini.

7) Sangat Sensitif

Anak-anak yang sering menerima kritik cenderung menjadi sangat peka terhadap perasaan dan emosi orang lain.

Mereka belajar untuk mengantisipasi reaksi dan mencari tanda-tanda kritik, yang membuat mereka menjadi individu yang sensitif terhadap suasana hati orang di sekitar mereka.

Kepekaan ini dapat menjadi kekuatan, memungkinkan mereka untuk membangun hubungan yang lebih mendalam dan penuh empati, meskipun terkadang mereka bisa merasa terlalu terpengaruh oleh perasaan orang lain.

8) Pemecah Masalah yang Cerdas

Sebuah sisi positif dari sering dimarahi adalah perkembangan keterampilan dalam memecahkan masalah.

Anak-anak yang tumbuh dengan rasa takut akan kritik cenderung belajar untuk mengantisipasi masalah dan mencari solusi cepat untuk menghindari kesalahan.

Mereka menjadi pemikir yang kreatif dan tanggap terhadap situasi, yang dapat bermanfaat dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka.

9) Penuh Tanggung Jawab

Ketakutan terhadap kritik atau hukuman sering kali mendorong anak-anak yang sering dimarahi untuk mengambil tanggung jawab lebih dari yang seharusnya.

Mereka berusaha memastikan semuanya berjalan dengan baik agar tidak ada yang salah, yang terkadang menyebabkan mereka merasa tertekan dan cemas.

Meskipun sifat ini bisa menjadi kekuatan, penting untuk belajar membagi tanggung jawab dan tidak memikul beban yang tidak perlu.

10) Tangguh dan Penuh Ketahanan

Anak-anak yang sering menghadapi kritik atau teguran belajar untuk menjadi tangguh.

Mereka menghadapi tantangan sejak kecil dan belajar cara untuk bertahan dan menghadapinya.

Ketangguhan ini memungkinkan mereka untuk bangkit kembali setelah mengalami kesulitan atau kegagalan, menjadikan mereka pribadi yang lebih kuat dalam menghadapi rintangan hidup.

---

Masa kecil memang memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk siapa kita di masa depan.

Sifat-sifat seperti perfeksionisme, sensitivitas, atau bahkan kecenderungan menghindari konflik mungkin muncul sebagai hasil dari pengalaman masa kecil yang penuh dengan kritik dan teguran.

Namun, sifat-sifat ini juga mencerminkan bagaimana kita beradaptasi dan berkembang dalam menghadapi tantangan hidup.

Kuncinya bukan untuk menyingkirkan sifat-sifat ini, tetapi untuk mempelajari cara mengelolanya dengan bijaksana, dan menggunakan pengalaman masa lalu sebagai kekuatan untuk tumbuh lebih baik.

Semua sifat ini merupakan bagian dari perjalanan hidup, dan yang terpenting adalah bagaimana kita memanfaatkan pengalaman tersebut untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih bijaksana. (ged)

***

Editor : Tina Mamangkey
#Anak #hingga dewasa #sifat #masa kecil #Anak-Anak #Sering Dimarahi Orang Tua #psikolog