GORONTALOPOST - Mitos terkait foto dengan jumlah orang ganjil yang dikatakan dapat mendatangkan musibah atau nasib buruk adalah kepercayaan yang telah berkembang di berbagai budaya, termasuk di Indonesia. Meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukungnya, mitos ini tetap populer di kalangan masyarakat. Beberapa orang meyakini bahwa jika sebuah foto diambil dengan jumlah orang ganjil, salah satu dari mereka akan menghadapi musibah, seperti jatuh sakit atau bahkan meninggal dunia. Kepercayaan ini berasal dari pandangan bahwa angka ganjil dianggap tidak seimbang atau kurang harmonis, sementara angka genap diyakini membawa keseimbangan dan keharmonisan.
Di Indonesia, terutama di Jawa, mitos ini cukup dikenal. Angka 3, misalnya, sering dianggap sebagai angka yang membawa ketidakberuntungan. Kepercayaan serupa juga ada di budaya lain, seperti Jepang dan Tiongkok, meskipun dengan variasi yang berbeda. Pada umumnya, angka ganjil dianggap tidak lengkap dan kurang stabil, sehingga menjadi simbol ketidakseimbangan. Namun, seiring berjalannya waktu, mitos ini tetap bertahan meskipun tidak ada dasar ilmiah yang dapat menjelaskannya.
Psikologi manusia juga berperan dalam penyebaran mitos ini. Ketika terjadi musibah setelah pengambilan foto dengan jumlah orang ganjil, banyak orang cenderung menghubungkannya dengan angka tersebut. Padahal, kejadian buruk yang terjadi bisa jadi hanya kebetulan belaka. Pikiran manusia sering mencari pola atau hubungan sebab-akibat dalam peristiwa acak, sehingga mitos ini terus dipercaya.
Pada akhirnya, meskipun mitos tentang foto dengan jumlah orang ganjil tetap hidup dalam budaya masyarakat, kita perlu mengingat bahwa musibah atau kejadian buruk tidak ada kaitannya dengan jumlah orang dalam foto tersebut. Mitos ini hanya bagian dari tradisi dan kepercayaan yang terus berkembang, meskipun kita seharusnya tidak terjebak dalam pola pikir yang menghubungkan takhayul dengan peristiwa sehari-hari. (Artha)
Editor : Priska Watung