GORONTALOPOST - Dharavi, terletak di jantung kota Mumbai, India, sering dianggap sebagai salah satu daerah paling kumuh dan padat di dunia.
Dengan luas hanya 2,6 km², kawasan ini menjadi rumah bagi lebih dari satu juta penduduk, menjadikannya sebagai salah satu permukiman paling padat di India.
Meskipun hidup dalam kondisi yang sangat terbatas, Dharavi tetap menjadi pusat kegiatan bisnis yang berkembang pesat, dengan berbagai usaha kecil dan menengah (UMKM) yang mendominasi kehidupan ekonomi di sana.
Dharavi terletak di antara dua jalur kereta api utama Mumbai, yaitu Western Railways dan Central Railways, serta berada di dekat Bandara Internasional Mumbai dan kawasan bisnis kelas atas Bandra-Kurla Complex.
Namun, meskipun begitu dekat dengan pusat kemewahan, kehidupan di Dharavi sangat kontras.
Kawasan ini terkenal dengan kondisi lingkungan yang kumuh, dengan kali yang sangat kotor dan penuh sampah yang membelah permukiman padat ini.
Banyak bangunan yang dibangun tanpa izin, terdiri dari dua atau tiga lantai yang terhubung dengan material bekas seperti logam bergelombang dan papan kayu.
Sebagian besar penduduk Dharavi hidup tanpa fasilitas dasar yang memadai, termasuk toilet.
Masyarakat sangat bergantung pada toilet umum yang tersebar di berbagai tempat di kawasan ini.
Bahkan, hingga sepuluh tahun yang lalu, beberapa penduduk masih terpaksa buang air besar di sepanjang jalur kereta api.
Walaupun situasi ini telah banyak dibantu oleh upaya pembangunan infrastruktur, kenyataan ini tetap mencerminkan tantangan besar yang dihadapi oleh masyarakat setempat.
Dharavi juga merupakan rumah bagi beragam kelompok agama dan etnis. Sekitar 29% penduduk Dharavi beragama Islam, 6% beragama Kristen, sementara sebagian besar penduduk lainnya beragama Hindu, dengan beberapa penganut Buddha dan agama minoritas lainnya.
Kawasan ini dipenuhi dengan masjid, kuil, dan gereja yang melayani komunitas agama yang beragam ini.
Meskipun kondisi hidup yang keras, masyarakat Dharavi sangat bangga dengan kehidupan komunitasnya yang beragam dan saling mendukung.
Kehidupan di sana sangat berorientasi pada solidaritas dan kerja keras, dengan banyak orang bekerja di sektor informal, termasuk usaha kecil di bidang garmen, tembikar, daur ulang, dan kerajinan tangan lainnya.
Dharavi mungkin dikenal sebagai kawasan kumuh, namun di balik kondisi tersebut, terdapat semangat kewirausahaan yang luar biasa.
Di kawasan ini terdapat lebih dari 12.000 UMKM yang bergerak di berbagai sektor industri.
Misalnya, industri tembikar yang telah ada sejak lebih dari 100 tahun lalu, hingga industri garmen dan daur ulang plastik yang semakin berkembang pesat.
Salah satu industri terbesar di Dharavi adalah daur ulang plastik, dengan sekitar 15.000 pabrik plastik yang mempekerjakan ribuan orang.
Pabrik-pabrik ini mendaur ulang sekitar 80% sampah plastik Mumbai dan memproduksi berbagai barang, mulai dari tutup botol hingga mainan anak-anak.
Selain itu, industri garmen di Dharavi juga menjadi pusat produksi yang penting, mengekspor barang ke pasar internasional dan bekerja sama dengan pengecer besar seperti Walmart.
Di sepanjang Jalan 90 Kaki, industri kulit juga memiliki sejarah panjang, dimulai pada abad ke-19 ketika para penyamak kulit Muslim bermigrasi dari Tamil Nadu.
Kini, industri ini mendukung lebih dari 5.000 pekerja, dengan omset tahunan mencapai 500 juta dolar.
Sejarah Dharavi juga tercatat dengan berbagai krisis besar, termasuk wabah penyakit yang merenggut banyak nyawa.
Pada tahun 1896, hampir setengah dari populasi Dharavi meninggal akibat epidemi, dan pada 1908, wabah kolera juga menyebabkan banyak korban.
Bencana alam juga sering melanda kawasan ini, dengan banjir besar pada tahun 2005 yang menyebabkan kerusakan parah.
Meskipun begitu, Dharavi terus bertahan dan berkembang. Masyarakat setempat, didukung oleh serikat pekerja dan aktivis, telah lama berjuang untuk mendapatkan pengakuan hukum atas hak-hak mereka dan solusi yang berkelanjutan untuk masalah perumahan yang ada.
Pemerintah seringkali merobohkan kawasan kumuh ini, namun masyarakat Dharavi terus membangun dan memperbaiki keadaan mereka.
Peran Dharavi dalam Perekonomian
Dharavi telah berkembang menjadi pusat industri yang sangat penting di Mumbai dan bahkan di India.
Selain menjadi tempat tinggal bagi banyak orang, kawasan ini juga menjadi tempat bagi berbagai jenis usaha kecil dan menengah yang berkontribusi besar terhadap perekonomian lokal.
Banyak penduduk yang menjalankan bisnis dari rumah mereka, mengubah rumah menjadi tempat kerja di lantai dasar dan tempat tinggal di lantai atas.
Ini mencerminkan cara hidup yang sangat pragmatis, di mana setiap inci ruang digunakan untuk mendukung kehidupan sehari-hari.
Walaupun sering dianggap sebagai simbol kemiskinan, Dharavi juga menjadi daya tarik wisata yang menarik bagi banyak orang.
Beberapa perusahaan travel menawarkan tur ke kawasan ini untuk menunjukkan bahwa Dharavi bukan sekadar kawasan kumuh, tetapi juga merupakan tempat di mana banyak orang bekerja keras untuk meraih mimpi mereka.
Tur ini bertujuan untuk menghilangkan stigma buruk terhadap Dharavi dan menunjukkan sisi lain dari kehidupan kota yang penuh dengan semangat kewirausahaan.
Namun, penting untuk dicatat bahwa tur ke Dharavi harus dilakukan dengan penuh rasa hormat. Ini bukanlah destinasi wisata konvensional dengan atraksi mewah, tetapi sebuah komunitas nyata dengan kehidupan yang kompleks dan penuh tantangan.
Wisatawan diharapkan untuk menghormati privasi dan martabat penduduk setempat, serta menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan.
Sumber: Sisi Dunia
Editor : Tina Mamangkey