Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Berhubungan di Tengah Mayat? Fakta Mengejutkan Tentang Sekte Aghori Hindu

Tina Mamangkey • Jumat, 13 Desember 2024 | 21:04 WIB
Sekte Aghori adalah kelompok pemujaan yang terkenal dengan praktik-praktik ekstrem dan mistis.
Sekte Aghori adalah kelompok pemujaan yang terkenal dengan praktik-praktik ekstrem dan mistis.

GORONTALOPOST - Sekte Aghori adalah kelompok pemujaan yang terkenal dengan praktik-praktik ekstrem dan mistis.

Para penganutnya, yang dikenal sebagai Aghori, mengikuti ajaran Hindu dengan cara yang sangat berbeda.

Mereka percaya bahwa untuk mencapai pencerahan spiritual, harus melampaui batasan moral dan konvensi sosial, termasuk pemahaman tentang baik dan buruk.

Sekte ini menantang banyak tabu, dan keyakinan mereka sering kali membuat ketakutan dan sorotan dari masyarakat luar.

Sekte Hindu Aghori muncul sekitar abad ke-18, meskipun praktik yang mereka lakukan mengandung unsur-unsur dari tradisi yang lebih tua, seperti suku Kapalika yang sudah ada sejak abad ke-7.

Para penganutnya percaya bahwa pengorbanan manusia dan ritual-ritual yang melibatkan mayat adalah cara untuk mendekatkan diri dengan pencerahan spiritual.

Mereka menolak konsep dualitas seperti baik dan buruk, serta melihat semuanya sebagai manifestasi dari kekuatan agung yang lebih tinggi.

Aghori tidak mengikuti ajaran Hindu mainstream dan bahkan tidak memiliki kitab suci.

Mereka melihat segala sesuatu—baik itu mayat, hewan, atau bahkan kotoran—sebagai bagian dari alam semesta yang lebih besar dan bagian dari Dewa Siwa yang maha kuasa.

Oleh karena itu, mereka tidak membedakan antara daging manusia dan daging hewan, dan menganggap pengorbanan sebagai bagian dari praktik keagamaan mereka.

Salah satu praktik yang paling terkenal dari sekte ini adalah melakukan hubungan seksual di tengah mayat.

Bagi mereka, ritual ini diyakini dapat memberikan kekuatan spiritual dan mempercepat pencapaian pencerahan.

Ritual ini diiringi dengan suara drum keras dan mantra-mantra. Meskipun begitu, dalam ritual ini, wanita yang terlibat harus melakukannya atas kemauan sendiri dan tidak sedang dalam kondisi menstruasi.

Selain itu, Aghori juga dikenal melakukan kanibalisme ritual, meskipun mereka tidak membunuh untuk makan.

Mereka memakan bagian tubuh manusia yang sudah mati, terkadang mentah atau dibakar.

Tidak hanya itu, mereka juga menggunakan tengkorak manusia sebagai mangkuk dan memakan kotoran manusia untuk memutuskan persepsi tentang najis atau kotor.

Semua tindakan ini dianggap sebagai cara untuk mencapai kesatuan dengan Tuhan dan mencapai kebersihan spiritual meskipun melalui tindakan yang paling tabu sekalipun.

Pandangan Tentang Dewa Siwa dan Kehidupan Sederhana
Aghori sangat memuja Dewa Siwa dan percaya bahwa Dewa tersebut ada di mana-mana dan mengendalikan segala hal di alam semesta.

Selain Dewa Siwa, mereka juga mengagungkan Dewa Kali, yang merupakan simbol kekuatan feminin dan penghancuran dalam tradisi Hindu.

Bagi mereka, kehidupan adalah sebuah perjalanan untuk mendekatkan diri pada Tuhan, dan mereka menjalani hidup dengan kesederhanaan, tidak peduli pada penampilan atau norma sosial.

Aghori hidup dekat dengan alam dan tidak memiliki banyak tuntutan material.

Mereka sering kali terlihat tanpa busana dan membiarkan rambut mereka tumbuh panjang sebagai simbol penerimaan terhadap diri mereka sendiri, sesuai dengan pandangan mereka bahwa tubuh manusia adalah manifestasi kebenaran yang sempurna.

Meskipun praktik-praktik Aghori sangat kontroversial, belakangan ini sekte ini mulai berubah.

Beberapa anggota sekte Aghori kini terlibat dalam kegiatan yang lebih positif, seperti pengobatan alternatif.

Mereka mulai memberikan perawatan bagi pasien lepra yang sering kali ditelantarkan oleh keluarga mereka.

Selain itu, beberapa dari mereka juga menawarkan terapi alternatif, seperti Ayurveda, dan mengklaim bisa menyembuhkan penyakit berat seperti AIDS dan kanker.

Di zaman modern, sekte ini juga semakin terlibat dengan teknologi, dengan beberapa anggota mulai menggunakan telepon seluler dan transportasi publik.

Bahkan, mereka kini mengenakan pakaian seperti orang pada umumnya.

Namun, meskipun demikian, ajaran mereka yang tidak terorganisir dan sering kali ekstrem tetap memicu banyak perdebatan.

Perempuan dalam Sekte Aghori

Di sebagian besar wilayah India Utara, hanya pria yang dapat bergabung dengan sekte Aghori.

Namun, di Bengal, ada perempuan pemuka Aghori yang tinggal di dekat tempat pembakaran mayat.

Berbeda dengan pria, perempuan dalam sekte ini mengenakan pakaian dan tidak mengikuti ritual yang sama dengan laki-laki.

Mereka dianggap sebagai bentuk kesucian dalam sekte ini dan terlibat dalam praktek yang lebih lembut.

---

Sekte Hindu Aghori adalah kelompok yang unik dan ekstrem dengan keyakinan dan praktik yang menantang banyak norma sosial.

Mereka menganggap segala sesuatu di dunia ini sebagai bagian dari kekuatan agung yang lebih besar dan tidak terikat pada konsep baik atau buruk.

Meskipun banyak ritual mereka yang kontroversial dan mengerikan, beberapa anggota sekte ini mulai berubah dan beradaptasi dengan zaman modern.

Dengan melibatkan diri dalam penyembuhan dan pengobatan alternatif, mereka menunjukkan bahwa meskipun praktik mereka tampak sangat berbeda, ada sisi manusiawi yang dapat ditemukan di dalamnya.

Sekte Aghori terus menjadi topik pembicaraan di seluruh dunia, baik karena kepercayaan mereka yang tidak biasa maupun karena cara mereka menantang batasan-batasan sosial dan agama yang ada. (*)

Sumber: Youtube Data Fakta

Editor : Tina Mamangkey
#sekte #sekte aghori #aghori