GORONTALOPOST - Jika Anda merasa hukuman di zaman sekarang sudah berat, cobalah bayangkan bagaimana brutalnya hukuman di masa lampau.
Banyak dari hukuman tersebut terasa tidak manusiawi dan sulit dipercaya bahwa itu pernah terjadi.
Yuk, kita ulas beberapa hukuman paling mengerikan yang pernah ada!
1. Poena Cullei: Dikurung Bersama Hewan Berbahaya
Pada masa Romawi kuno, anak yang durhaka terhadap orang tuanya tidak hanya mendapat teguran, melainkan hukuman yang sangat mengerikan.
Pelaku dimasukkan ke dalam karung kulit bersama beberapa hewan buas seperti ular, monyet liar, anjing, dan ayam.
Setelah itu, karung dilemparkan ke laut, membuat korban panik karena tenggelam dan diteror oleh hewan-hewan tersebut.
Hewan-hewan ini dipercaya melambangkan dosa dan kekacauan, sehingga menambah sisi simbolis dari hukuman tersebut.
2. Dieksekusi oleh Gajah
Di India pada abad ke-19, gajah digunakan untuk menghukum pelanggaran, bahkan yang tergolong sepele seperti mencuri atau tidak membayar pajak.
Gajah yang telah dilatih akan menginjak tubuh korban dengan kekuatan luar biasa.
Proses ini sering kali berlangsung perlahan, dimulai dari menghancurkan kaki atau tangan terlebih dahulu, membuat korban menderita sebelum akhirnya menemui ajal.
3. Hukuman ‘Stang Ride’ di Eropa Utara
Di Eropa Utara, hukuman sosial bernama “Stang Ride” diberikan kepada orang yang melakukan pelanggaran seperti berbuat kasar atau meresahkan masyarakat.
Pelaku diikat dan diarak keliling kota sambil duduk di atas batang kayu yang sangat tidak nyaman.
Warga yang menonton sering melemparkan sayuran busuk untuk mempermalukan mereka lebih lanjut.
Hukuman ini biasanya berlangsung selama berjam-jam dan dirancang untuk memberikan rasa malu yang mendalam.
4. Rat Torture (Penyiksaan tikus)
Jika Anda pernah menonton Game of Thrones, adegan tikus yang dimasukkan ke dalam ember kemudian ditempelkan ke tubuh korban mungkin terasa familier.
Pada abad ke-15, metode ini digunakan untuk mendapatkan pengakuan atau menghukum pengkhianat.
Tikus di dalam ember akan merasa terdesak dan menggali tubuh korban untuk mencari jalan keluar, menyebabkan rasa sakit luar biasa hingga korban menyerah atau meninggal karena luka parah.
5. Roda Penyiksaan (Breaking Wheel)
Pada abad pertengahan, roda gerobak digunakan sebagai alat penyiksaan.
Korban dibaringkan, lalu tubuhnya dipukul dengan roda hingga tulang-tulangnya patah satu per satu.
Setelah tubuhnya hancur, korban akan diikat pada roda dan dipajang di depan umum sebagai peringatan bagi orang lain.
Hukuman ini dirancang untuk menyebabkan penderitaan maksimal sebelum akhirnya korban meninggal.
6. Dikuliti Hidup-Hidup (Flaying)
Metode ini melibatkan pengelupasan kulit korban secara perlahan, dimulai dari bagian sensitif seperti wajah dan jari.
Hukuman ini sangat menyakitkan dan biasanya menyebabkan kematian karena kehilangan darah atau infeksi.
Salah satu kisah terkenal tentang hukuman ini adalah kematian Santo Bartolomeus, yang digambarkan dalam seni memegang kulit tubuhnya sendiri.
7. Impalement: Hukuman Vlad the Impaler
Vlad the Impaler dikenal karena metode hukuman brutalnya, yaitu menusukkan pasak besar melalui tubuh korban.
Tiang dimasukkan dari anus atau vagina dan dibiarkan keluar melalui mulut atau dada.
Proses ini dirancang agar tidak langsung membunuh, tetapi membuat korban menderita selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari.
Dalam satu catatan sejarah, Vlad menghukum 20.000 orang sekaligus dengan cara ini dan memajang mayat-mayat mereka sebagai peringatan.
8. Scaphism: Perlahan Dimakan Hidup-Hidup
Hukuman ini berasal dari Persia kuno, di mana korban ditempatkan di antara dua perahu dengan kepala, tangan, dan kaki menjulur keluar.
Mereka diberi makan madu dan susu hingga menyebabkan diare parah.
Tubuh korban kemudian dibiarkan di rawa-rawa, menarik lalat, lebah, dan serangga lainnya yang perlahan menggerogoti tubuh korban hingga akhirnya membusuk.
9. Peregangan Tubuh (The Rack)
Mesin penyiksaan ini dirancang untuk menarik tubuh korban hingga sendi-sendi mereka terlepas.
Korban akan diikat pada perangkat yang memaksa tubuh mereka meregang melebihi batas normal, menyebabkan rasa sakit luar biasa.
Metode ini sering digunakan untuk mendapatkan informasi atau pengakuan dari tahanan.
10. Keelhauling
Keelhauling adalah salah satu bentuk hukuman berat yang pernah digunakan oleh bajak laut.
Dalam metode ini, seorang pelaut yang bersalah diikat dan ditarik di bawah lambung kapal dari satu sisi ke sisi lain.
Bagian bawah kapal yang penuh dengan teritip tajam dapat melukai tubuh pelaut dengan sangat parah, bahkan sering kali menyebabkan kematian.
Hukuman ini tidak hanya menimbulkan rasa sakit fisik yang luar biasa, tetapi juga memberikan efek psikologis yang mengerikan bagi orang yang menyaksikannya.
Hukuman-hukuman di masa lampau ini menunjukkan betapa brutalnya peradaban manusia pada waktu itu. Beruntunglah kita hidup di zaman sekarang, di mana hukum lebih manusiawi dan berlandaskan keadilan. (*)
Sumber: Calon Sarjana
Editor : Tina Mamangkey