Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Fakta Kelam Kehidupan Tentara Wanita Korea Utara

Tina Mamangkey • Selasa, 17 Desember 2024 | 08:49 WIB
Di balik citra tangguh ini, tersembunyi kisah pilu yang dialami oleh tentara wanita Korea Utara.
Di balik citra tangguh ini, tersembunyi kisah pilu yang dialami oleh tentara wanita Korea Utara.

GORONTALOPOST - Korea Utara sering kali menjadi sorotan dunia karena kekuatan militernya yang tangguh. Angkatan Bersenjata mereka, lengkap dengan bom nuklir, memang membuat banyak negara menjadi was-was.

Pemimpin Agung Korea Utara yang terkenal berani dan tegas juga sering kali memberikan ancaman terhadap negara-negara tetangga, termasuk Korea Selatan dan Amerika Serikat, jika mereka mengganggu kedaulatan negara.

Namun, di balik citra tangguh ini, tersembunyi kisah pilu yang dialami oleh tentara wanita Korea Utara. Mereka bukan hanya menghadapi kehidupan yang keras dalam wajib militer, tetapi juga penyiksaan dan kekerasan seksual yang mengerikan.

Kehidupan di Barak Wanita: Seperti Neraka Dunia

Bagi banyak orang, barak militer adalah tempat untuk menempa diri, tetapi bagi tentara wanita Korea Utara, itu adalah kehidupan yang penuh penderitaan.

Dali Soyeon, seorang mantan prajurit yang melarikan diri, mengungkapkan betapa mengerikannya kondisi di barak wanita.

Di tempat ini, kebersihan sangat diabaikan, dengan kotoran dan sampah yang berserakan di mana-mana. Bahkan, di saluran pipa air, sering ditemukan kodok dan ular yang tersangkut karena kondisinya yang sangat kotor.

Kamar mandi pun tak jauh berbeda, dengan air yang kadang terkontaminasi sampah dan keadaan yang jauh dari layak.

Dalam situasi ini, tentara wanita harus bertahan dengan kondisi yang sangat sulit, apalagi dengan kelaparan yang melanda akibat pembatasan makanan yang ketat.

Latihan Militer yang Berat dan Tantangan Saat Haid

Latihan militer di Korea Utara dikenal sangat keras, dan tentara wanita tidak mendapat pengecualian.

Meskipun mereka adalah wanita, mereka diperlakukan hampir sama dengan prajurit pria dalam hal porsi latihan fisik.

Hal ini menyebabkan banyak tentara wanita kesulitan saat menstruasi.

Meskipun militer menyediakan perlengkapan untuk menstruasi, seperti kain putih sebagai pengganti pembalut, kondisi ini tetap menyulitkan bagi banyak wanita.

Baru-baru ini, pemerintah Korea Utara mulai mendistribusikan pembalut buatan dalam negeri bagi para tentara wanita, tetapi hal ini tetap tidak menyelesaikan masalah yang lebih besar mengenai perlakuan yang tidak manusiawi.

Pelecehan Seksual dan Pemerkosaan yang Menghantui

Pelecehan seksual dan pemerkosaan adalah masalah serius yang dihadapi oleh tentara wanita di Korea Utara.

Lee Seohyun, mengungkapkan bahwa banyak tentara wanita menjadi korban pelecehan oleh atasan atau tentara pria.

Beberapa bahkan dibawa ke tempat khusus dengan alasan "pemeriksaan kesehatan," yang ternyata dimanfaatkan untuk melakukan pelecehan seksual.

Pemerkosaan juga sering terjadi di kalangan tentara wanita, meskipun hal ini bertentangan dengan hukum yang ada di Korea Utara, yang menyatakan bahwa pelecehan seksual adalah pelanggaran berat.

Namun, kebanyakan dari mereka memilih untuk diam karena takut mendapat hukuman atau sanksi berat. Sikap patriarki yang kuat di negara ini membuat banyak korban merasa tidak berdaya dan enggan melapor.

Dua Pilihan Sulit: Bertahan atau Membelot

Tentara wanita di Korea Utara sering kali dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit: bertahan dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi atau melarikan diri ke negara tetangga, seperti Korea Selatan.

Mereka yang memilih bertahan harus menanggung penderitaan yang luar biasa, bahkan harus menjalani masa wajib militer yang sangat panjang, yakni tujuh tahun.

Sementara itu, jika mereka memilih untuk melarikan diri, mereka harus berhadapan dengan risiko besar, termasuk ancaman kematian atau menjadi buronan.

Melarikan diri juga membutuhkan keberanian luar biasa, karena perjalanan menuju kebebasan sangat berbahaya dan penuh risiko.

Kehidupan yang Jarang Terekspos

Kehidupan para tentara wanita di Korea Utara adalah sisi kelam yang jarang mendapatkan perhatian dari media internasional.

Meskipun negara ini dikenal dengan kekuatan militernya yang luar biasa, banyak kisah pilu yang disembunyikan di balik citra yang diperlihatkan ke dunia luar.

Tentara wanita Korea Utara, meskipun terlatih dan tangguh, harus menghadapi banyak penderitaan, mulai dari kekerasan fisik dan psikologis hingga perlakuan yang tidak manusiawi.

Pilihan untuk bertahan atau melarikan diri merupakan dilema yang sangat berat bagi mereka, dan tak jarang mereka harus berjuang mati-matian demi bertahan hidup. (*) 

Sumber: Youtube Studio Langit

 

Editor : Tina Mamangkey
#tentara wanita #penderitaan #wajib militer #Kehidupan #korea utara