Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Penduduknya Jalan Merangkak, Intip 8 Desa Paling Aneh dan Unik di Dunia

Tina Mamangkey • Rabu, 18 Desember 2024 | 08:24 WIB
Desa-desa paling aneh dan unik di dunia, salah satunya penduduknya jalan merangkak.
Desa-desa paling aneh dan unik di dunia, salah satunya penduduknya jalan merangkak.

GORONTALOPOST - Di berbagai penjuru dunia, terdapat desa-desa dengan keunikan yang sulit dipercaya, mulai dari penduduk yang berjalan merangkak hingga desa yang hanya dihuni satu orang saja.

Keunikan ini sering kali membuat orang terheran-heran sekaligus penasaran. Dilansir dari kanal youtube SosialHits, berikut 8 desa paling aneh dan unik di dunia.

1. Desa Ulas, Turki 

Photo
Photo

Desa Ulas di Turki menjadi perhatian dunia karena penduduknya berjalan dengan cara yang tidak biasa, yakni merangkak menggunakan tangan dan kaki. 

Keanehan ini bahkan sempat diangkat dalam film dokumenter BBC pada tahun 2006.

Dari 18 anak di desa ini, enam di antaranya memiliki kemampuan berjalan yang berbeda dari manusia normal.

Penelitian menunjukkan anak-anak tersebut memiliki kerangka yang lebih mirip kera dan otak berukuran lebih kecil.

Bahkan, para ilmuwan menyebut kondisi mereka sebagai "mata rantai yang hilang" dalam teori evolusi.

Meskipun telah mendapatkan terapi fisik, upaya mengajarkan mereka berjalan dengan dua kaki belum membuahkan hasil.

2. Desa Ulutaue, Indonesia 

Photo
Photo

Di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terdapat Desa Ulutaue yang dikenal sebagai Desa "Manusia Kepiting".

Julukan ini muncul karena hampir seluruh penduduknya memiliki jari tangan dan kaki yang terbelah menyerupai capit kepiting.

Kondisi ini dikenal secara medis sebagai sindaktili, di mana beberapa jari menyatu.

Penduduk desa percaya bahwa kondisi ini adalah kutukan dari nenek moyang mereka.

Meski memiliki keterbatasan fisik, penduduk Desa Ulutaue tetap menjalani kehidupan normal dan banyak yang bekerja sebagai petani dan nelayan.

3. Desa Kaimbulawa, Indonesia

Photo
Photo

Desa Kaimbulawa di Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, memiliki keunikan karena sebagian besar penduduknya memiliki mata berwarna biru dan rambut pirang.

Ciri fisik ini sangat berbeda dengan mayoritas orang Indonesia.

Keberadaan mata biru di desa ini berkaitan erat dengan sejarah penjajahan Portugis pada abad ke-16.

Pada masa itu, pelaut Portugis singgah di Pulau Siompu dan menikah dengan penduduk lokal.

Perkawinan ini menghasilkan keturunan dengan ciri khas seperti mata biru dan rambut pirang yang masih terlihat hingga sekarang.

4. Desa Bengkala, Bali

Photo
Photo

Desa Bengkala di Kabupaten Buleleng, Bali, dikenal sebagai Desa Kolok yang berarti tuli dan bisu dalam bahasa Bali.

Sekitar 2% dari total populasi desa yang berjumlah 3.000 jiwa lahir dengan kondisi tunarungu dan tunawicara.

Menurut legenda setempat, kondisi ini adalah akibat kutukan Sri Maharaja Jaya Pangus pada abad ke-12.

Namun, penelitian medis mengungkapkan bahwa kondisi ini disebabkan oleh faktor genetik yang diwariskan secara turun-temurun.

Meski demikian, masyarakat desa tetap menjalani kehidupan sehari-hari dengan semangat tinggi.

5. Kampung Pitu, Yogyakarta 

Photo
Photo

Kampung Pitu yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, dikenal sebagai desa dengan jumlah penduduk paling sedikit, yakni hanya 7 kepala keluarga.

Dulunya, kampung ini bernama Kampung Tlogo, namun diubah menjadi Kampung Pitu (berarti tujuh dalam bahasa Jawa).

Mitos yang berkembang di masyarakat mengatakan bahwa desa ini tidak boleh dihuni lebih dari tujuh kepala keluarga.

Jika dilanggar, dipercaya akan terjadi bencana yang menimpa penduduknya.

6. Desa Monowi, Amerika 

Photo
Photo

Di Amerika Serikat, terdapat desa unik bernama Monowi yang hanya dihuni oleh satu orang, yaitu Elsie Eiler. Awalnya, pada tahun 1930-an, desa ini memiliki populasi sekitar 150 orang.

Namun, setelah Perang Dunia II, penduduk mulai meninggalkan Monowi akibat modernisasi pertanian dan ekonomi yang memburuk.

Kini, Elsie Eiler menjalankan berbagai peran di desanya, termasuk sebagai walikota, sekretaris, pustakawan, hingga pemilik satu-satunya bar di Monowi.

Desa ini pun mendapat predikat sebagai desa dengan penduduk paling sedikit di dunia.

7. Desa Setenil de las Bodegas, Spanyol

Photo
Photo

Desa Setenil de las Bodegas di Spanyol memiliki keunikan luar biasa karena sebagian besar rumah penduduknya dibangun di bawah batu besar.

Formasi batu alami ini menciptakan pemandangan menakjubkan yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.

Desa ini menjadi daya tarik wisata populer di Spanyol. Jalan-jalan desa dipenuhi restoran dan kafe yang menawarkan hidangan lokal sambil menikmati pemandangan rumah-rumah yang “terhimpit” batu raksasa.

8. Desa Yangsi, Cina 

Photo
Photo

Desa Yangsi di Provinsi Sichuan, Cina, dikenal sebagai Desa Kurcaci karena hampir separuh penduduknya memiliki tinggi badan yang jauh di bawah rata-rata, yakni antara 65 cm hingga 116 cm. Kondisi ini masih menjadi misteri bagi para ilmuwan.

Penduduk desa memiliki legenda yang menyebutkan bahwa kondisi ini adalah akibat kutukan kura-kura hitam yang dibunuh dan dimakan oleh nenek moyang mereka.

Setelah kejadian tersebut, penyakit misterius menyerang anak-anak usia 5 hingga 7 tahun, membuat mereka berhenti tumbuh.

---

Desa-desa ini membuktikan bahwa dunia penuh dengan keunikan yang menarik untuk ditelusuri.

Mulai dari penduduk yang berjalan merangkak, rumah di bawah batu, hingga desa dengan satu penghuni, semuanya menyimpan cerita yang tak terlupakan.

Keunikan ini bukan hanya menarik perhatian wisatawan, tetapi juga menjadi bahan penelitian dan pelajaran berharga tentang keberagaman budaya dan kondisi manusia di berbagai belahan dunia. (*)

 

Editor : Tina Mamangkey
#penduduk #unik #di dunia #Desa Paling Aneh