Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Misteri Sapu Lidi, Khasiat Spiritual yang Masih Dipercaya Hingga Kini

Nur Fadilah • Selasa, 29 April 2025 | 12:00 WIB

 

Ilustrasi sapu Lidi. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi sapu Lidi. (Foto: Pixabay)

GORONTALOPOST
-Dalam kehidupan sehari-hari, sapu lidi mungkin hanya dikenal sebagai alat sederhana untuk membersihkan halaman atau rumah.

Namun, dalam tradisi Primbon Jawa, sapu lidi ternyata memiliki makna dan kekuatan mistis yang tidak banyak diketahui orang. Benda ini dipercaya menyimpan energi alam yang kuat dan mampu menjadi sarana perlindungan, pembersihan aura, hingga mendatangkan keberuntungan.

Berikut tiga khasiat sapu lidi yang dirahasiakan menurut Primbon Jawa:

1. Penangkal Energi Negatif

Dalam Primbon, sapu lidi dipercaya mampu menangkal energi negatif yang berasal dari luar, termasuk serangan santet, teluh, atau gangguan makhluk halus.

Caranya, seikat sapu lidi yang belum pernah dipakai menyapu ditempatkan di sudut ruangan atau digantungkan di atas pintu rumah. Ini diyakini dapat membentuk "perisai" energi yang membuat penghuni rumah terlindungi dari niat jahat orang lain dan serangan gaib.

Keunikan lain, jumlah lidi dalam ikatan juga penting. Biasanya dipilih kelipatan ganjil seperti 7, 9, atau 11 batang untuk memperkuat energinya.

2. Membersihkan Aura dan Meningkatkan Keberuntungan

Sapu lidi juga digunakan dalam ritual pembersihan diri secara spiritual. Dalam tradisi Jawa, seseorang yang merasa sering sial, kurang beruntung, atau berat dalam menjalani hidup bisa melakukan prosesi "penyapuan diri" dengan sapu lidi. Caranya, tubuh disapu perlahan dari atas kepala hingga kaki, seolah-olah mengangkat energi buruk keluar dari tubuh.

Waktu terbaik untuk ritual ini adalah menjelang Magrib atau saat pergantian hari, karena diyakini energi alam sedang mengalami transisi, sehingga pembersihan akan lebih efektif.

3. Sarana Pengikat Rezeki

Tak banyak yang tahu bahwa sapu lidi, menurut Primbon, juga dapat dijadikan sarana untuk mengikat rezeki. Caranya adalah dengan mengikat lidi dengan benang merah dan meletakkannya di tempat penyimpanan uang, seperti laci kasir atau dompet usaha. Ritual ini dipercaya membantu memperlancar arus rezeki dan menjaga agar uang tidak cepat habis.

Beberapa orang bahkan menambahkan doa-doa khusus atau mantra Jawa agar energi sapu lidi semakin selaras dengan niat yang diinginkan.

Walau terdengar sederhana, sapu lidi dalam kepercayaan Primbon Jawa memiliki makna filosofis yang dalam: sebagai simbol kerja keras, keteguhan, dan kekuatan kolektif.

Namun tentu saja, selain mengandalkan sarana mistis, usaha nyata dan doa tetap menjadi kunci utama dalam mencapai perlindungan dan keberuntungan hidup.

Percaya atau tidak, semua kembali kepada keyakinan masing-masing. Tapi tak ada salahnya menjaga keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin, bukan?(jpg)

 

Editor : Nur Fadilah
#Primbon Jawa #Sapu Lidi